Berita‎ > ‎

Tahu Tempe goes to Campus

diposkan pada tanggal 5 Mei 2014 00.22 oleh Aditya Krisnarwanto

Entrepreneur Product Show 2014 & Talkshow Tahu dan Tempe Pusat Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma mendorong mahasiswa dan mahasiswinya untuk menjadi wirausahawan muda dengan memberikan bantuan permodalan bergulir bagi mahasiswa dan mahasiswi yang tertarik untuk menjalankan usaha dan atau kepada mereka yang sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkan usahanya. Tidak sedikit dari para mahasiswa dan mahasiswinya yang berhasil memajukan usaha dan membuka usahanya. Setiap tahunnya diadakan kegiatan Entrepreneur Product Show , dan untuk kesempatan ini Universitas Gunadarma bekerjasama dengan SCoPe Program Mercy Corps Indonesia mengadakan kegiatan talk show tentang peluang usaha di bidang tahu dan tempe.

Produk tahu dan tempe adalah produk makanan favorit dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Menilik dari besarnya permintaan akan produk tahu dan tempe dan luasnya area pemasaran dari produk tahu dan tempe ini, maka peluang usaha di sektor ini masih sangat terbuka. Yang perlu diperhatikan adalah standar produksi dan mutu/ kualitas produk tahu dan tempe yang harus sudah ditingkatkan dan harus sesuai dengan standar kesehatan pengolahan makanan. Sehingga dapat menciptakan pasar baru dan menjaring konsumen baru untuk produk ini. Pak Sukhaeri ketua KOPTI Kab. Bogor mengatakan : “Tempe dan tahu ini konsumennya cukup banyak, tetapi produk yang sehat dan higienis ini masih langka. Ini adalah kesempatan, peluang yang harus bisa kita ambil”.

Jumlah lapangan pekerjaan semakin lama semakin langka dan berbanding terbalik dengan jumlah pencari kerja. Mahasiswa dituntut untuk mampu membuka lapangan pekerjaan dan menjadi wirausahawan baru.  Namun demikian banyak para pengusaha muda yang patah arang di masa masa awal memulai usahanya. Drs Aris Budi Setyawan, SE, MM mengatakan: “Membuka usaha itu tidak mudah, dibutuhkan mental yang kuat, dibutuhkan ketekunan dan keberanian untuk merugi. Tetapi dari situlah awal keberhasilan seorang wirausahawan.”


Sektor tahu dan tempe bisa dibilang masih kurang diminati oleh kaum muda karena produksinya yang membutuhkan tenaga fisik yang cukup banyak. Namun demikian sebenarnya potensi usaha di bidang ini masih sangat luas. Seperti dikatakan oleh Bpk. Hidayat M. noor seorang praktisi di bidang pengolahan makanan yang banyak melakukan pengembangan dan variasi menu makanan berbasis tahu dan tempe “Tahu dan Tempe ini adalah makanan yang mudah diolah menjadi bentuk makanan yang lain dan mudah diterima oleh lidah masyarakat internasional. Terlebih lagi tahu dan tempe punya nilai gizi yang lebih daripada makanan olahan lain yang biasa kita makan seperti sosis atau makanan sejenisnya tetapi punya rasa yang bisa dibuat mendekati rasa sosis itu sendiri”

Kurang lebih ada 200 mahasiswa dan dosen yang menghadiri kegiatan talk show yang diadakan di Gedung D lantai 6 Universitas Gunadarma Kampus Margonda Depok tanggal 24 April 2014 ini. Sebagian besar mahasiswa menanyakan tentang bagaimana memulai usaha dan menanyakan tentang peluang usaha di bidang tahu dan tempe.

Kegiatan talk show ini ditutup dengan demo memasak menu olahan tahu dan tempe. Ada tiga menu yang didemokan yaitu : 1) nugget tempe, 2) tofu cordon bleu, 3) bajigur tempe. Mahasiswa dan Dosen Gunadarma tidak menyangka bahwa tahu dan tempe dapat diolah menjadi makanan yang lezat dan bisa pula diolah menjadi minuman yang menyegarkan.

Beberapa mahasiswa(i) dan dosen menyatakan minatnya untuk dapat melakukan kegiatan riset dan magang di Rumah Tempe Indonesia untuk mempelajari tentang proses produksi dan managemen usaha Tempe Kita. Beberapa mahasiswi yang lain setelah melihat demo memasak dalam kegiatan ini menyatakan ketertarikannya untuk menjalankan usaha produk olahan tahu dan tempe dan akan segera memulai usahanya dalam waktu dekat ini. 

Comments