Sertifikasi

Skema sertifikasi sebagai kampanye penyadaran bagi produsen dan konsumen

Setiap konsumen tentunya mengharapkan produk yang baik, tidak hanya dilihat dari tampilan fisiknya, namun yang juga baik dalam proses pembuatan hingga produk tersebut siap untuk dikonsumsi. Sayangnya, saat ini masih banyak konsumen yang belum mengetahui apakah suatu produk yang dikonsumsinya itu baik atau tidak. Selain hal ini disebabkan oleh kesadaran konsumen yang masih rendah dalam memilih produk yang baik - misalnya pada produk tahu dan tempe, mayoritas konsumen masih belum mengetahui seperti apa tahu yang berformalin itu. atau seperti  apa tempe yang menggunakan pewarna, ini juga disebabkan karena saat ini masih banyak produsen tahu maupun tempe yang berproduksi dengan cara-cara yang menyalahi aturan kesehatan, padahal dalam UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa “konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang”.

Bagaimana menjamin kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang tentulah bukan pekerjaan yang dibebankan hanya kepada produsen maupun konsumen, peran ini juga merupakan tanggung jawab pemerintah, lembaga-lembaga swasta dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia guna mewujudkan produk pangan yang sehat, higienis dan ramah lingkungan.

Produsen selaku pihak yang paling utama dalam memproduksi barang, dituntut untuk dapat berproduksi sesuai dengan standar keamanan pangan, dan memberikan informasi yang jelas bagi konsumen mengenai kandungan dalam produknya. Disisi lain konsumen juga harus lebih teliti dan lebih mengetahui mengenai kandungan produk yang ia konsumsi, terlebih jika produk pangan tersebut merupakan pangan yang sering dikonsumsi, dan terakhir lembaga pengawasan seperti lembaga pemerintah, non pemerintah harus dapat mengawasi dan menindak pelaku usaha yang nakal.

Program Switch Asia yang dilaksanakan Mercy Corps dengan dukungan dari European Commission mendorong adanya produksi yang berkelanjutan dan konsumsi pangan yang sehat, sehingga berdampak baik terhadap meningkatknya permintaan produksi tahu dan tempe yang higienis dan ramah lingkungan. Melalui program Switch, skema sertifikasi yang diterapkan dalam produk tahu dan tempe diharapkan dapat memberikan penyadaran dan informasi bagi produsen maupun konsumen. Produsen selaku pihak yang telah memproduksi secara bersih, higienis dan ramah lingkungan, akan lebih mudah dikenali produknya sebagai produk sehat, higienis dan aman di konsumsi, sebaliknya, konsumen sebagai pihak yang menikmati produk, dapat dengan tenang dan aman mengkonsumsi makanan yang sehat. Konsumen pun dapat mengetahui dengan benar kandungan produk yang ia konsumsi dan bagaimana produk tersebut dihasilkan.

Dengan kerjasama yang erat antara Mercy Corps dan PUPUK bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, sektor swasta dan lembaga konsumen diharapkan dapat tercipta suatu standar produksi dan produk pangan tahu dan tempe yang jelas dan berkelanjutan. (Ana Suryana/htn)