Edukasi Konsumen‎ > ‎

Serba Serbi


Focus Group Discussion: Media yang Paling Efektif Untuk Membangun Kesadaran Konsumen Terkait Dengan Kegiatan Konsumsi Dan Produksi Berkelanjutan Di Sektor Tempe Tahu.

diposting pada tanggal 20 Jun 2013 03.31 oleh mnursholiqin@id.mercycorps.org   [ diperbarui20 Jun 2013 20.29 ]

Latar Belakang

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sendiri, tempe dan tahu merupakan makanan tradisional yang sangat populer. Kepopuleran tempe dan tahu di Indonesia tersebut ditunjang oleh harganya yang relatif murah, rasanya enak, kandungan gizinya tinggi, memiliki potensi medis, berkhasiat untuk kesehatan, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan makanan.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak banyak masyarakat Indonesia sebagai konsumen mengetahui proses produksi tempe dan tahu serta berbagai kendala yang dihadapi dari sektor produk makanan favorit ini, antara lain seperti kurangnya pengetahuan dan kepedulian lingkungan di kalangan produsen tempe dan tahu itu sendiri, serta keterbatasan modal yang membuat sebagian besar industri ini masih jauh dari aspek higienis dan bersih. Maka tak mengherankan makanan tempe masih sering dianggap sebagai makanan ”nomor dua” –makanan bagi rakyat jelata.

Padahal bila melihat kembali dari segi kesehatan, kandungan gizi tahu dan tempe sangatlah tinggi. Ketika orang membicarakan tentang manfaat dari mengkonsumsi tempe misalnya, orang tidak dapat menolak betapa besar khasiat dari produk tersebut. Tempe misalnya, sesungguhnya merupakan makanan sehat, bahkan digolongkan ke dalam functional food –makanan yang berfungsi sebagai obat yang banyak dikagumi oleh bangsa lain.

Mercy Corps sejak tahun 2009 melalui Value Initiative Program/Program T & T (Tofu & Tempe) yang turut bekerja membangun dan memperbaiki kinerja produktivitas serta perbaikan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terlibat di sektor UKM tahu tempe di wilayah perkotaan Jabodetabek dalam menyediakan pangan yang aman bagi konsumen dalam hal ini masyarakat. Tujuan dari program tersebut adalah untuk meningkatkan peningkatan efisiensi produksi dan kualitas produk bagi 2,400 UMKM di sektor tahu tempe.

Di tahun 2012, dengan didanai oleh European Commission (EC) dan lembaga REEEP (Renewable Energy and Energy Efficiency Partnership) dari Austria pada awal tahun 2013, Mercy Corps melalui program SCoPe Indonesia dan Project Scaling up energy efficiency in tofu and tempe SMEs in Indonesia bekerja sama dengan para stakeholders di sektor tahu dan tempe; baik dari kalangan pemerintah, akademisi, pihak swasta, organisasi dan pihak lembaga lain serta para produsen tahu dan tempe sendiri serta kelompok konsumen dalam kegiatan mempromosikan produksi dan konsumsi yang berkelanjutan di sektor tahu dan tempe yang lebih higienis dan ramah lingkungan.

Dalam upaya membangun kesadaran konsumen ke masyarakat, kampanye mengenai konsumsi dan produksi yang berkelanjutan di sektor tempe tahu yang higienis dan ramah lingkungan, dan juga kampanye mengenai pengenalan autism dini pada masyarakat akan diadakan kegiatan Focus Group Discussion/FGD terkait dengan “Media yang paling efektif digunakan untuk membangun kesadaran konsumen terkait dengan kegiatan konsumsi dan produksi berkelanjutan di sektor tempe tahu”.

 

Maksud dan Tujuan Kegiatan Seminar dan Kompetisi

·         Mengetahui jenis media yang paling efektif digunakan dalam rangka untuk menyampaikan informasi dan membangun kesadaran kepada konsumen terkait dengan kegiatan konsumsi dan produksi berkelanjutan di sektor tempe tahu.

