Berita‎ > ‎

Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) produsen tahu dan tempe Jakarta Selatan

diposting pada tanggal 4 Mei 2014 21.12 oleh Aditya Krisnarwanto   [ diperbarui5 Mei 2014 00.30 ]

Kesadaran akan pentingnya keamanan industri pangan dan meningkatnya kesadaran produsen makanan akan produksi bersih industri makanan menjadi tuntutan untuk pengembangan industri makanan menuju ke perdagangan bebas asia tahun 2015. Salah satunya untuk sektor tahu dan tempe. Tahu dan tempe adalah makanan yang mudah ditemui di masyarakat umum dan memiliki prospek pasar yang sangat besar.

http://cdn.bisnisukm.com/2014/03/pasar-bebas-asean.jpg

Bila dihitung dari jumlah jumlah penduduk, Indonesia menempati angka terbesar dibandingkan dengan Negara lain ASEAN. dan ini berarti Indonesia akan dibanjiri produk produk dari Negara ASEAN lainnya, karena prospek pasarnya yang begitu besar. Para produsen di tanah air haruslah waspada dengan hal ini. Pada tahun 2015 nanti pasar akan dibanjiri produk produk dengan standar dan kualitas yang beragam dan masyarakat akan diberi kebebasan untuk memilih produk mana yang akan mereka konsumsi. Jangan sampai pasar potensial ini justru diambil oleh pihak luar dan produsen lokal hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Produsen harus mampu bersaing dan menghasilkan produk yang juga diminat oleh konsumen lokal.

http://2.bp.blogspot.com/-xVvYla628hc/UVNOI6pBGzI/AAAAAAAAADI/ljIvuqrlAVA/s1600/Untitled.png

Jakarta selatan adalah salah satu wilayah kerja program SCoPe Mercy corps Indonesia dan di wilayah ini SCoPe bekerjasama dengan KOPTI Jakarta Selatan melakukan kerjasama pengembangan cluster produksi tahu dan tempe yang bersih dan higienis serta sudah melakukan pengolahan terhadap limbahnya. Dan untuk menyempurnakannya diperlukan sertifikasi atas produk yang diproduksi sebagai bukti bahwa produk mereka sudah aman, layak dan memiliki standar keamanan pangan seperti yang sudah disyaratkan oleh pemerintah.

Pada tanggal 30 April 2014 bertempat di SMK 57 Jati Padang, Jakarta Selatan, produsen tahu dan tempe di cluster Tanjung Barat  dan produsen tahu tempe lain di wilayah lain di Jakarta Selatan yang sudah melakukan perubahan pada produksi tahu dan tempenya namun belum memiliki sertifikat P-IRT diundang untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Keamanan Pangan. Total ada 43 orang produsen tahu dan tempe di wilayah Jakarta Selatan menghadiri kegiatan PKP sebagai syarat untuk mendapatkan P-IRT. Ini adalah program Penyuluhan Keamanan Pangan gelombang ke dua yang menyasar pada produsen tahu dan tempe di wilayah Jakarta Selatan yang belum memiliki sertifikat P-IRT. 


Kegiatan PKP ini dipimpin oleh Bpk. Deden Muliadi unit pelaksana SUKU Dinas Kesehatan Jakarta Selatan. Materi yang disampaikan antara lain penerapan konsep higienis dalam proses produksi, pelabelan produk, peraturan-peraturan tentang pengolahan pangan yang berskala home industry, dan lain-lain.

Diharapkan kedepan, banyak pengrajin tahu tempe yang termotivasi untuk menerapkan sertifikasi P-IRT terhadap produk mereka. Sehingga pengrajin tahu tempe ini siap bersaing di pasar bebas asia 2015.


Comments