Resep: HD Bee Propolis Tablet (3 x 1 tablet) - seblm mkn HD Pollenergy (2 x 1 tablet) - seblm mkn HD Royal Jelly Liquid (2 x 1 sdt) - seblm sarapan & seblm tidur HD Aloe Propolis Cream (3 x oles, sesdh mandi & seblm tidur pada bagian yg ada luka) Harga Istimewa: Total harga keseluruhan dari 4 produk ini seharusnya rata-rata Rp 881 ribu. Tapi Anda bisa mendapatkan harga istimewa tidak sampai dari Rp 670 ribu, dengan e-coupon Homart!!! Cara Mendapatkan ProdukAnda bisa mendapatkan/membeli produk ini di berbagai kota besar Anda. Untuk melihat alamat stokis/depo HD, silahkan KLIK DI SINI. Namun, untuk berbelanja Anda harus mendapatkan e-coupon (kupon
belanja dalam bentuk SMS) dari Homart. E-coupon kami sediakan GRATIS. Anda
tinggal memintanya kepada kami. OK, tolong berikan saya e-coupon.
SEMBUH DARI DIABETES DAN TIDAK JADI AMPUTASI KAKI
Kesaksian-kesaksian di bawah ini adalah bukti keajaiban alam di sekitar kita dan bukti bahwa alam ciptaan Tuhan lebih manjur dibandingkan obat kimia buatan manusia. Kadar gula yang mencapai 500 mg/dl dan luka diabetes yang sangat parah (sampai terlihat tulangnya), dengan ajaib bisa disembuhkan dengan gabungan produk perlebahan dari alam ciptaan Tuhan, hanya dalam waktu kurang lebih 3 bulan!
Kesaksian 1 Rohaya (56 tahun), Palembang Karena luka di kaki Ibu Rohayah, 56 tahun, tidak kunjung sembuh, ia berobat ke dokter sekitar bulan Oktober 2005. Dari situ diketahui bahwa ia mengidap diabetes melitus. “Awalnya terdapat penebalan kulit di telapak kaki kanan saya yang cukup mengganggu. Lama-kelamaan kulit tersebut terasa nyeri dan membentuk bisul. Saya lalu memeriksakan diri ke dokter. Setelah satu minggu diobati, bisul tersebut belum juga sembuh malah mengeluarkan cairan yang berbau kurang sedap. Saya lalu berobat ke dokter lain. Pemeriksaan kadar gula menunjukkan angka 400 mg/dl. Dokter menyatakan saya mengidap Diabetes Melitus (DM). Dokter langsung memberikan obat, menganjurkan untuk diet, dan menjaga kebersihan luka. Seminggu kemudian, luka belum juga sembuh. Malah dipunggung kaki saya tumbuh bisul berwarna kehitaman dan kulit disekitarnya mengeluarkan nanah yang berbau busuk. Sebelumnya berat badan saya menyusut, nafsu makan bertambah, sering haus dan buang air kecil. Namun, saya tidak mengetahui bahwa itu semua adalah gejala awal DM sehingga saya mengabaikannya. Semakin hari luka di kaki semakin membusuk, kondisi fisik saya pun menurun. Akhirnya, keluarga sepakat membawa saya ke salah satu rumah sakit di Palembang. Pemeriksaan kadar gula darah saya menunjukkan 500 mg/dl. Saya dirawat seminggu di rumah sakit, diberi antibiotik dosis tinggi, dan luka dikompres dengan antiseptik. Tapi kondisi fisik saya justru menurun. Saya mengalami demam tinggi, badan lemas, dan kurang nafsu makan. Luka di kaki saya tambah membusuk dan menjalar ke betis. Baunya pun tak tertahankan. Dokter mengatakan bila luka tersebut semakin menjalar dan tidak sembuh, pilihan terakhir adalah amputasi. Namun saya tidak mau kehilangan anggota badan, lebih baik tetap utuh, walaupun beresiko infeksi tambah meluas. Pengobatan DM dilanjutkan dengan rawat jalan dan injeksi insulin dengan dosis 3×15 ui setiap hari sebelum makan. Seorang perawat rumah sakit memperkenalkan saya pada dr. Hendarmin. Beliau menyarankan saya untuk mencoba produk High-Desert. Selanjutnya, saya mengkonsumsi produk HD Clover Honey, HD Royale Jelly Liquid, dan HD Bee Propolis, ditambah dengan HD Propolis Cream untuk dioleskan pada luka. Setelah tiga hari, tubuh saya lebih segar, jarang demam, dan nafsu makan membaik. Selama lebih 3 bulan mengonsumsi dan memakai produk HD, luka yang terbuka mulai menutup dan nanahnya mengering. Di sebagian tempat di kaki kembali tumbuh jaringan daging segar, peradangan mulai berkurang, dan jari telunjuk kaki kanan yang tadinya menghitam sudah tumbuh jaringan baru. Kondisi fisik saya membaik dan kaki saya batal diamputasi. Gula darah saya juga berangsur turun menjadi 238 mg/dl pada pemeriksaan 5 November 2005 dan 94 mg/dl pada pemeriksaan terakhir, 17 November 2005.”
