Artikel Terbaru
-
700 Pasien Diabetes di AS Gugat Perusahaan Obat
Perusahaan farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline digugat oleh hampir 700 pasien diabetes dari sejumlah negara bagian di AS. Mereka mengaku mengalami gangguan jantung setelah menggunakan Avandia, obat diabetes yang diproduksi oleh ...
Dikirim 19 Mei 2010 21:23 oleh Homart Info
-
Risiko 2 Kali Lipat Kehilangan Pendengaran dari Konsumsi Viagra
Bahaya sembarangan minum obat kuat viagra kembali ditemukan. Jika sebelumnya berpengaruh terhadap gangguan penyakit jantung dan penglihatan, kini viagra ditemukan bisa meningkatkan risiko dua kali lipat kehilangan pendengaran..Studi yang ...
Dikirim 19 Mei 2010 21:22 oleh Homart Info
-
Analisa Rambut untuk Menentukan Suplemen Tepat Bagi Anak Autis
Beberapa anak autis biasanya memiliki gangguan pada pencernaan terutama bagian ususnya, sehingga ada beberapa makanan tertentu yang sebaiknya dihindari bagi anak autis. Dengan menggunakan analisa rambut maka dapat diketahui suplemen ...
Dikirim 17 Apr 2010 20:21 oleh Homart Info
-
Risiko Epilepsi Pada Anak Autis
Salah satu keadaan yang sering dihubungkan dengan autisme adalah epilepsi. Penyandang autisme memiliki risiko lebih besar untuk mengalami epilepsi dibandingkan dengan anak yang tidak autisme.
Keterlibatan gangguan otak pada autisme ...
Dikirim 17 Apr 2010 19:55 oleh Homart Info
-
Saat Varicella Menginfeksi Buah Hati
Apakah setiap
anak memang harus mengalami cacar air? Cacar
air atau Varicella merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh anak kecil. Tetapi
tidak semua anak akan mendapatkan cacar air ...
Dikirim 1 Mar 2010 23:45 oleh Homart Info
-
Radang Setelah Menyentuh Sesuatu
Setelah membaca mengenai eksema pada artikel berjudul Mengurangi
Rasa Gatal akibat Eksema, kini Anda akan mengenal jenis dermatitis lainnya,
yakni contact dermatitis.
Sesuai
dengan namanya, peradangan pada kulit ini disebabkan ...
Dikirim 1 Mar 2010 23:37 oleh Homart Info
-
Kulit Wajah yang Putih atau Sehat?
Salah
satu area yang populer dalam studi media adalah efek tayangan televisi terhadap
konsep diri perempuan, terutama mengenai definisi kecantikan. Karena berbagai
bentuk tayangan televisi, maka masyarakat pun punya kategori ...
Dikirim 1 Mar 2010 23:28 oleh Homart Info
-
Mengenal Khasiat Royal Jelly
Royal
jelly berbentuk seperti cairan kental, cenderung seperti krim, yang berwarna
putih susu, berbau tajam, dan memiliki rasa asam dan pahit. Yang membedakan
royal jelly dengan produk perlebahan lainnya adalah ...
Dikirim 21 Feb 2010 20:12 oleh Homart Info
-
Sering Bercinta, Serangan Jantung Menjauh
Tahukah Anda bahwa
laki-laki yang sering melakukan hubungan seks akan berkurang 45 persen
kemungkinannya terkena serangan jantung daripada laki-laki yang jarang
berhubungan seks. Penelitian ini dilakukan kepada lebih ...
Dikirim 9 Feb 2010 18:51 oleh Homart Info
-
Cara Mencegah dan Menyembuhkan DBD Secara Alami
Penyakit DBD (Demam
Berdarah) atau Dengeu Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan
oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala
yang ditimbulkannya cukup serius bahkan dapat ...
Dikirim 9 Feb 2010 18:10 oleh Homart Info
|
diposkan pada tanggal 19 Mei 2010 21:22 oleh Homart Info
 Perusahaan farmasi asal Inggris, GlaxoSmithKline digugat oleh hampir 700 pasien diabetes dari sejumlah negara bagian di AS. Mereka mengaku mengalami gangguan jantung setelah menggunakan Avandia, obat diabetes yang diproduksi oleh perusahan tersebut. . Salah satu pengacara dari firma hukum AnapolSchwartz, Sol Weiss yang mewakili negara bagian Philadelpia mengaku telah mendatarkan 189 gugatan. Dilaporkan, 2 pengacara lain juga telah mengajukan sedikitnya 500 gugatan serupa. Dikutip dari Reuters, Rabu (12/5/2010), Weiss mengatakan sebagian besar kliennya mengalami serangan jantung, dan sebagian lainnya mengalami gagal jantung kongestif maupun stroke. Meski tak menyebut jumlah pasti, Weiss mengklaim beberapa di antaranya meninggal dunia. Weiss tidak bersedia mengungkap berapa nilai gugatan yang diajukan. Namun kantor berita Bloomberg mengungkap, Glaxo telah menganggarkan sekitar 60 juta dolar AS untuk menghadapi gugatan tersebut. Jumlah tersebut dinilai terlalu kecil dibandingkan kewajiban yang mungkin harus ditanggung investor jika Glaxo kalah dalam perkara tersebut. Analis investasi Morgan Stanley meyakini Glaxo saat ini tengah menghadapi risiko senilai 6 miliar dolar AS. Obat diabetes dengan merek Avandia sebenarnya bukan merupakan produk unggulan dari Glaxo. Penjualannya mengalami penurunan tajam sejak kontroversi tentang efek samping obat tersebut terhadap jantung mencuat pada tahun 2007. Kekhawatiran akan munculnya klaim atas efek samping tersebut kembali mencuat pada Februari 2010, ketika 2 senator AS mempublikasikan sebuah laporan tentang Avandia. Bulan Juli mendatang, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) akan menggelar sidang untuk membahas kemungkinan pelarangan produk tersebut. . Sumber: DetikHealth . Solusi Alami Sembuhkan Diabetes tanpa Efek SampingYamba, 57 Tahun. Timika Pada bulan Agustus 2004, ketika sedang bekerja tiba-tiba separuh anggota badan ayah saya tidak dapat digerakkan. Kami langsung membawanya ke klinik swasta dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa angka gula darahnya 410 mg/dl, dan tekanan darahnya mencapai 210/100, dan di vonis terkena stroke. Ayah sempat menjalani rawat inap selama lima hari di klinik, dan pengobatan alternatif selama empat bulan, tetapi semuanya belum juga membuahkan hasil. Pada suatu hari, seorang teman menyampaikan bahwa ada produk madu yang dapat membantu proses penyembuhan