SEJARAH SMK NEGERI WONGSOREJO
SELAMAT DATANG DI WEBSITE INFO
SEJARAH SMK NEGERI WONGSOREJO
SMK Negeri Wongsorejo merupakan sekolah menengah kejuruan negeri yang berada di wilayah bagian utara Kab. Banyuwangi, tepatnya berlokasi di kecamatan Wongsorejo yang merupakan jalur utama pintu masuk dari utara ke wilayah Kabupaten Banyuwangi. Secara geografis letak SMKN Wongsorejo tersebut sangat strategis, apalagi didukung dengan kondisi dan potensi alam wongsorejo yang potensial serta masyarakatnya yang majemuk, agamis dan pekerja keras. Secara yuridis kelembagaan sesuai SK Bupati Banyuwangi nomor 145/2003 tanggal 29 Desember 2003 SMK Negeri Wongsorejo mulai berdiri dengan nama SMK Kecil /Terpadu yang berada di SMP Negeri 1 Wongsorejo.
Namun pada waktu itu masih banyak kendala-kendala maupun tantangan yang dihadapi utamanya kurangnya sosialisasi dan yang terutama adalah belum adanya bangunan infrastruktur khususnya gedung untuk proses pembelajaran. Sehingga baru sejak tanggal 18 Juli 2005 yaitu pada tahun pelajaran 2005/2006 mulai operasional dengan membuka 2 program keahlian, Teknik Mekanik Otomotif dan Akuntansi dengan jumlah rombel 2 dengan rincian : 1 rombel teknik mekanik dan 1 rombel akuntansi.
Alhamdulillah berkat kerja keras dan dukungan masyarakat wongsorejo dan pemerhati pendidikan kejuruan khususnya serta semua pihak yang peduli pendidikan, maka pada tahun pertama tersebut mendapat siswa dengan jumah 70 siswa dengan rincian 45 siswa program keahlian teknik mekanik otomotif dan 25 siswa akuntansi. Sedangkan bangunan yang ada pada saat itu meliputi : 2 ruang kelas dan 1 bengkel otomotif dengan jumlah pengajar 5 orang GTT dan sebagian lagi pinjam guru dari SMPN 1 Wongsorejo.
Kemudian mulai tanggal 17 Juli 2007 status sekolah berubah dari SMK Kecil/Terpadu menjadi SMK standart yang mandiri sesuai dengan SK Bupati Banyuwangi nomor : 188/329/KEP/429.012/2007.
Seiring dengan perjalanan waktu, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pendidikan dan kebijakan pemerintah dibidang pendidikan menengah kejuruan, sekarang perkembangan SMKN Wongsorejo cukup pesat. Pada tahun saat ini SMK Negeri wongsorejo telah memiliki 5 kompetensi keahlian yaitu Teknik Kendaraan Ringan Otomoti (TKRO), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Akuntansi dan Lembaga (AKL), Tata Busana (TB) dan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian ( APHP ) dengan jumlah rombel 28 yaitu : 6 rombel TKR, 6 rombel TBSM, 6 rombel AKL, 4 rombel TB dan 6 rombel APHP dengan jumlah siswa 815 orang dan jumlah guru 53 orang serta karyawan 18 orang.
SMK Negeri Wongsorejo telah mempunyai lahan sendiri dengan luas 20.000 m2 dengan bangunan yang sudah ada yaitu 2 ruang praktik TKRO, 2 ruang praktik TBSM, 2 ruang praktik AKL, 2 ruang praktik Tata Busana, 2 ruang praktik APHP, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang TU, 28 ruang kelas, 20 kamar kecil/mandi, 1 laboratorium KKPI, 1 ruang koperasi sekolah, 1 ruang Bank Siswa, 1 ruang UKS, 1 ruang BK, 1 rumah penjaga malam, 6 kantin sekolah, 1 ruang podcast, 1 ruang kesenian, 1 ruang Osis, 1 ruang Pramuka, dan pastinya satu bangunan masjid.
Dengan perkembangan SMKN Wongsorejo yang begitu cukup pesat, pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan apresiasi dengan memberi tambahan lahan untuk pengembanga seluas ± 3,8 Ha (30.800) m2, sehingga luas lahan seluruhnya menjadi 5,8 Ha atau 50.800 m2.
Tujuan SMKN Wongsorejo
A. Tujuan Umum
1) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2) Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab;
3) Mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki wawasan kebangsaan, memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia;
4) Mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, dengan secara aktif turut memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan efektif dan efisien.
B. Tujuan Khusus
1) Menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya;
2) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karier, ulet dan gigih dalam berkompetisi, beradaptasi di lingkungan kerja, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya;
3) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi;
4) Membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih