Jenis-Jenis Tuna Kaleng

Jenis-jenis Tuna Kaleng

Dewasa ini jenis-jenis tuna kaleng sangatlah bervariasi, dari yang biasa dan konvesional sampai dengan yang memiliki value added (nilai tambah berupa variasi berbagai jenis bumbu masakan lokal, seperti tuna nasi goreng, tuna rica-rica dan lain-lain).

Walaupun dewasa ini perkembangan tuna kaleng value added sangatlah pesat, namun tuna kaleng jenis konvensional masih tetap yang paling dominan. Tuna kaleng konvesional ini telah berkembang sejak awal adanya produksi tuna kaleng (tahun 1903).

Secara umum, dari segi appearance (rupa/bentuk) jenis-jenis tuna kaleng konvensional adalah sebagai berikut:

  • Tuna Solid
  • Tuna Chunks
  • Tuna Flakes
  • (Tuna Shredded)

Tuna solid memiliki posisi tuna kaleng yang paling premium, yaitu daging tuna yang utuh dan memenuhi seluruh penampang kemasan kaleng-nya. Dari segi harga, tuna solid umumnya adalah yang paling tinggi.

Tuna chunk berada di urutan kedua setelah tuna solid. Penampakannya berupa beberapa potongan (bongkah) daging tuna dalam tuna kaleng. Sela-selah antara potongan daging tuna tersebut diisi serpihan-serpihan (flake) daging tuna.

Posisi selanjutnya adalah tuna flakes, yaitu berupa serpihan-serpihan daging tuna di dalam kaleng. Ukuran serpihan tuna ini bervariasi, dari sekitar 2 cm sampai dengan 0.5 cm. Semakin besar ukuran serpihannya, harganya pun semakin mahal.

Tuna shredded memiliki posisi yang terakhir, berisi serpihan-serpihan daging tuna yang relatif lembut (kurang dari 0.5 cm). Tuna shredded ini terkadang dimasukkan dalam golongan tuna flakes, karena isinya masih berupa serpihan daging tuna.

Variasi appearance tuna konvensional di atas diaplikasikan pada berbagai jenis ikan tunanya, seperti tuna cakalang, yellowfin, albakor, bonito (tongkol) dan lain-lain. Selain itu, media pengisi-nya juga bervariasi dari mulai minyak kedelai (soybean oil), minyak biji bunga matahari (sunflower oil), minyak zaitun (olive oil), air garam (brine) ataupun air biasa (spring water).