Main Web

Site owners

  • Administrator Jabar Cyber Koperasi
  • Al Hijaz Farabi

Page authors

  • Administrator Jabar Cyber Koperasi
    January 20, 2013

Kabupaten Tasikmalaya


SEKILAS KABUPATEN TASIKMALAYA


Kontributor Data :
Galih Eka N, SE

Kondisi perekonomian makro Kabupaten Tasikmalaya mengalami pertumbuhan pada kurun waktu tahun 2006-2009, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan LPE sebesar 4,01% pada tahun 2006 menjadi 4,13% pada tahun 2009. Menurut Bank Indonesia (2007), peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri, konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi.

Hal yang juga mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflasi. Inflasi pada tahun 2009 tercatat sebesar 4,17%, turun dari 12,07% pada tahun 2008. Angka inflasi ini merupakan inflasi Kota Tasikmalaya yang merupakan rujukan dari inflasi di daerah Priangan Timur. Inflasi yang tinggi pada tahun 2008 disebabkan oleh kenaikan harga sektor pangan.

Sektor pertanian sebagai sektor penyedia lapangan kerja Kabupaten Tasikmalaya terbesar, yaitu sekitar 43,22% kesempatan kerja berasal dari sektor pertanian, diikuti perdagangan 24,75 %, dan jasa-jasa 11,08 %. Sektor pertanian merupakan penyedia utama kebutuhan pangan masyarakat yang merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia. Sektor pertanian juga menyediakan pasar yang sangat besar untuk produk manufaktur karena jumlah penduduk perdesaan yang besar dan terus mengalami peningkatan.

Dengan demikian, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah perdesaan melalui peningkatan pendapatan mereka yang bekerja di sektor pertanian. Komoditas unggulan sektor pertanian Kabupaten Tasikmalaya yang sudah berorientasi ekspor antara lain: Padi Organik (SRI) dengan sentra di 7 (tujuh) Kecamatan. (Sukaresik, Cisayong, Sukaraja, Manonjaya, Cineam, Sukahening dan Salawu), Manggis dengan sentra di Puspahiang, Mendong dan Golok Galonggong Manonjaya. Sedangkan pada sektor industri adalah kerajinan dengan sentra di Rajapolah dan bordir dengan sentra di Sukaraja.


JUMLAH KOPERASI KABUPATEN TASIKMALAYA



Jumlah Koperasi Aktif
354 Unit

Jumlah Koperasi Tidak Aktif
338 Unit

Jumlah Total Koperasi
692 Unit








REKAPITULASI KERAGAAN KOPERASI BERDASARKAN INDIKATOR KELEMBAGAAN





REKAPITULASI KERAGAAN KOPERASI BERDASARKAN INDIKATOR USAHA


Modal Sendiri
Rp. 130,522,468.000

Modal Luar
Rp. 153,644,055.000

Volume Usaha
Rp. 156,403,794.000

Asset
Rp. 288,563,217.000

SHU
Rp. 4,396,694.000
*Dalam Milyar (Rp.000)
Č
Ċ
Administrator Jabar Cyber Koperasi,
Jan 9, 2013, 6:01 AM
Comments