 

Output yang Diharapkan

·         Adanya satu media paling efektif untuk digunakan menyampaikan informasi dan membangun kesadaran konsumen terkait dengan kegiatan konsumsi dan produksi berkelanjutan di sektor tempe tahu.

 

Hari & tanggal                  

Kamis, 4 Juli 2013

 

Jam                                       

09.00 – 11.00 WIB

 

Tempat                               

Big Meeting Room Mercy Corps at Graha STK F Floor Suite F01

Jl. Taman Margasatwa No.3 Ragunan Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12550

Telp. 021.788 42 686

 

Jumlah Partisipan

8 orang

 

Kategori partisipan

1.       Anak muda/ Youth (usia 14 – 24 tahun)

Jumlah maksimal 3 orang (2 Laki-laki, 1 Wanita)

2.       Profesional (usia 25 – 59 tahun)

Jumlah maksimal 3 orang (2 Wanita, 1 Laki-laki)

3.       Orang tua / Elderly (usia minimal 60 tahun)

Jumlah maksimal 2 orang (1 laki-laki, 1 Wanita)

 

Pendaftaran

Paling lambat 3 Juli 2013 (akan disesuaikan dengan ketentuan kategori partisipan).

Pendaftaran partisipan melalui Facebook Tahu Tempe ; Twitter @tofutempe atau kirim ke alamat email  tnt.mercy@gmail.com atau mnursholiqin@id.mercycorps.org 


Do You Know Your Consumer Rights?

diposting pada tanggal 27 Mei 2013 22.06 oleh mnursholiqin@id.mercycorps.org   [ diperbarui27 Mei 2013 22.09 ]



Definisi 

Konsumen:
- Pembeli barang atau jasa dengan cara eceran
- Pengguna akhir dan belum tentu seorang pembeli dalam rantai distribusi barang atau jasa

Kelompok Konsumen:
pembeli atau pengguna barang atau jasa dalam arti luas. Mereka dapat dikatakan sebagai kelompok meskipun mereka belum dapat mengorganisir diri sendiri. Ketika melakukan penolakan bersama-sama mereka dapat melakukan tindakan ke produsen atau pemasok bila diperlukan.


 
          


Ayo, Jadi Konsumen yang Cerdas!

Kesadaran Konsumen:
Pemahaman oleh seorang individu hak-hak mereka sebagai konsumen mengenai produk yang tersedia dan jasa yang dipasarkan dan dijual.
Konsep ini melibatkan empat kategori termasuk keselamatan, pilihan, informasi dan hak untuk didengar.

Hak-hak Konsumen

Deklarasi pertama dari hak-hak konsumen didirikan di Amerika Serikat pada 1962.

Berlaku Umum Hak-hak Konsumen Dasar Adalah:
1. Hak untuk keselamatan; perlindungan dari barang atau jasa yang berbahaya
2. Hak untuk menjadi informasi; ketersediaan informasi yang diperlukan untuk alternatif penimbangan, dan perlindungan dari klaim palsu dan menyesatkan dalam iklan dan praktek-praktek pelabelan.
3. Hak untuk memilih; ketersediaan barang bersaing dan layanan yang menawarkan alternatif dalam hal harga, pelayanan, dan kualitas.
4. Hak untuk dindengar; jaminan bahwa pemerintah akan mengambil setiap orang mengetahuinya penuh perhatian konsumen, dan akan bertindak dengan simpati dan pengiriman melalui undang-undang dan prosedur administrasi yang sederhana dan cepat. (Alique. N)

Tips Cara Alami Mengawetkan Tahu

diposting pada tanggal 27 Mei 2013 20.33 oleh mnursholiqin@id.mercycorps.org   [ diperbarui27 Mei 2013 21.03 ]

Tips Cara Alami Mengawetkan Tahu




Caranya, ambil beberapa siung bawang putih, kemudian digerus.

Setelah lembut, kemudian diberi air dan disaring.

Air dari bawang outih tersebut kemudian dituang ke dalam air yang dibuat untuk merendam tahu.

Bawang putih yang mengandung anti-septik tersebut mampu menjadikan tahu bertahan hingga selama dua hari. 

