Sebelum merancang bahan ajar digital, penting untuk menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:
Mengumpulkan data: Data tentang peserta didik dapat dikumpulkan melalui berbagai cara, seperti survei, wawancara, dan observasi.
Menganalisis data: Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik, seperti gaya belajar, minat, dan tingkat kemampuan.
Menentukan profil peserta didik: Berdasarkan hasil analisis data, profil peserta didik kemudian dibuat. Profil peserta didik ini akan menjadi acuan dalam merancang bahan ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus jelas, terukur, dan sesuai dengan kurikulum.
Berikut adalah langkah-langkah dalam menentukan tujuan pembelajaran:
Menganalisis kurikulum: Analisis kurikulum dilakukan untuk mengetahui kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik.
Merumuskan tujuan pembelajaran: Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan KD yang telah dianalisis.
Menentukan indikator pencapaian tujuan: Indikator pencapaian tujuan adalah tolok ukur untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Ada banyak alat dan platform digital yang dapat digunakan untuk membuat bahan ajar digital. Pemilihan alat dan platform digital yang tepat akan tergantung pada beberapa faktor, seperti:
Tujuan pembelajaran: Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai akan menentukan alat dan platform digital yang dibutuhkan.
Kebutuhan dan karakteristik peserta didik: Alat dan platform digital yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Keterampilan dan pengetahuan guru/dosen: Guru/dosen harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk menggunakan alat dan platform digital yang dipilih.
Ketersediaan sumber daya: Alat dan platform digital yang dipilih harus tersedia dan mudah diakses oleh guru/dosen dan peserta didik.
E-learning authoring tools: Alat ini digunakan untuk membuat e-learning yang interaktif dan menarik. Contoh alat e-learning authoring tools adalah Articulate Storyline, Adobe Captivate, dan Elucidat.
Learning management systems (LMS): LMS adalah platform yang digunakan untuk mengelola pembelajaran online. Contoh LMS adalah Moodle, Edmodo, dan Schoology.
Presentation tools: Alat ini digunakan untuk membuat presentasi yang menarik dan interaktif. Contoh presentation tools adalah Microsoft PowerPoint, Google Slides, dan Prezi.
Video editing tools: Alat ini digunakan untuk mengedit video pembelajaran. Contoh video editing tools adalah Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro, dan iMovie.
Multimedia tools: Alat ini digunakan untuk membuat multimedia interaktif, seperti animasi, simulasi, dan game edukasi. Contoh multimedia tools adalah Adobe Flash, Adobe Animate, dan Scratch.
Lakukan riset: Sebelum memilih alat dan platform digital, lakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui fitur dan manfaat yang ditawarkan oleh masing-masing alat dan platform digital.
Bandingkan harga: Bandingkan harga dari masing-masing alat dan platform digital sebelum memilih.
Cobalah versi gratis: Banyak alat dan platform digital yang menawarkan versi gratis. Cobalah versi gratis terlebih dahulu sebelum membeli versi berbayar.
Minta rekomendasi: Mintalah rekomendasi dari rekan guru/dosen atau komunitas pembelajaran online.
Dengan memilih alat dan platform digital yang tepat, guru/dosen dapat membuat bahan ajar digital yang berkualitas dan efektif untuk pembelajaran.