Konsumsi Tuna Kaleng Dunia

canned tuna

Tuna kaleng pertama kali diproduksi tahun 1903, dan sejak itu menjadi salah satu makanan yang paling populer di dunia. Di tahun 2009, konsumsi tuna kaleng dunia telah mencapai 180 juta karton per tahun, jumlah ini masih terus bertambah tiap tahunnya. Diperkirakan konsumsi ikan tuna ini bisa mencapai 200 juta karton di tahun 2011 ataupun 2012. Umumnya satu karton tuna kaleng terdiri dari 48 kaleng tuna ukuran retail.

Negara konsumen tuna kaleng utama (data tahun 2009):

Daerah / Negara

Jumlah Konsumsi

Eropa

75 juta karton / tahun

Amerika Serikat

45 juta karton / tahun

Timur Tengah

15 juta karton / tahun

Meksiko

10 juta karton / tahun

Jepang

10 juta karton/ tahun

Korea Selatan

8 juta karton / tahun

Australia

4 juta karton / tahun

Kanada

3 juta karton / tahun


Konsumsi tuna kaleng memang sangat luar biasa. Sebagian besar tangkapan ikan tuna yang mencapai empat juta ton per tahun digunakan untuk industri tuna kaleng, selain untuk produk makanan lainnya seperti sashimi, dimasak langsung dan lain-lain.

Umumnya tuna kaleng dikonsumsi dalam bentuk sandwich dengan roti ataupun sebagai salad. Namun selain itu banyak juga menu-menu masakan dengan bahan baku utama tuna kaleng ini.

Tuna kaleng umumnya dikemas bersama minyak nabati (minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak zaitun dan lain-lain). Namun sekarang tuna kaleng yang dikemas dalam air garam (brine) ataupun air (spring water) menjadi semakin populer. Hal ini terutama disebabkan karena isu kesehatan untuk mengurangi konsumsi minyak/lemak (diet minyak). Selain itu sebagian tuna kaleng juga dikemas dalam berbagai macam bumbu ataupun saus.

Dalam kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin sibuk, tuna kaleng merupakan salah satu pilihan makanan praktis yang menyehatkan dan bergizi tinggi. Selain memiliki kandungan protein yang tinggi (mencapai 29 gram / 100 gram), juga memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang sangat berguna untuk kesehatan jantung dan meningkatkan fungsi otak.

Indonesia yang memiliki potensi sumber kelautan yang melimpah, ternyata produksi tuna kaleng-nya baru mencapai sekitar 2% dari total konsumsi tuna kaleng di dunia. Masih banyak ikan tuna yang diekspor ke luar negeri secara utuh untuk keperluan industri tuna kaleng di luar negeri. Alangkah baiknya bila kita bisa meningkatkan porsi jumlah produksi tuna kaleng sehingga bisa memberi nilai tambah atas potensi ikan tuna yang dihasilkan oleh perairan kita.