Produksi Tuna Kaleng Dunia

canned tuna sized

Dengan semakin populernya konsumsi tuna kaleng di seluruh dunia, maka negara-negara penghasil tuna pun semakin berlomba-lomba untuk meningkatkan produksi tuna kaleng-nya. Baik dalam bentuk produk kovensional; seperti tuna kaleng dalam minyak nabati (minyak kedelai, minyak biji bunga matahari), tuna kaleng dalam air garam, tuna kaleng dalam air (spring water, rendah garam). Ataupun dalam bentuk yang memiliki nilai tambah (value added tuna), seperti tuna dalam kemasan pouch, tuna kaleng dalam bumbu (nasi goreng, chili – cabe pedas, mayonnaise) dan lain-lain.

Di tahun 2011 diperkirakan konsumsi tuna dunia bisa mencapai 200 juta karton per tahun (48 kaleng/karton). Tuna kaleng sebanyak 200 juta karton ini diproduksi dalam berbagai ukuran tuna kaleng oleh banyak negara dari berbagai wilayah, meliputi Asia, Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika dan lain-lain.

Perkiraan jumlah produksi tuna kaleng dari berbagai wilayah (2010):

Wilayah

Produksi Tuna

Impor

Ekspor

Asia

92 juta karton

7 juta karton

76 juta karton

Eropa

28 juta karton

61 juta karton

14 juta karton

Amerika Utara

30 juta karton

20 juta karton

-

Australia

-

4 juta karton

-

Afrika

10 juta karton

3 juta karton

10 juta karton

Amerika Latin

25 juta karton

4 juta karton

17 juta karton

 

Perkiraan jumlah produksi tuna dari beberapa negara utama penghasil tuna (2010):

Negara

Produksi Tuna

Impor

Ekspor

Thailand

55 juta karton

-

55 juta karton

Filipina

10 juta karton

-

7 juta karton

Indonesia

8.2 juta karton

-

8 juta karton

Spanyol

16 juta karton

10 juta karton

10 juta karton

Prancis

5 juta karton

7 juta karton

1.5 juta karton

Amerika Serikat

25 juta karton

20 juta karton

-

Ekuador

14 juta karton

-

10 juta karton

Indonesia dengan potensi hasil perikanan dan kelautan yang melimpah harus segera membenahi diri agar bisa menjadi salah satu penghasil sumber daya perikanan yang utama. Dari data jumlah produksi tuna kaleng di atas terlihat secara mencolok bahwa Thailand yang lautannya relatif tidak menghasilkan tuna, ternyata jumlah ekspor tuna kalengnya mencapai lebih dari 25% konsumsi tuna kaleng dunia. Sedangkan Indonesia dengan sumber daya ikan tuna tuna melimpah jumlah ekspor tuna kalengnya hanya mencapai sekitar 4% dari konsumsi tuna dunia.

Indonesia dengan sumber daya perikanan dan kelautan yang melimpah harus segera berbenah diri agar bisa menjadi salah satu negara pengekspor tuna kaleng khususnya, dan hasil perikanan lain yang utama