NagaVit EXCLUSIF MEMULIHKAN ULKUS DIABETIKUM

Kombinasi penggunaan Ramuan Herbal Murni NagaVit Exclusif Ulkus Diabetikum dengan pola makan sehat dan pola hidup sehat yang dijalankan secara bersama-sama dengan baik mampu membawa penderita tukak/ulkus atau luka kronis yang berkomplikasi dengan diabetes sembuh. Walaupun demikian ada program pemulihan ulkus diabetikum yang tidak berhasil yang dapat disebabkan oleh :

  • Keenggananan pengidap ulkus diabetikum untuk merupakan sikap dan mental terhadap penyakit diabetes dan ulkus pada pengidap diabetes.
  • Ketidakmampuan untuk mengikuti program secara baik.
  • Menolak untuk meninggalkan obat dalam diabetes dari dokter secara total.
  • Ulkus mengalami komplikasi dengan sakit ginjal kronis dengan level kreatinin di atas 3.00 (tiga koma nol).
  • Ulkus mengalami komplikasi dengan leukositis (suspek leukemia).
  • Ulkus mengalami komplikasi dengan kanker terutama kanker darah.
  • Ulkus mengalami komplikasi dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Ulkus mengalami komplikasi dengan penyakit trombosit darah sangat sedikit (trombositopenia purpura).

Kesaksian akan fakta-fakta kesembuhan mereka ceritakan kepada Pak Sabaruddin. Rangkuman kesaksian disajikan di bawah ini.


IBU SALAMAH (51 TAHUN)
Sumbawa Barat, April 2011

Proses percepatan  pemburukan luka berlangsung dengan cepat sekali. Pemburukan luka pada kaki kiri saya Ibu Salamah menjadi tukak terjadi dalam waktu hanya 2 minggu, dan kondisi ini berkembang pada saat sedang dirawat di rumah sakit.  Sesuai prosedur dokter medik, maka amputasi total di bawah lutut telah dilakukan.  Dua hari setelah amputasi dilakukan, kondisi semakin mengkhawatirkan, dan luka-luka baru dengan bau busuk mulai bertumbuh dan berkembang di kaki sebelah kanannya, dan amputasi baru terhadap kaki kanannya sudah diprogramkan oleh dokter medik. Melihat kondisi ini, salah satu anggauta keluarga beliau menghubungi Pak Sabaruddin di Kota Mataram untuk mencari solusi terbaik supaya bekas amputasinya cepat sembuh sekaligus untuk memulihkan luka baru di kaki yang sebelahnya.

Pada hari ketiga setelah amputasi, saya berdiskusi di rumah sakit sekaligus diberikan pencerahan tentang diabetes, amputasi, luka, borok, penyebab-penyebabnya guna menemukan solusi bersama.  Mendengar penjelasan Pak Sabaruddin yang masuk akal, kami sekeluarga beliau setuju, dan sejak hari itu juga selama beliau di rumah sakit,  saya sudah mulai melakukan perubahan-perubahan penting terutama dalam hal konsumsi makanan dan minuman.

Dengan menjalani perubahan-perubahan penting sesuai arahan, pada keesokan harinya saya mulai merasakan perubahan dengan tanda-tanda pembengkakan di kaki kanannya mulai berkurang, dan bahkan cairan yang menyengat juga mulai berkurang. Melihat kondisi perbaikan ini, saya minta segera keluar dari rumah sakit untuk menjalani rawat jalan.

