BERBAGI INFO‎ > ‎

PASTIKAN SEMUA PKB HANYA MILIK ANDA

Used Car

Feature

Senin, 22 April 2013

Pastikan Semua PKB Hanya Milik Anda

By : Dwi Wahyu R.




Erwin kaget bukan kepalang melihat nominal Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang mesti dibayarnya tahun ini mengalami kenaikan drastis. Menurut penjelasan dari petugas Samsat, Honda CR-V 2.4 miliknya terdaftar sebagai kendaraan ke-4 sehingga terkena pajak progresif sebesar 4%. “Padahal ini cuma satu-satunya mobil yang saya miliki sekarang,” ujar karyawan swasta di bilangan Sudirman ini.

Kebingungan berlanjut kala petugas menyodorkan data komputer. Di sana tercantum jelas bahwa CR-V itu merupakan mobil ke-4 miliknya. “Tiga mobil yang pertama memang dulu milik saya, tapi sudah lama dijual.Kenapa masih terdaftar sebagai milik saya?” tanya pria jangkung berkacamata minus ini dengan bingung.

Penjelasannya gampang. Hal ini terjadi karena pembeli ketiga mobil milik Erwin terdahulu belum melakukan proses balik nama. STNK dan BPKB ketiga mobil itu masih atas nama Erwin, belum diubah datanya dengan nama pemilik baru. Sehingga database komputer Dispenda masih mencatat Erwin sebagaipemiliknya.

Tanpa pajak progresif, Erwin diharuskan membayar pajak dengan besaran normal, atau 1,5% dari NJKB (Nilai Jual Kendaran Bermotor). Seperti Anda ketahui, kepemilikan kendaraan bermotor yang terkena pajak berlapis ini didasarkan atas nama dan/atau alamat yang sama.

Dengan begitu otomatis CR-V milik Erwin terdaftar sebagai mobil ke-4 dengan pajak progresif sebesar 4% dari NJKB.

Sebagai informasi,penentuan urutan kepemilikan bermotor di Dispenda adalah berdasarkan waktu pendaftaran kendaraan (baru atau balik nama) di Samsat yang dilakukan pemilik kendaraan. Data inilah yang dijadikan acuan pengenaan pajak progresif terhadap satu kendaraan.

BLOKIR PKB
Untuk mengatasi hal ini caranya mudah saja. Anda tinggal memberitahu pihak Dispenda di kantor Samsat bahwa telah terjadi pelepasan dan penyerahan hak kepemilikan kendaraan bermotor tersebut. Bahasa populernya, blokir PKB.

“Ada atau tidak ada pajak progresif, seharusnya setelah mobil dijual atau pindah tangan, pemilik kendaraan mesti memberitahu Dispenda di Samsat bahwa mobil itu bukan miliknya lagi,” jelas M. Rizal, staff BBN II Samsat Jakarta Selatan.

Blokir PKB ini bahasa gampangnya adalah Anda menyatakan dengan resmi kepada Dispenda bahwa mobil ini sudah bukan milik Anda lagi. Kepemilikannya sudah diserahkan atau dilepaskan ke orang lain. “Dengan begitu tanggungan pajaknya bukan ada pada diri Anda lagi, tapi beralih ke pemilik baru,” sambung Rizal.

Begitu permohonan blokir selesai diproses, Dispenda akan menghapus kepemilikan mobil tersebut dari diri Anda. Dengan kata lain Anda tak lagi memiliki kewajiban membayar PKB atas mobil tersebut karena telahterjadi pelepasan hak kepemilikan.

Langkah ini memberi konsekuensi kepada pemilik baru. Ia tak bisa membayar PKB (perpanjangan STNK) kecuali sudah melakukan proses balik nama. Setelah STNK dan BPKB mobil itu dibalik nama oleh pemilik baru, blokir otomatis hilang. “Balik nama itu sudah menjadi kewajiban bila Anda membeli kendaraanseken,” kata Rizal lagi.

Soalnya saat pemilik baru melakukan balik nama, Dispenda akan memperbarui identitas pemilik kendaraan tersebut. Di sini akan dimasukkan nama, alamat dan data pribadi pemilik baru yang bertanggungjawab membayar pajak kendaraan bermotor tersebut.

Syarat blokir PKB
  1. Surat pelepasan dan penyerahan hak kepemilikan dan/ atau penguasaan kendaraan bermotor (disediakan di Samsat).
     
  2. Materai Rp 6.000.

  3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

  4. Fotokopi Kartu Keluarga.
 Proses blokir PKB  
  1. Lengkapi persyaratan yang diminta.

  2. Datang ke Samsat tempat kendaraan terdaftar.

  3. Datang ke loket Tata Usaha Dispenda atau dulu dikenal dengan bagian P2 (Pendataan dan Penatausahaan).

  4. Mengisi form surat pelepasan dan penyerahan hak kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor yang disediakan di Samsat.

  5. Data yang mesti diisi dalam form itu adalah nomor polisi mobil, merk/tipe,  tahun pembuatan, tanggal/tahun pelepasan serta pencantuman status  “dijual” atau “sudah dijual” di kolom keterangan.

  6. Kalau ada lebih dari 1 mobil yang diblokir PKB-nya, cantumkan saja di form tersebut. Bila kurang minta lagi surat itu.

  7. Setelah selesai tempelkan materai Rp 6.000 dan beri tanda tangan di atasnya. Jangan lupa cantumkan nama jelas Anda.

  8. Serahkan surat itu bersama dengan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

Mencari data kepemilikan mobil

Untuk mengetahui data mobil-mobil yang terdaftar atas nama diri Anda caranya sangat gampang. Anda tinggal datang ke Samsat, tepatnya kebagian loket Tata Usaha Dispenda. Katakan kepada petugas maksud Anda sambil menunjukkan STNK kendaraan yang dimiliki saat ini.

Petugas akan meng-input nomor kendaraan yang tertera di STNK lalu komputer akan menampilkan data kepemilikan kendaraan bermotor atas nama Anda. Data tersebut akan disampaikan dalam bentuk print di atas kertas putih.

“Tinggal input nomor kendaraan atau nama pemilik ke komputer kami, maka akan langsung ketahuan mobil apa saja yang terdaftar atas dirinya berikut urutan waktu kepemilikannya,” lanjut Rizal.

 
Blokir PKB untuk keamanan

Pemblokiran PKB menjadi ramai sejak pemberlakuan pajak progresif pada Januari 2011. Di Samsat Jakarta Selatan kini rata-rata ada 100 permohonan pemblokiran PKB. “Padahal dulu sebelum ada pajak progresif, sehari saja belum tentu ada satu permohonan,” terang Rizal.

Ada atau tidak ada pajak progresif, pemblokiran PKB seharusnya dilakukan bila kendaraan atas nama Anda sudah dijual atau pindah tangan. Ini demi alasan keamanan.

Bayangkan bila kendaraan bekas milik Anda digunakan pemilik baru untuk aksi kejahatan. Oleh karena ia terdaftar atas nama Anda, maka polisi terlebih dahulu mencari Anda. Pasalnya, nama Anda yang terdaftar memiliki mobil tersebut, bukan pemilik baru.
 
AUTOBILD
Comments