Proses penyembuhan bulan pertama, kedua dan ketiga.
Kesaksian 2 Damrah (56 tahun), Bone “Pada tahun 2002, saya mengalami gejala-gejala seperti lemas, selalu mengantuk, haus, selalu ingin buang air kecil, dan berat badan yang semakin lama semakin menyusut. Saya memeriksakan diri ke dokter dan didiagnosis terkena diabetes melitus. Singkat cerita, selama kurang lebih 4 tahun, saya terus menerus mengkonsumsi obat dokter dan ramuan tradisional, sehingga tetap dapat menjalankan aktivitas sebagai PNS. Pada tahun 2005, dalam perjalanan ke kantor, kaki kanan saya melepuh. Dan hanya dalam waktu 3 hari, kaki kanan saya menjadi bengkak. Saya segera dibawa ke sebuah RS di Sinjai untuk mendapatkan pengobatan dan dirawat inap selama 1 minggu. Namun , kaki kanan saya tidak juga membaik, saya pindah ke RS di Makassar untuk kembali mendapatkan pengobatan. Pada Agustus 2005, saya dirawat di salah satu RS di Makassar. Kondisi saya pada saat itu lemas, sulit tidur, pegal-pegal sekujur badan, kurus, luka di kaki kanan bernanah, dan terlihat tulangnya. Dokter juga telah memvonis bahwa kaki saya harus diamputasi. Kadar gula darah saat itu adalah kurang lebih 300 mg/dl. Namun, Tuhan menunjukkan jalan melalui melalui pasien yang ada di samping saya. Pasien tersebut memiliki kerabat di Jayapura yang mempunyai masalah yang sama. Kerabat si pasien telah terbantu dengan produk High-Desert (HD). Singkat cerita, saya berusaha mencari tahu mengenai produk HD dengan bantuan keponakan saya, Ibu Irmawati (penjaga pasien). Setelah mencoba produk HD selama 3 hari, saya sudah mulai dapat tidur nyenyak, rasa pegal dan linu mulai berkurang. Tapi dokter tetap menyarankan agar kaki kanan saya diamputasi. Namun, dengan kepercayaan terhadap produk HD, saya menolaknya dan memilih keluar dari RS dan menjalani perawatan di rumah dengan menggunakan HD. Syukurlah kurang lebih 3 bulan kemudian, kaki kanan saya yang semula sudah terlihat tulang akhirnya mulai ditutupi daging. Dan setelah kurang lebih 8 bulan, luka dikaki kanan saya telah mengering dan saya dapat kembali berjalan. “
Kesaksian 3 Azizah (55 tahun), Palembang Setahun yang lalu Ibu Azizah, 55 tahun, memeriksakan bisul di kakinya yang tak kunjung sembuh di dokter penyakit dalam. Setelah pemeriksaan kadar gula darah, pewiraswasta ini diketahui menderita diabetes mellitus dengan kadar gula darah 470 mg/dl. “Awalnya, saya sering merasa haus, malas makan, sering buang air kecil, dan berat badan menyusut. Tapi saya mengabaikannya karena tidak mengetahui bahwa itu adalah gejala penyakit DM. Lama-kelamaan, saya merasa kulit di kedua kaki pecah-pecah dan ada bisul berisi air di kaki kanan. Saya lalu memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam dan dianjurkan untuk memeriksa kadar gula darah. Hasilnya kadar gula darah saya sangat tinggi, 470mg/dl. Dokter memberi obat untuk mengontrol kadar gula darah dan mengobati bisul di kaki saya. Saya juga langsung menerapkan pola makan (dari dokter) dengan mengkonsumsi kentang sebagai pengganti nasi, gula khusus bagi penderita DM, serta satu jenis buah saja, yaitu melon. Namun, bisul itu tak juga sembuh, bahkan bertambah parah hingga mengeluarkan darah dan nanah. Betis kanan saya juga terlihat bengkak seperti menyimpan nanah. Dokter menyarankan agar kaki kanan saya diamputasi. Saya dan keluarga tidak menyetujuinya dan memutuskan untuk berobat alternatif ke seorang shinse. Pengobatan alternatif tidak menjadikan kondisi saya lebih baik, sehingga saya memutuskan untuk menghentikannya. Ibu Sri Handayani, distributor produk HD memperkenalkan dan menjelaskan manfaat produk HD. Produk yang dianjurkan adalah HD Pollenergy 520, HD Bee Propolis, dan HD Propolis Cream untuk dioleskan pada luka di kaki. Saya tertarik untuk mencobanya. Setelah 10 hari mengkonsumsi produk HD, radang luka di kaki saya berangsur rapat dan hilang. Dua puluh hari kemudian, kadar gula darah saya turun menjadi 84 mg/dl. Luka di kaki semakin baik sehingga tidak perlu diamputasi.”