penyakit. Ayah pun berkeinginan untuk mencobanya, dan pada tanggal 16 Desember 2004, didampingi oleh seorang distributor High Desert, kami mendatangi kantor HD. Ayah pun mengonsumsi paket easy 2, dan melatonin. Satu minggu kemudian, terlihat adanya perubahan. Ayah sudah tidak lagi mengalami kesulitan tidur, dan kondisi tubuhnya semakin membaik. Pada tanggal 18 Januari 2005, ayah sudah dapat menggerakkan anggota tubuh nya yang lumpuh. Tiga bulan kemudian, gula darahnya sudah mendekati normal yaitu 130 mg/dl dan tekanan darahnya menjadi 170/100 mmhg. Terakhir kali ayah mengadakan pemeriksaan terhadap gula dan tekanan darah di bulan November 2005, keduanya menunjukkan angka yang semakin membaik, tekanan darah menjadi 140/100 mmhg dan gula darah menjadi 92 mg/dl. Terima kasih High Desert yang telah membantu menyembuhkan ayah saya. . Alfi Barkah, 58 tahun. Cirebon Menurut hasil konsultasi dengan dokter, saya menderita beberapa penyakit komplikasi, seperti liver, darah tinggi, asam urat dan diabetes. Saya mengalami kelumpuhan hingga 2 bulan dan menjalani pengobatan rawat jalan serta harus senantiasa mengonsumsi obat-obatan selama 2 tahun.
Salah seorang teman saya, ibu Ratna Istiqomah menawarkan poduk HD dan menganjurkan agar saya berkonsultasi dengan konsultan medis High Desert, yaitu dr. H. Alamsyah. Oleh dr. Alamsyah, saya dianjurkan untuk mengonsumsi Propolis 3×1, Royale Jelly 2×1 dan Pollenergy 520 1×1. Setelah mengkonsumsi selama satu bulan, semua keluhan yang ada di tubuh saya berangsur-angsur hilang. Perut saya tidak lagi terasa keras dan sakit, kepala saya tidak lagi sakit, dan kaki saya juga sudah mulai dapat digerakkan, bahkan kini saya sudah dapat kembali beraktifitas seperti biasa. Hingga kini saya tetap mengkonsumsi produk-produk HD untuk menjaga kondisi tubuh saya. Terima kasih High Desert atas produknya yang luar biasa. . B. Mulyati, 41 tahun. Surabaya Pada bulan Juni 2004, saya mengalami sakit pada persendian dan badan saya, hingga menderita kesemutan. Saya menjalani pemeriksaan di laboratorium, dan ternyata saya menderita asam urat, kolesterol, dan diabetes. Saya menjalani perawatan rutin di puskesmas selama beberapa waktu, tetapi tidak juga membaik. Keluhan yang saya rasakan malah bertambah, nyeri di dada, sesak nafas dan tensi darah saya pun meningkat.
Pada tanggal 29 April 2005, seorang distributor HD, Ibu B. Istichanah, menawarkan kepada saya produk pelangsing tubuh dari HD, yaitu Trimee I dan Trimee II. Ketika itu, ibu Istichanah melihat bengkak pada kaki saya dan langsung menyarankan agar saya memeriksakan diri ke laboratorium di RSU Jombang. Ternyata hasil SGOT dan SGPT saya tinggi. Saya lalu menceritakan hasil pemeriksaannya kepada ibu Istichanah, dan beliau menyarankan agar saya berkonsultasi kepada dr. Aslichah. Oleh dr. Aslichah, saya dianjurkan untuk mengkonsumsi Bee Propolis dan Clover Honey. Setelah saya mengkonsumsi produk HD secara rutin, saya kembali memeriksakan diri pada tanggal 16 Mei 2005. Ternyata hasil lab menunjukkan bahwa angka gula, angka SGOT, SGPT, dan kolesterol telah kembali normal. Saya tetap mengonsumsi produk HD sampai saat ini. >> Lihat testimoni lain dan detail produk << |
diposkan pada tanggal 19 Mei 2010 21:20 oleh Homart Info
 Bahaya sembarangan minum obat kuat viagra kembali ditemukan. Jika sebelumnya berpengaruh terhadap gangguan penyakit jantung dan penglihatan, kini viagra ditemukan bisa meningkatkan risiko dua kali lipat kehilangan pendengaran. . Studi yang dilakukan ilmuwan AS menemukan orang yang mengonsumsi viagra untuk mengatasi gangguan ereksi memiliki peluang dua kali lipat mengalami kehilangan pendengaran alias tuli. Temuan ini sekaligus mempertegas peringatan badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) tahun 2007 tentang efek samping viagra. Penggunaan obat viagra harus berdasarkan resep dokter karena konsumsi yang tidak tepat bisa menimbulkan bahaya. Contohnya jika dikonsumsi bersamaan dengan obat penyakit jantung yang mengandung nitrat, karena efek yang dihasilkan bisa saling menguatkan. Dalam penelitian terbaru, peneliti Gerald McGwin dari University of Alabama, Birmingham School of Public Health, mengambil contoh 40 pria Amerika. Hasilnya, 1 dari 3 orang yang mengonsumsi viagara atau obat kuat lainnya seperti Cialis dan Levitra mengalami gangguan pendengaran. Penemuan ini telah dilaporkan dalam jurnal Archives of Otolaryngology–Head & Neck Surgery. Meski begitu peneliti tetap akan melakukan kajian lebih lanjut tentang bahaya obat-obat kuat yang diminum tidak sesuai dosis. Produsen obat sendiri sebenarnya sudah memperingatkan bahaya kehilangan pendengaran dalam produk yang dijual. Tetapi menurut Dr. James E. Saunders, spesialis telinga dari Dartmouth Hitchcock Medical Center, New Hampshire penemuan ini justru makin memperkuat dugaan risiko kehilangan pendengaran itu. “Sebelumnya kami hanya fokus pada kehilangan pendengaran secara mendadak,” kata Saunders seperti dilansir dari Reuters, Kamis (20/5/2010). . Sumber: DetikHealth
Rekomendasi Produk Pengganti Viagra 
Tidak seperti produk-produk lain di pasaran, HD Everec diformulasikan khusus untuk meningkatkan kesehatan para pria aktif masa kini. Terbuat dari bahan-bahan alami yang dikenal akan khasiatnya dalam meningkatkan stamina serta membantu mengatasi masalah seksual dengan efektif dan aman.. Dengan kandungan Ashwaganda, Gingko biloba, Ekstrak Yohimbe, Avena sativa, Tribulus terrestris, Ginseng Korea, Vitamin E, serta mineral Zinc, HD Everec bermanfaat untuk: - Ashwagandha membantu meningkatkan produksi sperma, seperti layaknya hormon testosteron, sehingga dapat membantu meningkatkan performa seksual.
