Kado Istimewa Natal (3) 


KADO ISTIMEWA NATAL (3)


 Saumiman Saud



            Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9:5)

            Sudah pasti setiap orang senang menerima mendapat kado, sebab selain diperoleh secara cuma-cuma, maka kado itu sendiri mempunyai arti khusus. Hal itu terjadi terutama bagi kami yang perantauan,  katakanlah sekolah di propinsi atau pulau lain. Di Malang, tatkala kami masih kuliah dulu juga sering mengharapkan perhatian semacam itu, maklum jauh dari sanak famili. Kadang pada waktu Hari Ulang Tahun kita, ada banyak teman-teman yang mencurahkan perhatiannya, baik melalui kartu ucapan atau kado-kado kecil atau buku-buku, kita merasa sangat senang sekali. Bukan masalah harganya, tetapi yang penting perhatiannya.


            Memang cara bergaul seorang dengan yang lain berbeda, sehingga kadang juga timbul rasa iri, mengapa ketika si dia ulang tahun kadonya banyak dan ucapan selamatnya juga banyak, lalu mengapa tatkala saya berulang tahun kadonya cuma satu, ucapan selamatnya hanya dua, itu pun keesokan hari baru disampaikan. Tidak banyak orang yang mengetahui hari ulang tahun saya, karena memang saya boleh dibilang tidak pernah merayakan ulang tahun. Terlalu sering hari itu dilewatkan begitu saja, kadang saya sendiri lupa bahwa tanggal tersebut adalah hari ulang tahun saya; jadi tidak perlu mengkomplain supaya orang lain mengingatnya, wong sendiri saja lupa.

 

            Yang sangat berkesan bagi saya adalah tahun 2005 ini, tatkala saya harus menunggu visa dan tiket pesawat yang cukup lama di Surabaya untuk kembali ke Amerika,  pada waktu itu jatuh tanggal hari ulang tahun saya, sehingga ada beberapa anggota jemaat yang dulu pernah saya layani secara diam-diam merancang perayaannya. Ternyata cukup berkesan  kalau merayakan ulang tahun itu, kita seakan-akan menjadi pusat perhatian pada hari itu ditambah lagi mendapat banyak kado. 


            Mungkin Natal kali ini anda juga bakal mendapat banyak kado, entah itu dari sang kekasih, sahabat, anak-anak atau dari orang-orang yang dekat dengan anda. Tentu anda akan merasa senang. Nah kado-kado yang kita terima dari orang lain atau yang kita berikan merupakan kado yang mempunyai sifat ketahanan sementara. Kalau itu berupa jam tangan mungkin 3 atau 4 tahun sudah rusak, kalau itu berupa pakaian mungkin tahun depan sudah ketinggalan model, kalau itu berupa uang, mungkin kita segera pakai dan habis, apalagi berupa makanan langsungnya saja ludes ke perut. Tentu berbeda dengan kado yang disediakan Tuhan Allah buat kita. Kado yang nilainya abadi, ia tidak pernah lenyap.

            Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa, sebenarnya ditetapkan bahwa saat itu telah terjadi putus hubungan antara Allah dengan manusia. Jadi dengan lain kata manusia itu tidak mempunyai pengharapan lagi. Semestinya manusia itu mati, dan benar manusia itu mati dalam arti rohani terlepas dari Allah yang kekal. Namun Allah itu rupanya tidak melawan kodrat ilahi-Nya, Ia tetap mengasihi umat ciptaanNya, sehinga Ia membuat proyek besar untuk menyelamatkan umat manusia itu. Cara satu-satunya mengirim anak Tunggal-Nya ke dunia ini yakni Yesus Kristus. Anak TunggalNya itu harus mati untuk menebus dosa-dosa kita, dan ini merupakan kado buat kita.

            Kado semacam ini tidak mungkin dibeli dan dibayar, harganya melebihi intan berlian, melebihi segala kekayaan kita, melebihi segala kecantikan kita dan melebihi nyawa kita. Harganya melebihi segala-galanya yang ada di dunia ini. Tentu ini sebuah Kado yang Istimewam bukan? Sehingga saya harus mengulang beberpa kali  memberitahukan anda. Karenai begitu berharganya sehingga satu-satunya cara untuk mendapatkan Kado itu  diberikan secara cuma-cuma.