Kesaksian 4 Eni Nuraenih (52 tahun), Cirebon “Suatu waktu, saya menjalani pengobatan tradisional tusuk jarum, hal tersebut mengakibatkan luka yang tak kunjung sembuh pada kaki saya. Bahkan luka tersebut lama kelamaan semakin membesar dan membusuk (tahun 2000-2004). Karena saya khawatir terkena diabetes melitus, untuk memastikannya, pada Deseber2004, saya melakukan pemeriksaan darah di laboratorium, dan hasilnya membuktikan bahwa saya terkena diabetes melitus, dengan kadar gula dalam darah 450 mg/dL. Saya pun melakukan pengobatan pada seorang dokter dan kadar gula darah saya sempat menurun menjadi 280 mg/dL. Suatu waktu, salah seorang tetangga memperkenalkan saya pada Pak Rudi, salah seorang distributor produk HD, yang kemudian menyarankan saya untuk berkonsultasi dengan konsultan medis di Stokis Cirebon, dr. Alamsyah. Maka, pada Februari 2006, saya berkonsultasi dengan dr. Alamsyah, dan saya dianjurkan untuk mengkonsumsi HD Bee Propolis dan HD Royal Jelly Tablet, juga HD Aloe Propolis Cream untuk dioleskan pada luka di kaki saya. Setelah 2 bulan pemakaian, luka di kaki saya mulai mengering, mengecil, dan perlahan-lahan sembuh, dan kadar gula darah saya pun menurun menjadi 150 mg/dL.”
Kesaksian 5 Poniti (52 tahun), Malang “Lima tahun yang lalu, saya menderita luka di jari kaki kanan saya. Luka tersebut membengkak dan mengeluarkan nanah. Saya pun segera memeriksakannya ke dokter dan operasi kecil dilakukan. Ternyata, setelah dioperasi, luka tersebut tak kunjung sembuh. Dokter kemudian memeriksa kadar gula darah saya, dan diketahui hasilnya bahwa kadar gula darah saya sangat tinggi, mencapai ±500 mg/dL. Kemudian, dokter memberikan obat untuk mengatasi diabetes dan juga salep untuk diolesi pada luka saya. Setelah berjalan 1 tahun, gula darah saya hanya turun menjadi sekitar 300-an. Bahkan, akibat luka yang tak kunjung sembuh, jari jempol dan jari telunjuk kaki kanan saya putus. Suatu waktu, saya bertemu dengan Ibu Widiawati dan ia menganjurkan saya untuk mengkonsumsi produk-produk HD, seperti HD Pollenergy, HD Bee Propolis, serta Aloe Propolis Cream. Setelah 1 bulan menggunakan produk HD, kadar gula saya turun lagi menjadi 186 mg/dl, luka saya mulai mengering, membaik, dan tidak lagi terasa nyeri. Pemeriksaan terakhir (23 Februari 2002) menunjukkan bahwa kadar gula darah saya telah turun menjadi 112 mg/dl.”