- Gingko biloba, Ekstrak Yohimbe, dan Ginseng Korea membantu memperbaiki sirkulasi darah, sehingga dapat membantu mengatasi masalah impotensi yang disebabkan oleh lairan darah yang kurang lancar.
- Tribulus terrestris membantu memperbaiki fungsi ereksi dengan meningkatkan serum DHEA. Berbagai penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara terjadinya ED dengan jumlah serum DHEA yang mana seiring bertambahnya usia, jumlah kasus ED meningkat dan jumlah serum DHEA menurun. Selain itu juga dapat membantu meningkatkan gairah seksual (libido).
- Ginseng Korea dapat membantu memperbaiki kesuburan dengan cara meningkatkan pergerakan sperma. Ginseng Korea juga dapat membantu meningkatkan stamina tubuh.
>> Lihat Detail Info <<
|
diposkan pada tanggal 17 Apr 2010 20:14 oleh Homart Info
[
diperbarui17 Apr 2010 20:21
]

Beberapa anak autis biasanya memiliki gangguan pada pencernaan terutama bagian ususnya, sehingga ada beberapa makanan tertentu yang sebaiknya dihindari bagi anak autis. Dengan menggunakan analisa rambut maka dapat diketahui suplemen yang tepat untuk dikonsumsi.
Sekitar 88 persen anak autis memiliki kondisi usus yang rusak atau dikenal dengan istilah autistic colistic. Hal ini menunjukkan bahwa autis bukan hanya gangguan yang terjadi di kepala tapi juga gangguan di bagian pencernaan. Hasil dari ini tentu saja dapat mengganggu sistem pencernaan anak tersebut secara menyeluruh.
"Pengobatan tidak bisa berjalan dengan baik kalau kondisi pencernaan anak tersebut masih rusak. Jadi sebaiknya obati dulu pencernaannya baru dilakukan perawatan untuk mengatasi gangguan lain," ujar Dr Igor Tabrizian MD, dalam acara Tanya Jawab Seputar Autisme di Financial Hall Graha Niaga, Jakarta, Sabtu (3/4/2010).
Dr Igor mengungkapkan tes analisa rambut dilakukan untuk mengetahui seberapa baik perjalanan suatu bahan kimia dari otak ke perut seseorang. Dalam analisis ini akan diketahui berapa nutrisi dan kadar racun yang terkandung dalam mineral rambut.
Jika kadar logam berat yang terukur dalam analisis rambut jumlahnya tinggi, maka pencernaan dari anak autis ini sudah semakin membaik karena banyak zat toksik yang berhasil dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi jika kadarnya turun, hal ini menunjukkan kadar autismenya semakin parah dan mengartikan masih banyaknya zat toksik di dalam tubuh yang tidak mampu dikeluarkan.
"Proses industri yang semakin merajalela akan menyebabkan penyerapan racun di tubuh, hal ini dicurigai sebagai penyebab naiknya jumlah autis di seluruh dunia. Setiap toksik yang masuk ke tubuh akan memberikan respons berbeda pada setiap orang. Ada tipe genetik yang mampu memberikan pertahanan lebih, tapi ada juga yang tidak," ujar pakar autisme, nutrisi dan suplemen dari Australia ini.
Hasil dari analisis rambut ini akan menentukan perawatan apa yang dibutuhkan oleh anak autis dan suplemen apa saja yang harus diberikan pada anak. Karena jika anak autis salah makan, maka akan timbul reaksi yang sangat hiperaktif dan sulit untuk diatur.
"Biasanya anak autis tidak bisa mengonsumsi gluten atau tepung-tepungan dan produk susu. Hal ini akan membuatnya semakin hiperaktif, tidak bisa diam dan membuatnya merasa tidak nyaman," ujar Gayatri Pamoedji, SE, MHc pendiri dari MPATI (Masyarakat Peduli Autis Indonesia).
Pada anak autis rantai asam amino yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat dipisahkan sendiri-sendiri, sehingga akan ditemukan beberapa asam amino yang masih tergabung bersama. Gabungan dari dua asam amino ini akan menimbulkan reaksi seperti halusinasi dan anak menjadi sangat hiperaktif.
"Tapi bukan berarti anak yang sudah melakukan tes analisis rambut tidak memerlukan terapi lain, terapi yang tepat untuk anak autis ada dua hal yaitu dilihat dari kemampuan dan kebutuhan si anak. Karena itu orangtua harus melihat dengan cermat perilaku anaknya dan harus turun tangan langsung," ujar perempuan yang biasa disapa Yiyek ini.
Dengan melakukan analisis rambut ini akan diketahui berapa kadar racun yang ada di dalam tubuhnya sehingga dapat ditentukan perawatan apa yang cocok dan suplemen yang tepat untuk dikonsumsi anak. Dengan asupan nutrisi serta suplemen yang tepat akan membantu mengusir racun keluar dari dalam tubuh. Rata-rata setelah 24 bulan perawatan akan didapatkan hasil yang lebih baik.