Saya mulai mendapat perawatan di rumah di Mataram secara terpadu untuk masa satu bulan pertama.  Setelah menjalani terapi terpadu selama 2 hari, saya mulai dapat tidur malam, dan sudah menampakan penambahan jumlah darah merah yang baik.  Pada terapi hari kelima, luka-luka di kaki kanan  sudah mulai mengering dan kemudian sembuh, dan diikuti oleh percepatan proses pemulihan luka amputasi. Kondisi ini membuat perawat yang merawat luka saya keheranan karena menemukan kasus yang belum pernah ditemukan sebelumnya dengan luka amputasi.  Setelah menjalani terapi selama satu bulan, luka amputasi sudah membaik sekitar 75% sehingga terapi lanjutan saya lanjutkan untuk masa satu bulan berikutnya. Karena terapi lanjutan saya lakukan di Sumbawa maka Pak Sabaruddin kepulangan saya ke kampung halaman dengan membawa Ramuan Herbal Murni yang sama seperti pada bulan pertama. Selama di kampung halamannya, saya merawat luka secara rutin ke puskesmas. Akhirnya luka amputasi sembuh total, dan tidak pernah ada kekambuhan lagi, saya tidak segan-segan meminta teman-teman dan keluarganya yang mengalami nasib yang sama dengan saya untuk menjali terapi pemulihan bersama Pak Sabaruddin.


BAPAK AJRIN (46 TAHUN)
Mataram, Januari 2012

Menderita ulkus diabetikum di mata kaki kirinya sejak 2 tahun berturut-turut. Kebetulan saya Pak Ajrin juga menderita Addison Disease (gangguan pada fungsi andrenal) sehingga masih betah hidup membujang pada saat menderita ulkus. Addison Syndrome diketahui dari data-data laboratorik yang ada. Dengan mempertimbangkan semua fakta-fakta di atas, kami sepakat untuk memulai terpi terpadu selama satu bulan. Hasilnya luar biasa, pada hari ke-17 terapi, borok dikaki sembuh total, dan tidak pernah mengalami kekambuhan sampai sekarang. Sisa waktu terapi yang 13 hari, saya pergunakan untuk pemeliharaan rutin. Dan Alhamdulillah sekarang saya sudah berumah tangga.


HAJI IYEK TALWA (53 TAHUN)
Sumbawa, Desember 2012

Menderita borok diabetes di kaki kanan selama 3 tahun berturut, keluar masuk rumah sakit untuk menjalani rawat inap hampir tiap bulan sehingga medik akan melakukan amputasi total di bawah lutut. Karena kondisi saya berada di Rumah Sakit Umum Sumbawa Besar yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan ke Mataram Lombok sehingga keluarga meminta Pak Sabaruddin datang menemui beliau. Dengan mempertimbangkan profesi sebagai petani dengan banyak aktivitas fisik, maka kami sepakat untuk memulai terapi selama satu bulan sejak tiga hari keluar dari RSUD.

Berdasarkan fakta-fakta laboratorik dan visual, pola pengobatan terpadu disusun untuk dijalani secara bersama-sama. Hasilnya pengobatan terpadu positif, setelah menjalani terapi tiga hari berturut-turut, bengkak di kaki mulai berkurang, dan semakin berkurang sejalan dengan proses perbaikan organ-organ tubuhnya termasuk perbaikan level gula darah. Pertama-tama saya heran sekali dengan cara Pak Sabaruddin karena mengharuskan untuk makan nasi putih satu piring pagi, satu piring siang, dan satu piring malam tanpa perlu ditimbang dengan lauk pauk lengkap sesuai dengan aturan yang dibuat berdasarkan pada ukuran badan dan tingkat persoalan yang terjadi pada lambung dan saluran pencernaan. Tetapi sejalan dengan proses pemulihan yang saya rasakan, rasa keheranann itu hilang dan berganti dengan rasa takjub. Akhirnya pada hari ke-27 terapi, borok kaki semuanya pulih total.  


BAPAK MUCHTAR (56 TAHUN)
Sumbawa, April 2013

Menderita diabetes dengan ulkus atau borok disertai pembusukan tulang di kedua kakinya. Jari kaki sebelah kiri telah terpotong secara otomatis sebanyak 4 jari, sedangkan jari-jari kaki kanannya telah hilang 2 buah disertai pembengkakan dan perluasan wilayah ulkus dan pembusukan tulang. Kaki kanan hampir diamputasi di bawah lutut hanya satu hari dari rencana amputasi ketika keluarga menghubungi Pak Sabaruddin. Lewat telepon, saya dianjurkan agar kaki kanan jangan diamputasi dulu sampai melihat hasil pengobatan terpadu yang segera akan dimulai.

