Prayer Request

Audio

Login Email (Admin Only)

480days since
Christmas

Sharing

Sermons‎ > ‎

HAKIKAT YESUS

posted May 2, 2010, 4:14 AM by Edick Mbatono
Yohanes 2 : 13-25
Apakah Tuhan ada atau tidak? Dimanakah Tuhan? Pertanyaan ini terlalu sering keluar ketika seseorang tidak menemukan jalan keluar dari permasalahan yang dialaminya. Sebagai orang Kristen bukanlah saatnya kita mempertanyakan keberadaan Tuhan didalam kehidupan kita, akan tetapi seringkali pertanyaan tersebut keluar dari mulut orang Kristen ketika mengalami situasi hidup yang menyesakan, doa-doa yang belum terjawab atau iman yang belum menjadi kenyataan.Karena keputusasaan tersebut membuat hati bimbang dan tidak mempercayai keberadaan Tuhan sehingga berkata secara ekstrem apakah masih ada Tuhan?
Ibrani 13: 5b “ Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”. Janji Tuhan dalam Ibrani 13:5b mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan akan selalu menolong dan membantu kita untuk menyelesaikan apapun pergumulan yang kita alami. Oleh sebab itu tidak selayaknya orang Kristen mempertanyakan keberadaan Tuhan.
Didalam kehidupan kekristenan seringkali orang bertanya mengenai hakikat Yesus orang Nasaret yang hidup 2000 tahun yang lalu apakah sebagai manusia atau Tuhan? Apakah hakikat Yesus terbagi , manusia 50% dan Tuhan 50%? Adalah suatu hal yang masih wajar kalau pertanyaan ini diajukan sebab kita sebagai orang Kristen mengikuti seseorang bukan seperti isme (paham ajaran, kepercayaan),kitab suci atau agama. Tetapi kita mengikuti seseorang yang datang dari ALLAH yang sehakekat dengan BAPA yang berasal dari Firman yang telah menjadi manusia, jadi seseorang yang kita ikuti adalah Firman yang hidup.
Yohanes 2:13-25 tentang Yesus menyucikan Bait Allah, Yohanes menuliskan reaksi Yesus sangat keras, marah ketika Yesus melihat Bait Suci penuh dengan pedagang-pedagang dan penukar-penukar uang. Maksud dari Yohanes terhadap reaksi Yesus adalah ingin menunjukan hakikat Yesus sebagai manusia, akan tetapi dalam Yohanes 2:19 : Jawab Yesus kepada mereka,”Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Ketika orang banyak mendengarkan perkataanNYA tidak seorangpun yang dapat mengerti sebab menurut mereka bahwa Bait Allah tersebut telah dibangun puluhan tahun dan bagaimana mungkin orang dapat membangunnya kembali dalam tiga hari. Perkataan Yesus barulah dapat dimengerti oleh murid-muridNYA setelah DIA bangkit dari antara orang mati bahwa BAIT ALLAH tersebut adalah Tubuhnya (ayat 21,22). Perkataan Yesus adalah suatu nubuatan. Perkataan Yesus tersebut mau ditunjukan oleh Yohanes bahwa Yesus adalah perwujudan Allah sendiri sehingga DIA dapat menubuatkan tentang kematianNYA dan kebangkitanNya. Injil ini memberikan kesaksian tentang hakikat Yesus dimana Yesus, orang Nasaret mempunyai dua hakikat sekaligus yaitu Yesus adalah manusia dan Yesus adalah ALLAH. IA adalah manusia dengan segala sifat kemanusiaannya, yang mana IA bukan setengah manusia melaiankan manusia yang seutuhnya, oleh karena itu IA juga bisa marah, namun IA juga adalah ALLAH sehingga DIA dapat menubuatkan kematianNYA dan kebangkitanNya. Menjadi suatu pertanyaan bagi kita, mengapa Yesus harus berhakikat ganda? Ibrani 4:15 memberitahukan kepada kita bahwa Yesus menjadi manusia supaya DIA dapat menempatkan diri sepenuhnya pada keadaan manusia, seandainya Yesus bukan manusia melaiankan hanya hakikat ALLAH, maka DIA tidak akan turun kedunia dan merasakan penderitaan manusia. Dipihak lain Yesus adalah ALLAH mempunyai maksud agar supaya DIA dapat menyelamatkan kita. 1 Korintus 1:30 memberitahukan bahwa seandainya Yesus bukan ALLAH melaiankan hanya hakikat manusia maka IA tidak akan dapat menolong kita. Yesus adalah ALLAH dan sekaligus manusia bukan manusia50% dan ALLAH 50% tetapi IA adalah 100% manusia dan 100% ALLAH.

Dalam sejarah gereja pada abad ketiga dipersidangan Nicea dan konstantinofel, gereja-gereja merumuskan hakikat Yesus dengan berkata : ALLAH dari ALLAH..ALLAH yang sejati dari ALLAH yang sejati..sehakekat dengan sang BAPA..yang telah turun dari surga untuk kita manusia. Dan menjadi daging dan menjadi manusia. Hal ini dinyatakan bahwa gereja mengakui hakikat kemanusiaan Yesus dan mengakui hakikat Yesus sebagai ALLAH.

Yesus Kristus adalah ALLAH yang serba tidak terbatas akan tetapi dengan rela membatasi diriNYA menjadi sama seperti kita, terikat oleh hukum alam, merasakan lapar,haus,kesedihan,gembira dan sakit. Matius 26:38 Ia berkata : “ Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.” Hal ini memberitahukan kepada kita bahwa Yesus merasakan kesakitan,takut dan gentar, oleh karena Yesus pernah merasakan semuanya itu maka IA sangat peka dengan segala penderitaan yang dialami semua orang. Yesus tidak hanya berkhotba dengan kata-kata tetapi melakukan tindakan nyata dalam kehidupan kita bahwa DIA akan menolong kita untuk melewati penderitaan tersebut. Lukas menuliskan bahwa penderitaan Yesus ditaman Getsemani yang mana karena kesesakan yang begitu berat maka keringatNya seperti titik-titik darah yang bercucuran. Yesus merasakan bahwa pergumulan yang dialamiNYA begitu berat sehingga keempat Injil menuliskan secara bersamaan bahwa untuk penderitaan tersebut Yesus berkata “jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini berlalu dari padaku. Ini mengambarkan betapa beratnya penderitaan yang ditanggung oleh Yesus. Tetapi untuk penderitaan tersebut Yesus menyerahkan kepada BAPA yaitu tetapi janganlah seperti yang kuhendaki melaiankan seperti yang ENGKAU kehendaki. Sikap ini adalah cerminan untuk kita melihat bagaimana sikap yang benar dalam menghadapi penderitaan yaitu menyerahkan sepenuhnya kepada kehendakNya.

Yesus adalah ALLAH, ALLAH yang sejati yang telah menjadi manusia. IA telah mati bagi kita dan kita telah ditebus dan dimuliakan melalui kebangkitanNya. Injil merupakan suatu ajakan,tawaran dan bukanlah suatu paksaan, apakah kita mau menerima DIA atau tidak?Apakah kita menerima DIA secara tidak dalam(dangkal) atau menerima DIA dengan setia,mempercayakan diri dan hidup kita kepadaNYA sampai kedatanganNya kedua kali. Pilihan ada dihati saudara! Amin.
 
Oleh: Riody Lambey
 
Comments