Masalah utama dari autisme ada tiga yaitu otak, racun dan fungsi pencernaannya. Karena itu tidak ada pengobatan yang instan bagi anak autis, serta dibutuhkan kesabaran dan waktu yang panjang.
Sumber: DetikHealth, 03 April 2010
.
Kesaksian Yang Terbebas dari Autisme dengan Bantuan Terapi Alami
Umur 5 Bulan Terlihat Tanda-Tanda Autis
Rayhan G. Rifqie (Aldo) – diceritakan oleh Doni Widya (orangtua Aldo)
Aldo lahir di Pontianak pada tahun 2000 secara Caesar. Pada umur 5 bulan, mulai terlihat keanehan pada Aldo. Pandangannya tidak dapat focus, waktu mulai berjalan sering membenturkan kepalanya ke dinding, belum dapat berbicara, hiperaktif, dipanggil sering acuh, dan sering berbicara sendiri yang tidak jelas artinya. Sepertinya ia mempunyai dunianya sendiri.
Pada usia 1,5 tahun, Aldo melakukan tes BERA di laboratorium RSU Dr. Sardjito dan dinyatakan tidak ada gangguan. Sedangkan hasil tes EEG menunjukkan adanya gangguan pada syaraf otaknya. Kemudian melakukan tes dengan tumbuh kembang anak. Hasil tes menunjukkan adanya kecenderungan mengarah ke autism. Kemudian, dari hasil tes virus, juga diketahui bahwa terdapat virus Rubella +126. Selain itu, Aldo juga pernah diimunisasi MMR.
Setelah itu, selama 1 minggu, Aldo mengalami panas tinggi dan ciri-ciri autisnya semakin jelas terlihat, seperti hand-bang, memakan apa yang ada di depannya, jalan berjinjit, suka berteriak-teriak, sulit makan, sulit buang air besar, dan emosinya tinggi.
Pada usia 2 tahun, Aldo mulai bersekolah di TK Autis Dian Amanah dan mulai mengonsumsi produk HD Honebee PollenS dan HD Clover Honey. Setelah mengonsumsi selama 3 hari, konsentrasi belajarnya semakin meningkat, nafsu makannya semakin membaik. Dan selama kurang lebih enam bulan mengonsumsi, banyak perkembangan yang semakin membaik, seperti konsentrasi belajar dan nafsu makan yang membaik, buang air besar lancer, tingkat hiperaktifnya berkurang, serta tidak lagi rentan terhadap penyakit radang tenggorokan dan flu seperti sebelumnya.
Enam bulan kemudian, saya menambahkan HD Bee Propolis untuk Aldo konsumsi. Virus dalam tubuhya pun mulai hilang, bicaranya semakin jelas dan terarah, walaupun masih meniru (echolalia). Ciri-ciri autismenya pun semakin menghilang.
Pada usia 3,5 tahun, karena banyaknya perkembangan yang baik dari Aldo, membuat pihak TK Dian Amanah mempersiapkan Aldo untuk bisa masuk ke TK umum. Dan kini, Aldo sudah bersekolah di TK umum Tunas Melati, Yogyakarta. Perkembangannya semakin pesat, bicaranya semakin jelas dan terarah, sudah dapat berkomunikasi 2 arah, dapat bersosialisasi dengan teman-temannya tanpa hambatan, mengerti mana yang benar dan tidak benar. Kini, Aldo sedang dalam persiapan masuk ke SD umum.
Selama 3 tahun menggunakan produk HD, banyak sekali perkembangan yang terjadi pada Aldo, bahkan di sotkis Yogyakarta, Aldo mendapat julukan anak Pollen. Produk HD memang sungguh berkhasiat.
.
<< Lihat Kesaksian Lainnya dan Cara Mendapatkan Produk >>
|
diposkan pada tanggal 17 Apr 2010 19:52 oleh Homart Info
Salah satu keadaan yang sering dihubungkan dengan autisme adalah epilepsi. Penyandang autisme memiliki risiko lebih besar untuk mengalami epilepsi dibandingkan dengan anak yang tidak autisme.
Keterlibatan gangguan otak pada autisme telah dibuktikan dengan pemeriksaan terhadap anatomi dan struktur otak, pemeriksaan terhadap bahan kimia di otak dan berbagai pemeriksaan pencitraan (imaging). Namun tak ada satupun yang dianggap sebagai penyebab pasti dari autisme.
"Sebanyak 40 persen anak penyandang autisme juga mengalami epilepsi, sedangkan risiko pada anak bukan autisme hanya sekitar 1-2 persen saja. Sebaliknya anak yang mengalami epilepsi tertentu sering disertai dengan gejala autisme," ujar Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dalam acara Expo Peduli Autisme 2010, di Gedung Sucofindo, Jakarta, Sabtu (17/4/2010).
Dr Hardiono menambahkan kejang adalah perubahan sementara dan tidak terkontrol dari kesadaran, perilaku, aktivitas motorik, sensasi atau fungsi otonomnya. Hal ini disebabkan oleh aktivitas listrik sel saraf di otak yang berlebihan. Jika kejang terjadi lebih dari 15 menit dianggap sebagai kejang lama, sedangkan jika berlangsung lebih dari 30 menit disebut sebagai status epileptikus.
Anak dengan beberapa keadaan khusus misalnya tuberous sclerosis, rubella congenital, sindrom Down, sindrom Landau Kleffner dan electrical status epilepticus during slow-sleep dapat mengalami autisme dan epilepsi secara bersama-sama.
Seorang anak yang mengalai kejang tanpa demam untuk pertama kalinya disebut sebagai first unprovoked seizure. Sebanyak 20 persen anak yang mengalami kejang ini akan mengalami kejang kembali. Jika sudah dua kali mengalami kejang tanpa sebab maka disebut sebagai epilepsi. Epilepsi bisa terlihat sebagai bangkitan kejang umum seluruh tubuh atau hanya satu sisi (parsial) tubuh saja.