Selain awet, tentunya tahu akan semakin sedap dengan rendaman bawang putih tersebut. (Alique. N)


Cara mengawetkan tahu ini merupakan hasil penemuan DR.NL. Ida Soeid, MS, pakar biokimia gizi & makanandari jurusan kimia FMIPA ITS Surabaya.

Tahu yang enak, diproduksi pakai peralatan stainless steel

diposting pada tanggal 1 Mei 2012 19.24 oleh tnapitupulu@id.mercycorps.org   [ diperbarui1 Mei 2012 20.20 ]

Bahkan konsumen pun mengetahui cara produksi yang berbeda

Romlah penjual ketoprak langganan Ibu Anis
Romlah, penjual ketoprak
langganan Ibu Anis
Siang ini, Romlah, seorang perempuan penjual ketoprak berusia baya datang ke pabrik tahu Haji Momo untuk membeli satu papan tahu. Ia sudah menjadi pelanggan tetap disini, karena itu, Ibu Anis, satu dari puluhan pedagang tahu yang ikut Haji Momo memberikan harga yang lebih murah kepadanya. Satu papan tahu yang di pasar dihargai Rp 23.000, dibeli Romlah hanya Rp 20.000. Tiap hari, ia mengambil satu papan di sini.

Romlah tidak selalu berbelanja tahu di tempat Haji Momo. Sebelum ia menemukan pabrik tahu ini, ia membeli tahu di dekat kontrakan lamanya, tidak jauh dari pabrik tahu Haji Momo. Setelah pindah kontrakan dan tidak sengaja berbelanja di pabrik tahu ini, ia beralih menjadi pelanggan tetap.

Ibu Anis mempersiapkan pesanan tahu Romlah
Ibu Anis sedang mempersiapkan
pesanan tahu
Harga yang ditawarkan satu papan tahu di tempat Haji Momo sebenarnya sama saja dengan yang ditempat lain, tapi Romlah menemukan perbedaan antara pabrik tahu Haji Momo dengan pabrik-pabrik lain. “Tahu di sini lebih enak,” ujarnya. “Kalau di tempat yang lama, buat ngaduk-ngaduk (kedelai-redaksi) itu kan pakai yang seperti ini.” Kakinya menghentak-hentakkan lantai semen, merujuk bahwa tahang untuk mengolah kedelai terbuat dari semen. “Kalau di sini, kan pakai, itu tuh, alumunium ya?” 

Rupa-rupanya Romlah tidak bisa membedakan stainless steel dengan alumunium, namun meski tidak bisa membedakan diantara keduanya, ia sangat menyadari perubahan cara produksi yang dilakukan para pengrajin tahu. Selain dari produk tahu yang lebih enak, pabrik tahu Haji Momo juga dirasanya jauh lebih nyaman dibanding pabrik lain. “Kalau pabrik yang lama itu, suka perih di mata.Di sini nggak.”

Romlah pada awalnya memang tidak sengaja menemukan pabrik tahu ini, tetapi ia sudah memutuskan untuk menjadi pelanggan tetap karena rasa tahunya yang lebih enak.(Tina)

Yuk, Makan Tahu Agar Tulang Makin Kuat!

diposting pada tanggal 1 Mar 2012 18.42 oleh tnapitupulu@id.mercycorps.org   [ diperbarui1 Mar 2012 18.47 ]

Ingin memiliki tulang kuat sampai tua? Tentu saja bisa! Dengan makan tahu, ikan, keju dan sejumlah sayuran hijau tulang kuat bisa dibentuk sejak dini. Rasanya enak, nutrisinya pun mampu memelihara serta memperkuat kepadatan tulang.

Memiliki tulang sehat dan kuat memang dambaan setiap orang. Banyak orang tahu kalau sumber kalsium hanya bisa didapat dengan meminum susu dan juga produk turunannya. Padahal tidak hanya susu, sejumlah makanan bernutrisi tinggi lainnya juga baik untuk menjaga tulang agar tidak keropos.