Kesaksian 6 Madyo Pranoto (69 tahun), Yogyakarta “Sejak tahun 1996, menurut diagnosis dokter saya dinyatakan menderita diabetes, dan oleh karena itu harus rutin mengonsumsi obat-obatan medis. Pertama kali mengetahui bahwa saya terkena diabetes adalah ketika sedang memberikan sambutan pada suatu acara. Tiba-tiba tubuh saya gemetar, tenggorokan terasa kering sehingga ingin minum terus, bahkan dalam sehari saya bisa menghabiskan 4 liter air. Akibatnya, malam hari saya menjadi sering buang air kecil (5-6 kali) sehingga tidak dapat tidur dengan nyenyak. Sejak 19 September 2002, diabetes saya semakin parah, setiap hari harus diberi suntikan insulin oleh dokter sebanyak 2 kali, yaitu pagi (32 unit) dan sore (16 unit). Pada tahun 2003, saya terkena stroke akibat komplikasi dari diabetes yang saya derita, bahkan tekanan darah saat itu mencapai 220/110 mmHg. Pada 18 Januari 2006, saya memeriksakan gula darah saya di laboratorium, dan hasil tes me-nunjukkan gula darah puasa (GDP) 506 mg/dL, dan gula darah 2 jam setelah makan (GD 2 jam PP) 616 mg/dL. Februari 2006, saat saya sedang bertugas menjaga wartel, saya mendengar percakapan telepon Pak Munajad (salah seorang distributor produk HD) dengan seseorang mengenai Royal Jelly, Pollenergy, dan Propolis yang dapat membantu meningkatkan kesehatan. Saya merasa tertarik, dan kemudian berinisiatif bertanya kepada Pak Munajad. Beliau pun kemudian menjelaskan produk-produk tersebut disertai dengan data medis dari seseorang yang kesehatannya semakin membaik setelah menggunakan produk HD. Maka, sejak 12 Februari 2006, saya mulai mengonsumsi paket sehat produk HD (HD Royal Jelly Tablet, HD Pollenergy 520, HD Bee Propolis). Pada 20 Februari 2006, saya kembali memeriksakan kadar gula darah saya di laboratorium, dan hasilnya menunjukkan adanya perbaikan, GDP menjadi 60 mg/dL, dan gula darah 2 jam setelah makan menjadi 256 mg/dL. Selain itu, badan pun terasa lebih enak, dan itu membuat saya semakin yakin akan khasiat produk HD sehingga saya memutuskan untuk terus mengonsumsi produk-produk tersebut. Satu bulan kemudian, tepatnya 20 Maret 2006, saya kembali melakukan tes laboratorium, hasilnya semakin menggembirakan, karena kini GDP saya 99 mg/dL dan gula darah 2 jam setelah makan 238 mg/dL, tekanan darah 110/70 mmhg, badan terasa iebih segar, tidur lebih nyenyak, dan intensitas buang air kecil berkurang menjadi 2-3 kali pada malam hari. Terima kasih produk HD yang telah membantu memperbaiki kondisi kesehatan saya.”
TAKLUKKAN DIABETES DENGAN CARA SEDERHANA, AMAN, DAN MURAH Dari kesaksian-kesaksian di atas kita memahami bahwa pengobatan konvensional yang murni mengandalkan kekuatan manusia tidaklah berhasil menaklukkan diabetes. Yang lebih parah lagi, pengobatan konvensional memperparah kondisi penderita dengan obat-obatan berefek samping dan diet yang salah, termasuk juga amputasi pada organ yang membusuk karena luka diabet. Kadar gula darah yang 500 mg/dL dan luka diabet yang sampai terlihat tulangnya ternyata bisa sembuh dengan produk lebah ciptaan Tuhan. Produk lebah tersebut adalah madu murni, bee pollen, dan propolis. Digabung dengan lidah buaya untuk pemakaian luar, proses kesembuhan jadi makin cepat. Mantan penderita diabetes di atas memberi kesaksian bahwa mereka telah dirawat di rumah sakit tapi kondisi tetap makin memburuk bahkan dianjurkan untuk amputasi kaki. Uang jutaan rupiah yang telah mereka keluarkan tidak membawa hasil sama sekali! Tapi lain halnya ketika mereka berpaling kepada suatu produk murni alam ciptaan Tuhan dan mengatur pola makan, mereka akhirnya mendapatkan mujizat kesembuhan yang sederhana, aman dan murah! Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lagi mengenai permasalahan kesehatan Anda dan produk apa yang tepat, silahkan KLIK DI SINI. |