Bila seorang anak mengalami kejang tanpa sebab dua kali atau lebih, maka biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan electroencephalography (EEG). Berdasarkan pemeriksaan ini dapat diketahui aktivitas listrik sel saraf otak. Karena pemeriksaan EEG dilakukan saat anak sedang tidak terkena serangan, maka sebanyak 10-20 persen anak menunjukkan hasil EEG yang normal.
"Pemeriksaan EEG tidak dilakukan secara rutin pada anak penyandang autisme. EEG hanya bermanfaat jika anak mengalami epilepsi atau kemunduran (regresi). Dan juga tidak ada bukti bahwa kelainan EEG tanpa kejang bisa memperburuk gejala autisme," tambahnya.
Suatu penelitian jangka panjang dilakukan terhadap 108 anak penyandang autisme, didapatkan pada usia 17-40 tahun sekitar 38 persennya mengalami epilepsi. Epilepsi lebih sering ditemui pada penyandang autisme yang disebabkan oleh penyebab medis jelas, serta kejang pertama paling sering terjadi saat usia 3-7 tahun.
"Serangan yang paling sering dialami oleh anak autis adalah absence, yaitu serangan bengong secara tiba-tiba dan terjadi belasan kali dalam sehari. Kondisi ini mudah untuk diobati," ujar dokter dari divisi saraf anak departemen ilmu kesehatan anak FKUI.
Dr Hardiono menuturkan anak autis banyak yang menunjukkan perilaku hiperaktif dan gangguan perilaku lainnya, maka tidak semua obat bisa digunakan untuk anak penyandang autis dan harus memperhatikan kemungkinan efek samping dari pengobatan yang diberikan. Karena beberapa obat sering menyebabkan anak bertambah hiperaktif dan masalah perilaku lainnya.
"Tapi satu hal yang penting untuk diingat adalah jangan sekali-kali menghentikan obat epilepsi secara mendadak atau sendiri, karena dapat menyebabkan kejang yang lebih hebat dan sulit untuk diatasi," tambahnya.
Sumber: DetikHealth, 17 April 2010
.
Kesaksian Mereka Yang Terbebas dari Kejang dengan Bantuan Terapi Alami
Amalia, 4 Tahun. Jawa Tengah
Pada saat saya (Sri Mulyani) mengandung puteri saya, Amalia, kandungan saya didiagnosis terserang virus yang ditularkan oleh kucing. Oleh dokter kandungan di Wonogiri, Jawa Tengah, saya disarankan untuk dioperasi. Pada 21 Juni 2001, saya melahirkan Amalia, dengan kondisi kepala yang tidak normal (membesar) atau dikenal dengan istilah hydrocephallus. Namun, kami tetap menerima semua keadaan Amalia dengan ikhlas.
Pada saat usia Amalia baru 9 hari, ia kami bawa ke rumah sakit di Yogyakarta untuk dioperasi. Operasi dilaksanakan pada 17 Juli 2001 untuk memasang selang pada bagian kepalanya. Operasi tersebut dapat dikatakan sukses, karena setelah itu, Amalia tidak pernah lagi bermasalah.
Namun, pada saat usia Amalia 7 bulan (sekitar 6 bulan setelah operasi), ia mulai mengalami kejang-kejang apabila terlalu banyak bergerak. Pada saat usianya 1,5 tahun, kami pindah ke Bogor agar lebih dekat dengan tempat ayahnya yang bekerja di Bogor.
Suatu ketika, saya bertemu dengan Mas Prya dan ibu Ani yang memperkenalkan saya produk-produk High-Desert. Pada 10 Juli 2005, saya mulai memberikan bee propolis, royal jelly, dan bee pollen kepada Amalia. Kini, setelah 8 bulan mengkonsumsi produk-produk tersebut secara rutin, kondisi Amalia sangat sehat, tidak pernah lagi mengalami kejang-kejang.
Terima kasih Tuhan atas kebaikan-Mu melalui produk-produk perlebahan ini.
.
Asmaniah, 7 Tahun, Jabbar – Makassar
Pada tahun 2004, anak saya, Asmaniah Jabbar, menderita kejang-kejang, dan matanya turun naik, penyakit tersebut dalam bahasa orang tua di kampung kami, disebut penyakit sittang. Saat itu, kami berobat ke paranormal selama ± 3 bulan. Namun, belum ada perubahan yang berarti, bahkan dapat dikatakan bahwa penyakitnya semakin bertambah parah. Kejang-kejang yang tadinya hanya muncul sehari sekali, menjadi 3 kali sehari. Kami pun mulai beralih ke pengobatan medis.
Beberapa hari kemudian, hasil pemeriksaan dokter di Makasar membuktikan bahwa Asmaniah terkena penyakit epilepsi/ayan. Kondisi Asmaniah pada saat itu sangat lemah. Dokter menganjurkan agar ia jangan terlalu lelah, tidak boleh marah, dan tidak boleh dibiarkan melamun sendirian. Awalnya kami tidak percaya bahwa Asmaniah terkena epilepsi. Karena sepengetahuan kami, epilepsi merupakan penyakit turunan.
Pada dokter pertama yang kami datangi, anak kami berobat selama ± 4 bulan, namun tidak membuahkan hasil apa pun. Dokter yang kedua kami datangi adalah dokter ahli penyakit dalam, dengan masa pengobatan selama ± 2 bulan, hasilnya tetap nihil. Kami terus berusaha untuk kesembuhan anak kami. Pengobatan selanjutnya adalah dengan dokter ahli saraf selama ± 4 bulan, hasilnya memang ada, namun jika obat yang diberikan dokter tersebut habis, epilepsi Asmaniah akan kembali kambuh.
Semakin lama kami semakin khawatir akan efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi Asmaniah selama ± 10 bulan. Hingga pada akhirnya, atas informasi yang diberikan keponakan kami, Irma Handayani, kami mengenal produk HD. Pada 6 Januari 2006, kami juga diajak berkonsultasi langsung dan mendapatkan pemeriksaan medis dari konsultan medis HD. Di sana, kami mendapatkan penjelasan bahwa benar Asmaniah mengalami gangguan saraf pada otaknya (epilepsi). Kami pun dianjurkan untuk melakukan terapi dengan menggunakan 3 macam produk HD, yaitu HD Honeybee PollenS, HD Bee Propolis, dan HD Royale Jelly Liquid.
Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan YME, karena baru 1 minggu mengonsumsi produk-produk tersebut, kondisi Asmaniah mulai mengalami perubahan yang membaik. Dan menjelang 1 bulan pemakaian secara rutin, epilepsinya tidak pernah lagi kambuh. Kini, sudah lebih dari 6 bulan, kami secara rutin memberikan produk-produk HD berupa Honeybee PollenS, Bee Propolis, dan Royale Jelly Liquid kepada Asmaniah, dan kondisinya semakin lama semakin mem baik.
Terima kasih produk HD yang telah membantu Asmaniah sehingga epilepsinya tidak kambuh lagi.
.
Cheline Stevianny, 8 Tahun. Kendari
Pada 10 Juli 2001, kami sangat berbahagia, karena kelahiran puteri kami, Cheline Stevianny. Namun, 3 bulan kemudian, tepatnya pada Oktober 2001, Cheline mengalami kejang-kejang dan tubuhnya kebiruan, kami pun segera membawanya ke dokter dan mendapatkan terapi Luminal (obat penenang) agar ia tidak kejang-kejang. Namun, keadaan Cheline tidak membaik, karena ia masih terus kejang setiap tidur, baik siang maupun malam.
Pada November 2001, kami membawa Cheline berobat ke Makassar, di sana ia ditangani oleh dokter spesialis neurologi anak. Saat itu, Cheline menjalani pemeriksaan EEG (Electro Enchephalography), dari hasilnya diketahui bahwa terdapat kelainan otak. Maka, Cheline pun kembali menjalani terapi Luminal. Dan sekali lagi, tetap tidak membawa perubahan, karena Cheline masih tetap kejang.
Pada tahun 2003, Cheline sudah mulai dapat berjalan dan dapat berbicara, walaupun saat itu Cheline masih sering mengalami kejang-kejang dan terus menjalani terapi obat-obat penenang. November 2003, kami kembali membawa Cheline ke Makassar untuk mengatasi masalah kejang-kejangnya, dan terapi Cheline diubah menjadi terapi DEPAKENE sirup (obat penenang dalam bentuk sirup). Namun, yang terjadi keadaan Cheline semakin memburuk, frekuensi kejangnya memang berkurang menjadi 3x seminggu, namun ia menjadi lumpuh dan tidak dapat berbicara.
Pada November 2004, Cheline dirawat di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan CT-Scan (hasilnya tidak terdapat kelainan), dan pemeriksaan EEG (hasilnya terdapat kelainan). Maka, Cheline diberikan obat-obatan seperti Luminal + penilep, dan vitamin. Tetapi Cheline masih tetap lumpuh, tidak dapat berbicara, serta kejang setiap saat.
Pada Maret 2005, saya berkonsultasi dengan dokter neurologi dan mendapatkan obat-obat seperti Tegretol, penilop, diazepan, vitamin B compleks, untuk Cheline. Keadaan Cheline tetap sama, namun frekuensi kejangnya berkurang menjadi 1x seminggu. Pada Juni 2005, saya mendapatkan brosur testimonial Cerebral Palsy dari konsultan medis High-Desert Kendari. Saya pun mulai memberikan Honeybee PollenS untuk Cheline, dan ternyata berhasil meningkatkan nafsu makannya, sehingga berat badannya naik. Keadaan Cheline terus membaik, karena ia mulai bisa duduk meskipun dibantu. Frekuensi kejangnya pun berkurang menjadi 2 minggu sekali, walaupun ia masih belum juga dapat berbicara dan berjalan.
Pada Januari 2006, saya juga menambahkan Clover Honey untuk dikonsumsi Cheline, dan keadaanya terus membaik, Cheline sudah mulai dapat berdiri dan melangkah apabila dipapah. Obat-obatan medis pun mulai saya kurangi. Pada 23 Januari 2006, Cheline kembali mengalami kejang, meskipun tidak seperti dulu. Mulai 1 Februari 2006, obat-obatan medis untuknya saya kurangi lagi menjadi sekali sehari, dan berhenti diberikan sama sekali sejak 28 Februari 2006, sehingga Cheline hanya mengonsumsi HBP dan Clover Honey. Syukur kepada Tuhan, sejak saat itu, Cheline tidak pernah lagi mengalami kejang-kejang.
Bahkan, pada minggu terakhir bulan Februari 2006, Cheline mulai dapat kembali berbicara, meskipun belum beraturan. Sampai saat ini, Cheline terus mengonsumsi Honeybee PollenS dan Clover Honey, dan akan saya tambahkan Bee Propolis Capsule sesuai dengan anjuran konsultan medis High-Desert Kendari.
Terima kasih Tuhan yang telah menunjukkan jalan melalui produk-produk High-Desert.
.
Untuk mendapatkan produk-produk seperti kesaksian di atas, silahkan KLIK DI SINI. |
diposkan pada tanggal 1 Mar 2010 23:40 oleh Homart Info
Apakah setiap
anak memang harus mengalami cacar air? Cacar
air atau Varicella merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh anak kecil. Tetapi
tidak semua anak akan mendapatkan cacar air. Terus bagaimana mengatasinya ketika anak Anda terkena cacar air?
Gejala Cacar Air
Cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster. Infeksi virus ini akan
menimbulkan ruam berwarna merah dan gatal. Ruam-ruam ini biasanya muncul pertama
kali di bagian wajah dan perut atau punggung, lalu menyebar ke hampir seluruh
badan.
Ruam
tersebut bermula dengan bintik merah kecil yang terlihat seperti jerawat atau
gigitan serangga. Bintik-bintik ini kemudian berkembang menjadi kantong-kantong
berdinding tipis dan berisi cairan yang awalnya berwarna bening, namun berubah
menjadi kelabu. Setelah dua hingga empat hari, kantong-kantong itu pun pecah
sehingga menjadi luka terbuka, mengering, lalu mengering dan berubah ke warna
coklat.
