Tuna

Ikan Tuna merupakan salah satu ikan laut yang memiliki arti komersial sangat penting di dunia. Ikan tuna merupakan salah satu komoditi internasional yang diperdagangkan antara negara-negara di dunia. Sama seperti komoditi internasional lainnya, misalnya minyak bumi, gandum, jagung, beras, kacang kedelai dan lain-lain.

Perdagangan ikan tuna sangat meluas di seluruh dunia, baik dalam bentuk perdagangan ikan tunanya sendiri (beku ataupun segar) ataupun produk-produk olahan tuna lainnya, seperti makanan kaleng (tuna kaleng, canned tuna), sashimi dan lain-lain.

Ikan tuna merupakan salah satu sumber protein hewani dari lautan yang sangat penting. Jumlah konsumsi tuna kaleng di dunia sangatlah besar. Di Amerika Serikat sendiri konsumsi tuna kaleng mencapai 50 juta karton (case) per tahun. Jumlah tuna kaleng per karton umumnya adalah 48 kaleng/karton. Disusul oleh negara Jepang, negara-negara Eropa Barat dan Eropa Timur, Timur Tengah dan lain-lain.

Saking penting dan luasnya konsumsi tuna kaleng, ada beberapa perusahaan tuna kaleng yang mengasosiasikan ikan tuna sebagai ayam dari laut, yaitu dengan menggunakan merk dagang seperti Chicken of The Sea (Amerika Serikat) ataupun Sea Chicken (Jepang).

Ikan tuna sendiri adalah ikan laut dari famili Scombridae yang terdiri dari beberapa species terutama dari genus Thunnus. Panjang ikan tuna bervariasi dari sekitar 25 cm sampai dengan sekitar 2 meter.

Tangkapan ikan tuna yang utama:

  • Ikan cakalang (Skipjack, Katsuwonus pelamis) yang mencapai 60% dari total seluruh tangkapan di dunia
  • Urutan kedua terbanyak adalah ikan madihiang / tuna jabrig (Yellow Fin, Thunnus albacares) 24%
  • Selanjutnya adalah Big Eye / Mata Besar sebanyak 10%
  • Kemudian ikan albakor / Albacore sekitar 5%
  • Sisa tangkapan ikan tuna yang lain terdiri dari berbagai jenis, misalnya ikan tuna sirip biru, tongol, bonito (tongkol) dan lain-lain.

Dengan semakin banyaknya penangkapan ikan tuna di seluruh dunia yang mencapai 4 juta ton / tahun, mulai ada gerakan untuk mempertahankan keberlangsungan populasi ikan tuna (sustainability). Banyak negara konsumen produk ikan tuna, terutama di Eropa, mulai memperhatikan isu keberlangsungan ikan tuna ini, yaitu mereka hanya akan menerima produk ikan tuna yang telah dilengkapi dokumen jaminan sustainability. Yaitu dokumen yang menyatakan bahwa penangkapan ikan tuna tersebut telah mengikuti peraturan yang tidak membahayakan populasi ikan tuna, misalnya jaring yang dipakai tidak akan menangkap ikan tuna yang masih kecil (baby tuna).

Daerah tangkapan ikan tuna meliputi hampir seluruh lautan dunia, seperti lautan Pasifik, lautan Hindia, lautan Atlantik dan Laut Tengah. Untuk penangkapan tuna di Indonesia meliputi perairan Indonesia Timur seperti perairan Maluku, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara dan juga lautan Hindia di sebelah selatan Pulau Jawa.