SIMULASI PERSIAPAN AKM
MENUJU SUKSES ASESMEN KOMPETENSI MINIMAL ( AKM)
SDN 1 KERTAJAYA
SIMULASI PERSIAPAN AKM
MENUJU SUKSES ASESMEN KOMPETENSI MINIMAL ( AKM)
SDN 1 KERTAJAYA
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dilakukan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi matematika murid. Pengertian minimum untuk menunjukkan literasi membaca dan numerasi merupakan kompetensi yang setidak-tidaknya harus dimiliki untuk seseorang dapat berfungsi secara produktif dalam kehidupan.
Peningkatan mutu pendidikan khususnya pendidikan yang diselenggarakan di tingkat sekolah dasar telah dijadikan komitmen bersama diantara para praktisi dunia pendidikan. Makna dari semua itu adalah bahwa realisasi program meningkatkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar bukan lagi sesuatu yang harus ditawar-tawar lagi. Melalui rumusan standar kompetensi guru sekolah dasar yang diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional, seorang guru dapat mengukur seberapa tinggi sisi kemampuan dirinya dalam penguasaan kompetensi diri yang layak berada di depan kelas.
Guru akan mulai masuk kedalam sebuah era baru dimana tupoksi mereka benar-benar untuk bisa menyiapkan peserta didik agar dapat hidup sesuai zamannya kelak dengan mengintegrasikan kecakapan abad 21 dalam proses pembelajaran mereka.
Untuk mensukseskan AKM tersebut, banyak hal yang dlakukan oleh SDN I Kertajaya, walaupun dalam keadaan pandemic tapi tidak menyurutkan semangat untuk terus berbenah diri demi suksesnya simulasi AKM yang akan dilaksanakan tanggal 23 Agustus 2021.
Dimulai hari Kamis tanggal 20 Mei 2021 SDN I Kertajaya telah melaksanakan rapat pembentukan panitia pelatihan Asesmen Nasional ( AN ) berbasis Asesmen Kompetensi Minimal ( AKM ). Adapun kepanitiaan pelatihan Asesmen Nasional berbasis Asesmen Kompetensi Minimal ( AKM ) adalah sebagai berikut :
Selanjutnya untuk merealisasikan pelatihan AKM tersebut, SDN I Kertajaya melakukan Langkah – Langkah sbb :
1. Membuat Daftar Peserta AKM dengan membagi siswa kelas IV tahun pelajaran 2020- 2021yang berjumlah 62 siswa terdiri dari kelas IV A, IV B dan IV C menjadi 6 kelompok belajar 4 kelompok beranggotakan 10 siswa dan 2 kelompok beranggotakan 11 siswa Sedangkan untuk tahun ajaran 2021-2022 ada penambahan 2 orang siswa sehingga 4 kelompok beranggotakan 11 orang, 2 kelompok beranggotakan 10 orang.
2. Membuat Daftar Guru Pendamping, dimana setiap anak dalam kelompok didampingi satu orang guru dalam pengoperasian laptop dan pembahasan soal AKM.
3. Membuat Jadwal Pelatihan, pada gelombang pertama dilaksanakan dari tanggal 24 Mei s.d 2 Juni 2021. Gelombang kedua dilaksanakan tanggal 18 – 21 Agustus 2021. Setiap kelompok mendapat 2 kali bimbingan pengoperasian lapto dan pembahasan soal didampingi oleh guru pendamping.
4. Mempersiapkan soal soal AKM yang terdiri dari Soal Litersi dan Numerasi serta survey karakter. “Literasi“ bukan sekedar kemampuan membaca , tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk memahami konsep dibalik tulisan tersebut. Sedangkan “Numerasi“ adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Soal hanya 10 buah dengan durasi 30 menit dengan jawaban yang beragam seperti salah benar, pilihan ganda serta uraian. Setelah selesai sesi berkutnya siswa mengerjakan soal survey karakter yang berupa soal pilihan ganda berisi kasus kasus yang redaksinya lebih pendek.
5. Melengkapi sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan AKM seperti daya listik, internet laptop dan buku buku sumber soal AKM.
Dari sekelumit cerita hasil dari pelaksanaan pelatihan AKM yang telah dilaksanakan oleh SDN I kertajaya diperoleh kesimpulan sbb :
1. Pembahasan soal – soal kontekstual memerlukan penalaran tinggi, sehingga berpikirpun harus secara holostik dan komprehensif. Dengan begitu para guru juga harus membiasakan bentuk – bentuk soal tersebut dalam keseharian proses penilaian.
Proses pembelajaran harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda, dari yang biasa hingga yang komplek, uraian, missing word, menjodohkan, benar – salah dan cekli. Selain itu tugas – tugas untuk siswa berupa proyek dan portfolio juga semakin ditingkatkan.