DAERAH OPERASI 3 CIREBON


STRUKTUR &  TATA LAKSANA ORGANISASI

Daerah Operasi (DAOP) 3 Cirebon adalah satuan organisasi di lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api (Persero) dipimpin oleh seorang Kepala Daerah Operasi (KADAOP) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api (Persero)

Wilayah Kerja dan Batas Wilayah. 


Lintas beroperasi.
  • Batas Barat DAOP 3 Cirebon dengan DAOP 1 Jakarta terletak pada KM 85+400 antara Cikampek - Tanjungrasa pada Lintas Cikampek - Cirebon.
  • Batas Timur DAOP 3 Cirebon dengan DAOP 4 Semarang pada KM 150+740 antara Tegal - Brebes pada lintas Tegal - Cirebon.
  • Batas Selatan DAOP 3 Cirebon dengan DAOP 5 Purwokerto pada KM 287+930 antara Songgom - Prupuk pada lintas Cirebon - Prupuk.
Lintas tidak beroperasi.
  • Lintas Cirebon - Kadipaten dari KM 0+000 s/d KM 48+824.
  • Lintas Cirebon - Cirebonpelabuhan dari KM 0+000 s/d KM 2+300.
  • Lintas Cirebonprujakan - Kegiren dari KM 0+000 s/d KM 0+750. 
  • Lintas Jatibarang - Indramayu dari KM 0+700 s/d KM 18+752. 
Bagan Struktur Organisasi Daerah Operasi 3 Cirebon. (under-contruction)

TUGAS POKOK
  • menyelenggarakan pengusahaan angkutan kereta api.
  • merumuskan dan menyusun program pembinaan angkutan penumpang dan / atau barang.
  • pengendalian pelaksanaan angkutan penumpang dan / atau barang di wilayah Daerah Operasi. 
FUNGSI
  • Pengelolaan sumber daya manusia (SDM), administrasi kerumahtanggaan dan umum, pertimbangan dan bantuan hukum, serta pengujian, pengendalian dan pembinaan hygiene perusahaan, kesehatan (HIPERKES) dan keselamatan kerja.
  • Pendayagunaan keuangan, serta pelaksanaan dan pembinaan anggaran dan akuntansi.
  • Pemeriksaan kas daerah. 
  • Pelaksanaan hubungan masyarakat di daerah.
  • Pemeliharaan dan pengendalian jalan rel dan jembatan.
  • Pelaksanaan dan pengendalian operasi dan pemasaran.
  • Pemeliharaan dan pengendalian sinyal, telekomunikasi dan listrik umum.
Daerah Operasi 3 Cirebon terdiri dari :

TATA LAKSANA
  • Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Daerah Operasi dibantu para Kepala Seksi, Pemeriksa Kas Daerah, HUMASDA dan para Kepala UPT wajib menerapkan prinsip-prinsip koordinasi, konsolidasi, integrasi, sinkronisasi dan komunikasi pada satuan organisasi masing-masing dalam lingkup Daerah Operasi dan dengan satuan organisasi lain di dalam dan di luar PT Kereta Api (Persero). 
  • Setiap pemimpin satuan organisasi di dalam lingkungan PT. KERETA API (Persero) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing, serta berkewajiban memberikan bimbingan. pengarahan dan keteladanan bagi bawahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas. 
  • Setiap pemimpin satuan organisasi berkewajiban untuk selalu mengikuti dan mentaati petunjuk pelaksanaan teknis, prosedur kerja, reglemen (peraturan dinas) dan peraturan umum vang berlaku, bertanggung jawab kepada atasan masing-masing, serta selalu menyampaikan laporan berkala kepada atasanya secara tepat waktu. 
  • Setiap laporan yang diterima dari pemimpin satuan organisasi di bawahnya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut, pemberian pengarahan kepada bawahan dan bahan untuk melaksanakan kelancaran pekerjaan. 
  • Para Kepala Seksi, Pemeriksa Kas Daerah, HUMASDA dan Kepala UPT menyampaikan laporan kepada Kepala Daerah Operasi berdasarkan laporan yang diterima dari para bawahan untuk selanjutnya Kepala Daerah Operasi menyusun laporan berkala tentang Kegiatan Daerah Operasi. 
  • Dalam menyampaikan laporan kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan kepada Kepala Satuan Organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. 
  • Dalam melaksanakan tugas pokoknya para Kepala Satuan Organisasi wajib berpedoman kepada uraian jabatan (Job Description) dan peraturan-peraturan yang masih berlaku.

Comments