Pengobatan terpadu dimulai dengan kondisi saya yang tidak bisa berjalan, kaki kanan membengkak besar, dan tidak bisa tidur malam karena telah terjadi infeksi bakteri di paru paru. Ketika terapi baru berjalan dua hari, saya mulai menampakkan kondisi perbaikan seperti pembengkakan kaki mengecil, sudah bisa tidur malam, dan tanda-tanda positif lainnya yang terus membaik sejalan dengan rutinitas terapi.  Setelah pengobatan terpadu dengan cara menjaga pola makan minum sehat sesuai tata cara medis khusus untuk diabetes, dan minum air rebusan Ramuan Herbal Murni NagaVit Exclusif selama dua bulan, saya dapat terbebas dari osteomielitis. Gula darah saya sikapi dengan pola maka minum sehat sesuai tata cara medis khusus untuk pemulihan diabetes.


MAMIQ YANTI (55 TAHUN)
Lombok Timur, Desember 2013

Menderita  luka kronis di kaki kiri, dan borok di semua jari kaki kanannya. Pengamatan visual yang dilakukan oleh Pak Sabaruddin, penemu metode naturopati untuk pemulihan ulkus diabetes, menampakkan kecurigaan tentang adanya sakit ginjal kronis karena sekujur tubuh saya tumbuh koreng-koreng lembut  di atas permukaan kulit yang sangat kering.

Dengan kondisi seperti ini saya meminta kesediaan Pak Sabaruddin untuk membantu saya dengan hal terbaik yang beliau bisa lakukan untuk penyembuhan luka kronis diabetikum saya. Pengobatan terpadu berjalan 2 bulan. Setelah satu bulan luka kronis di kaki kiri sembuh total, ulkus di kaki kanan sudah banyak yang sembuh. Yang tersisa hanya borok di kelingking kiri. Setelah terapi selesai dua bulan, borok di kelingking kiri belum sembuh total dan tersisa sebesar ujung jempol. Terapi kami hentikan karena saya diminta untuk melakukan perawatan medik ke rumah sakit agar dapat dilakukan cek lab darah dan  urin. Untuk menuntaskan proses penyembuhan, saya tetap menjalani pola makan minum sehat seperti tertulis di dalam panduan makanan yang saya dapatkan, dan akhirnya pada Oktober 2014, saya sembuh total.

Herbal NagaVit  Exclusif Ulkus Diabetikum    

Adalah Ramuan Herbal Murni Rebus atau Godokan untuk diminum air rebusannya setiap hari sesuai petunjuk. Ramuan ini dibuat dari bagian-bagian tertentu dengan dosis tertentu dari enam tanaman obat utama unggulan  Sumbawa yaitu kayu kuku naga (Uncaria tomentosa), kayu mea (Hiptage benghalinsis), kayu ksela (Entada scandens), kayu sepang (Caesalpinia sappan), temulawak putih (Curcuma zedoaria), lengkuwas (Alpinia galanga), dan didukung bahan-bahan lain yang dipilih dari ratusan tanaman obat unggulan Sumbawa. Racikan dan dosis dibuat sesuai dengan kondisi penyakit intinya dan komplikasi-komplikasi penyakitnya sehingga ramuan ini bersifat exclusif untuk individu yang bersangkutan, dan tidak dapat dikonsumsi oleh orang lain walaupun sama-sama menderita penyakit yang sama. Penggunaan ramuan rebus minum harus didukung oleh kekuatan mental spritual, pola hidup sehat, dan pola makan sehat.

Konsultasi: Silahkan hubungi kami