Tubuh memerlukan jumlah kalsium sebanyak 1000mg, vitamin D 200IU, magnesium dan vitamin K yang dibutuhkan. Agar kebutuhan nutrisi ini tercukupi, ada beberapa jenis makanan yang bisa dimakan setiap hari dan baik untuk pertumbuhan tulang. Seperti bahan makanan berikut ini:

Yoghurt
Yoghurt kaya akan kalsium. Banyak produk yoghurt yang mengandung sekitar 40% dari kalsium harian yang dibutuhkan tubuh yaitu sekitar 8-oz penyajian (1oz=28.349 gram). Pilihlah yoghurt yang low fat dan fat free, sebagai sarapan pagi, snack, atau buatlah sebagai dessert yang sehat seperti Fruit Salad dengan saus yoghurt madu.

Keju Cheddar
Makan keju cheddar dapat memenuhi sekitar 30% dari kebutuhan harian tubuh akan kalsium. Tambahkan keju ini di dalam sandwich, salad, atau nikmati sebagai snack dengan crackers.

Susu
Susu adalah salah satu sumber kalsium yang terbaik. Sekitar 250 ml susu mengandung 1/3 dari kebutuhan harian kalsium. Selain itu susu juga mengandung vitamin K, yang juga baik bagi kesehatan tulang. Jika tak suka atau alergi terhadap susu, cobalah pilih susu kedelai atau susu yang tidak mengandung laktosa.

Tahu
Sumber kalsium diluar susu adalah tahu. 1/2 potong tahu mengandung kalsium sekitar 20% dari rekomendasi kalsium harian. Namun tidak semua tohu mengandung kalsium yang baik, cobalah perhatikan label kemasan untuk melihat kandungan kalsiumnya. Selain itu tofu juga merupakan sumber protein yang baik buat tubuh.

Salmon
Ikan salmon adalah salah satu sumber alami terbaik dari vitamin D. Sekitar 100 g ikan salmon mengandung sekitar 90% dari kebutuhan harian. Selain itu salmon juga merupakan sumber baik protein dan lemak omega-3 yang baik untuk jantung.

Sereal
Beberapa sereal yang siap dikonsumsi sudah diberi tambahan vitamin D. Cobalah cek label dan cari produk yang memiliki setidaknya 10% dari nilai harian nutrisi penting ini.

Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti almond, kacang kedelai, gandum, dan sayuran yang berwarna gelap seperti bayam kaya akan magnesium yang diperlukan tulang. Wanita diatas 30 tahun harus memenuhi sekitar 320 mg magnesium setiap hari, sedangkan pria sekitar 400-420mg.

Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam, sawi, kailan kaya akan vitamin K. Hanya dengan ½ cangkir sayuran hijau ini, yang dimasak bisa memenuhi lebih dari 500% rekomendasi harian konsumsi vitamin K. Sebaiknya konsumsi secukupnya agar mendapatkan manfaat yang optimal.

 

Sumber: http://food.detik.com/read/2011/10/17/131646/1745722/900/yuk-makan-tahu-agar-tulang-makin-kuat

Posting awal di http://tnt-warehouse.blogspot.com/2011/10/yuk-makan-tahu-agar-tulang-makin-kuat.html pada Oktober, 17, 2011

Mengkonsumsi Tempe Bisa Tunda Osteoporosis

diposting pada tanggal 1 Mar 2012 18.17 oleh tnapitupulu@id.mercycorps.org

Tempe ternyata memiliki kandungan isoflapon yang dapat merangsang pertumbuhan sel pembentuk tulang. Karenanya kata Dr dr Ketut Siki Kawiyana, SpB Sp OT (K), orang yang mengkonsumsi tempe dapat mencegah atau menunda terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).

"Mengkonsumsi tempe telah diakui sebagai cara alami untuk menunda osteoporosis pada kaum laki atau perempuan," kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu.

Kepada wartawan di Denpasar, Jumat (14/10), Siki yang juga Ketua Umum Panitia Nasional Kongres Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), menyebutkan, tempe bahkan lebih bagus dibandingkan tahu untuk perawatan tulang. Hal itu karena proses permentasinya dan berbeda dengan tahu yang terlebih dahulu digiling, kacang kedelai pada tempe dikonsumsi apa adanya.