Satu
atau dua hari sebelum ruam muncul, si anak akan mengalami demam, sakit perut,
sakit tenggorokan, sakit kepala, atau lemas. Gejala-gejala ini bisa bertahan
hingga beberapa hari dengan suhu badan berkisar di antara 37.7°–38.8°
Celsius. Jarang ada kasus yang muncul dengan suhu badan di atas kisaran tersebut.
Tingkat
keparahan gejala-gejala dan ruam-ruam tersebut berbeda di setiap anak. Biasanya,
semakin muda usia si anak, semakin ringan gejala dan ruam cacar air yang dimilikinya.
Penularan
Cacar air itu menular, dimulai dari dua hari sebelum ruam muncul hingga kantong-kantong
air di kulitnya mengering. Itulah sebabnya mengapa anak yang terinfeksi Varicella
sebaiknya tidak bersekolah hingga seluruh kantong airnya mengering. Pastikan
kalau Anda sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu yang tepat bagi
buah hati Anda untuk kembali ke sekolah.
Untuk
mencegah penyebaran virus ini, pastikan anggota keluarga Anda untuk sering mencuci
tangan, terutama sebelum makan dan sesudah menggunakan kamar mandi. Sebisa mungkin,
Anda harus menjauhkan anak yang terinfeksi dari saudaranya yang tidak terinfeksi.
Pastikan Anda memberikan penjelasan mengapa mereka tidak bisa bermain dengan
saudara mereka untuk sementara waktu.
Perawatan
Yang paling utama tentunya adalah mendatangi dan mengikuti instruksi dokter.
Juga, berikan perhatian yang lebih dari biasanya mengingat besar kemungkinan
ia merasa kesepian dan bosan karena tidak bisa bermain dengan saudara dan teman-temannya.
Anak
Anda pasti mengeluh merasa gatal-gatal, namun penderita cacar air sebaiknya
tidak menggaruk badannya. Karena itu, Anda sebaiknya memberikan kompres dingin
di bagian tubuhnya yang paling gatal. Potong pendek pula kuku-kukunya agar,
bila buah hati Anda menggaruk badannya, kuku-kuku itu tidak akan merusak kulitnya.
Mandikan
buah hati Anda dengan air suam-suam kuku. Menambahkan oatmeal ke dalam
air mandinya dapat meringankan rasa gatal-gatalnya. Selain oatmeal di air mandi,
mengoleskan losion calamine ketika kulit kering pun akan meringankan
siksaan rasa gatal tersebut.
HD
Bee Propolis
Untuk mempercepat proses perlawanan terhadap infeksi varicella ini, berikan
satu atau dua kapsul HD
Bee Propolis kepada buah hati Anda, sekali dalam
sehari, tepatnya setengah jam sebelum makan.
Salah
satu sifat HD
Bee Propolis adalah antiviral sehingga membuatnya menjadi
suplemen yang paling tepat untuk mempercepat proses penyembuhan cacar air buah
hati Anda. Pun, bila luka terbuka di kulitnya ternyata terinfeksi oleh bakterHD
Bee Propolisi, telah menjadi perisai anak Anda karena suplemen ini pun
memiliki sifat antibakteri. Infeksi bakteri ini cukup sering dialami oleh anak-anak
karena mereka kerap tergoda untuk menggaruk dan memecahkan kantong-kantong air
di kulitnya.
Jadi,
bila anak Anda terkena cacar air, berikan HD
Bee Propolis kepadanya agar
buah hati Anda lekas terlepas dari infeksi virus Varicella itu.
Link referensi: http://www.hdindonesia.com/info-medis/saat-varicella-menginfeksi-buah-hati
|
diposkan pada tanggal 1 Mar 2010 23:30 oleh Homart Info
Setelah membaca mengenai eksema pada artikel berjudul Mengurangi
Rasa Gatal akibat Eksema, kini Anda akan mengenal jenis dermatitis lainnya,
yakni contact dermatitis.
Sesuai
dengan namanya, peradangan pada kulit ini disebabkan oleh kontak langsung dengan
substansi tertentu. Substansi itu dibedakan dalam dua kategori, yakni jenis
alergen (penyebab alergi) atau iritan (penyebab iritasi).
Dikenal pula peradangan bernama photocontact dermatitis, yakni contact
dermatitis yang terjadi ketika alergen dan/atau iritan bersentuhan dengan
kulit yang terkena sinar matahari.
Beberapa
substansi penyebab contact dermatitis yang teridentifikasi sejauh ini
adalah deterjen atau sabun berformula keras, produk pembersih kulit, kosmetik,
deodoran, kain atau sepatu berbahan tertentu, produk pembersih rumah tangga,
bahan-bahan kimia (seperti formaldehyde), bahan karet atau latex, logam, perhiasan,
parfum, rumput atau tanaman tertentu, serta losion bersifat medis (biasanya
yang bersifat antihistamin, antibiotik, atau antiseptik).
Apa
beda alergen dan iritan dalam kasus contact dermatitis ini?
Bersentuhan
sedikit saja dan sebentar saja dengan alergen akan memicu contact dermatitis.
Sementara, iritan menjadi "penjahat" ketika bersentuhan dalam durasi
yang panjang dan jumlah yang banyak. Beberapa substansi di atas bisa berperan
ganda, yakni sebagai alergen sekaligus iritan.
Bagi penderita jenis
dermatitis ini, kontak dengan alergen dan/atau iritan di atas akan memicu kemunculan
gejala-gejala berikut:
- Ruam atau
benjol merah. Ruam hanya pada bagian yang kontak dengan iritan/alergen.
- Gatal, bahkan
bisa menjadi sangat parah.
- Area kulit
tersebut memerah dan kering, terlihat seperti luka bakar.
- Kantong kulit
yang berisi cairan. Ini terjadi pada contact dermatitis parah.
Lalu,
bagaimana cara merawat contact dermatitis?
Contact
dermatitis dapat diatasi dengan baik apabila penyebabnya dapat diidentifikasi.
Biasanya, setelah menghindari alergen dan/atau iritan penyebabnya, maka dermatitis
ini akan sembuh dalam dua hingga empat minggu.
High-Desert
selalu berusaha menganjurkan tindakan pencegahan. Untuk penderita contact
dermatitis, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Gunakan deterjen
atau sabun berformula ringan.
