Koleksi Soal Ujian

SOAL UJIAN MATRIKULASI PENGANTAR BISNIS (Manajemen Pemasaran)

diposkan pada tanggal 30 Des 2009 23.05 oleh Web Admin

SOAL UJIAN MATRIKULASI

PENGANTAR BISNIS (Manajemen Pemasaran)

Alit Suryani.S.E.,M.Kes.

 

Open Book.

Trend pemasaran dewasa ini mengadopsi teori Profit without Product yang diadaptasi dari praktek pemasaran dalam meningkatkan profit perusahaan. Teori ini mengatakan, bahwa perusahaan mulai memberi sentuhan services secara signifikan dalam penciptaan profit mereka. Ambil contoh, dealer mobil misalnya tidak hanya menjual unit mobil saja, tapi melengkapinya dengan model pembiayaan, after sales yang terstruktur, dan bahkan ada yang melengkapinya dengan club dimana masyarakat mengenal misalnya Harley Davidson Club, Slankers Club, dan lain sebagainya.

Dalam perspektif itu, berikut ini ada enam cara (Hanan,1992) yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan dalam mengadopsi services untuk meningkatkan volume penjualan dan profitabilitas usaha mereka, diantaranya :

1.      Mengemas ulang produk menjadi suatu solusi system.

Dari pada hanya menjual produk - IBM, Ford, Nokia, Gold Star – perusahaan dapat mengkaitkan produk itu ke dalam perusahaan jasa yang lebih memenuhi kebutuhan pelanggan. Jasa seperti itu telah menjadi faktor besar perubah penjualan. IBM membantu perusahaan mengembangkan, mengimplementasikan, dan memelihara sistem komputer yang mencakup solusi. Adopsi services seperti ini telah meningkatkan 25% penjualan.

2.      Mengemas jasa internal perusahaan menjadi jasa eksternal yang dapat dijual.

Kemampuan internal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dapat dijual dengan perusahaan lain dengan menempelkan pada produk mereka. Xerok misalnya, menyelenggarakan pengembangan wiraniaga melalui sistem pelatihan yang teratur, intensif dan baik. Selanjutnya, meluncurkan Xerok Learning System untuk menjual penjualan kepada perusahaan lain. Ini juga dilakukan oleh Sampoerna Group.

3.      Memberikan jasa kepada perusahaan lain dengan memanfaatkan fasilitas fisik perusahaan.

Perusahaan yang mengelola suatu fasilitas fisik sering menemukan bahwa mereka dapat menjual jasa fasilitas itu kepada perusahaan lain. PT.Garuda Indonesia, misalnya dapat memberi layanan pemeliharaan serta overhaul di hanggar armadanya kepada perusahaan lain yang mengoperasikan pesawat terbang perusahaan.

4.      Menawarkan untuk mengelola fasilitas fisik perusahaan lain.

Xerok dalam rangka melakukan perubahan diri dari pembuat mesin photo copy, kini menjalankan departement surat menyurat secara penuh dan mengirimkan jutaan dokumen ke seluruh dunia. Xerox Business Services ini merupakan perpanjangan tangan Xerok dan telah meraih award di bidang jasa.

5.      Menjual Jasa Keuangan.

Sebagian besar perusahaan menemukan gagasan bahwa mereka bisa mendapatkan laba dari pembiayaan pembelian pelanggan. Bahkan hasil tersebut telah menjadi profit centre yang signifikan. Di Jerman, raksasa elektronik Siemens memperoleh penghasilan dari bunga sama banyaknya dengan pendapatan dari operasi manufakturnya. Saat ini, perusahaan itu membangun bank untuk kepentingan sendiri, Siemen Financial Services dengan mengubah divisi keuangan perusahaan itu dari pusat pengeluaran biaya menjadi pusat laba.

6.      Bergerak ke Jasa Distribusi.

Perusahaan manufaktur dapat memiliki dan mengoperasikan toko eceran untuk produk mereka. Indomart, atau Indomarco merupakan salah satu bagian dari perusahaan yang lari ke usaha semacam itu. Kini ada dikembangkan Sony Galery yang dirancang untuk meningkatkan citra Sony, sekaligus menjual produknya sendiri.

 

Pertanyaan Kasus :

  1. Cari contoh atau sample, satu perusahaan (bisa ditempat usaha anda) yang telah mengadopsi salah satu atau lebih, konsep teori Profit without Product di dalam meningkatkan profit bisnisnya.
  2. Konsep yang manakah diantara enam pendekatan konsep Profit without Product yang diadopsi oleh perusahaan tersebut ?
  3. Berikan ulasan lengkap bagaimana aplikasi konsep Profit without Product tersebut diaplikasikan oleh perusahaan.

1-1 of 1