Selain tempe, cara herbal mencegah osteoporosis adalah dengan mengkonsumsi daun semanggi. Tumbuhan dengan tiga helai daun itu, juga memiliki isoflapon yang tinggi, dan tumbuhan ini banyak terdapat di Pulau Jawa.

Perosi akan menggelar Kongres ke-16 di Bali, 21-23 Oktober mendatang.

Sumber: Republika.co.id (Oktober 14, 2011, http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/11/10/14/lt1st1-mengkonsumsi-tempe-bisa-tunda-osteoporosis-lho)

Posting awal di http://tnt-warehouse.blogspot.com/2011/10/mengkonsumsi-tempe-bisa-tunda.html pada Oktober 20, 2011

Lezatnya Es Krim Tempe

diposting pada tanggal 1 Mar 2012 18.00 oleh tnapitupulu@id.mercycorps.org   [ diperbarui1 Mar 2012 18.02 ]

Tempe merupakan makanan yang kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Bahkan berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika, untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif. Namun, bagaimana jika tempe diolah menjadi es krim?

Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Serpong, Agustine Susilowati, telah melakukan sebuah inovasi dengan membuat es krim yang berbahan dasar tempe. Es krim yang dinamakan Fit- es Healty Ice Cream itu, menginovasikan es krim sebagai produk pangan fungsional.

"Produk pangan fungsional artinya dilihat dari sudut pandang makanan yang baik tidak hanya dari kandungan gizinya saja, tapi juga harus ada bioaktif yang menunjang pencegahan penyakit. Sedangkan tempe sangat kaya akan zat bioaktif, maka jika kita komposisikan sebagai es krim cukup bermanfaat bagi yang mengkonsumsinya," jelas Agustine dalam acara LIPI Expo 2011 di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2011) sore.

Agustine mengatakan, pemilihan tempe untuk dijadikan es krim karena tempe merupakan sumber protein dan nabati terbaik yang dihasilkan melalui proses fermentasi kacang-kacangan (kedelai) dan merupakan makanan yang potensial.

"Tempe merupakan makanan tradisional yang telah menjadi bagian keseharian kita, mudah diperoleh, familiar dan cukup murah. Lalu masa simpannya pendek (2-3 hari), dengan menggunakannya untuk produk pangan maka akan memperluas jangkauan pemasaran dan menaikkan nilai ekonomiknya," jelas Agustine.

Agustine menambahkan bahwa kelebihan tempe juga mampu memberikan kemudahan daya cerna kepada yang mengkonsumsi. Lalu juga mempunyai sifat anti oksidan (isoflavon) dan bersifat hipokolesterolemik atau menurunkan lipid darah.

"Zat anti bakterinya juga dapat memperkecil ruang infeksi, juga mengandung vitamin B 12, B2, dan B3, serta 8 macam asam amino esensial, lemak tidak jenuh dan serat makanan yang tinggi, juga anti kanker," tambah Agustine.

Sedangkan alasan kenapa memilih media es krim, bukan coklat atau permen, Agustine mengatakan es krim merupakan suatu produk makanan yang disukai oleh semua orang dalam seluruh tingkatan usia. Kelezatannya menjadikan makanan tersebut tidak saja berefek pada kesehatan namun juga pada efek psikologis.

"Salah satu makanan beku yang disebut es krim dapat dipergunakan sebagai makanan pencuci mulut, biasanya terbuat dengan bahan baku utama susu yang dicampur dengan lemak (nabati atau hewani), bahan pemantap/penstabil gula atau pemanis lainnya".

"Pada umumnya protein nabati dinilai memiliki rasa dan warna, sedangkan beberapa kelebihan lain dibandingkan dengan protein hewani adalah dari sisi harga yang lebih murah dan dari kesehatan resiko terhadap penyakit degenaratif lebih rendah, karena mengandung lebih banyak asam lemak tidak jenuh," jelas Agustine.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2011/11/11/lezatnya-es-krim-tempe

Posting awal di http://tnt-warehouse.blogspot.com/2011/11/lezatnya-es-krim-tempe.html pada November17, 2011

1-7 of 7