- Gunakan sarung
tangan saat harus bersentuhan dengan peralatan pembersih rumah tangga.
- Kompres area
kulit yang meradang dengan menggunakan perban basah. Tindakan ini akan mengurangi
rasa gatal di bagian tersebut.
- Oleskan HD
Aloe Propolis Cream. Krim ini akan membantu mengurangi peradangan, mempercepat
proses penyembuhan, sekaligus mencegah luka membekas.
- Bersihkan
kulit Anda dengan HD Royale Shower Gel, segera setelah kontak dengan
iritan/alergen. Ini akan membuang unsur-unsur yang bisa mengiritasi atau
menimbulkan alergi. Setelah itu, pastikan Anda membilas kulit Anda dengan
sangat bersih.
- Oleskan HD
Royale Hand & Body Lotion untuk melindung kulit. HD
Royale Hand & Body Lotion akan bertindak sebagai pelapis kulit sekaligus menutrisi
kulit Anda.
Link referensi: http://www.hdindonesia.com/info-kesehatan/radang-setelah-menyentuh-sesuatu
|
diposkan pada tanggal 1 Mar 2010 23:25 oleh Homart Info
Salah
satu area yang populer dalam studi media adalah efek tayangan televisi terhadap
konsep diri perempuan, terutama mengenai definisi kecantikan. Karena berbagai
bentuk tayangan televisi, maka masyarakat pun punya kategori baru tentang kecantikan
itu, yakni perempuan yang berkulit putih. Bahkan tidak sedikit iklan yang menampilkan
kesan kalau perempuan tidak berkulit putih, maka tidak akan mendapatkan pasangan
atau pekerjaan impiannya. Sebegitu besar dampak tayangan ini, hingga produk
pemutih selalu laris di pasaran.
Padahal,
produk pemutih bisa berbahaya bagi perempuan Indonesia. Kulit perempuan Indonesia
itu pada dasarnya bukanlah putih, melainkan cenderung mengarah ke warna kuling
langsat, coklat muda, sawo matang, atau agak hitam. Semakin gelap warna kulit,
maka semakin banyak sel melanositnya, sehingga semakin tinggi produksi melaninnya.
Melanin inilah yang berfungsi sebagai pelindung kulit terhadap radiasi ultraviolet.
Produk
pemutih, baik wajah atau kulit badan, bekerja dengan cara pengelupasan. Pengelupasan
memang penting agar dapat membuang sel-sel kulit mati, sehingga regenerasi sel
kulit tetap berjalan dan pori-pori kulit bisa bernapas lega. Tetapi pengelupasan
secara intens malah akan merusak melanin di kulit.
Karena
Indonesia adalah negara tropis, maka kulit kita akan selalu berurusan dengan
terpaan ultraviolet. Kini, Anda dapat membayangkan potensi bahaya yang muncul
bila Anda memakai produk pemutih? Yap, kanker kulit, karena melanin tidak
lagi bekerja optimal untuk melindungi kulit. Tak heran, bila penelitian menunjukkan,
kulit yang kaya melanin relatif lebih tahan terhadap kanker kulit dan juga proses
penuaan.
Sekarang,
Anda pilih cantik versi media atau cantik versi Anda? Anda pasti setuju dengan
konsep kecantikan versi High-Desert.
Bagi
High-Desert, kulit yang cantik adalah kulit yang sehat dan bersih serta
terawat secara alami. Dan itu berarti perawatan kulit dengan menggunakan produk
perlebahan yang alami dan berkualitas.
Untuk
perawatan wajah, High-Desert menghadirkan produk HD Bee Clear.
HD Bee Clear adalah masker wajah yang unik karena mengandung four stars
HD, yakni bee pollen, bee propolis, royal jelly, dan clover honey.
Secara ilmiah, formulasi keempatnya terbukti mampu menutrisi, membersihkan,
merawat, meremajakan, dan menyehatkan kulit wajah Anda.
HD Bee Clear bekerja dengan cara membuka pori-pori yang tersumbat lalu mengangkat
kotoran, melembabkan kulit, serta menghambat aktivitas bakteri. Itulah sebabnya
mengapa HD Bee Clear juga tepat bagi kulit berjerawat. Dengan HD Bee Clear, Anda akan mendapatkan kulit yang sehat dan bersih terawat.
Jadi,
Anda pilih produk pemutih yang berpotensi merusak kulit atau HD Bee Clear
yang merawat kesehatan kulit Anda?
Link referensi: http://www.hdindonesia.com/info-kesehatan/kulit-wajah-yang-putih-atau-sehat
|
diposkan pada tanggal 21 Feb 2010 19:41 oleh Homart Info
[
diperbarui21 Feb 2010 20:12
]
Royal
jelly berbentuk seperti cairan kental, cenderung seperti krim, yang berwarna
putih susu, berbau tajam, dan memiliki rasa asam dan pahit. Yang membedakan
royal jelly dengan produk perlebahan lainnya adalah karena royal jelly tidak
dikumpulkan dari luar, melainkan merupakan hasil metabolisme tubuh lebah. Royal
jelly berada di kelenjar hipofaring (di bagian kepala) lebah perawat. Royal
jelly, atau susu lebah, merupakan bahan makanan seluruh larva yang ada di koloni
lebah, baik larva lebah pekerja maupun larva ratu lebah. Tetapi, setelah dewasa,
lebah pekerja berhenti memakan royal jelly, sedangkan ratu lebah tetap mengonsumsinya.
Secara
genetik, telur ratu lebah identik dengan telur lebah betina lainnya. Tetapi
lebah pekerja (betina) hanya mengonsumsi royal jelly selama tiga hari pada fase
larva, sementara ratu lebah mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya. Royal
jelly membuat ratu lebah memiliki banyak keunggulan dibandingkan lebah betina
lainnya, yaitu ratu lebah berusia 40 kali lebih lama dibanding lebah pekerja
(4-6 tahun dibandingkan 5-6 minggu), dan dapat menghasilkan telur hingga 2,000
telur per harinya, sementara lebah betina yang lain tidak menghasilkan telur
atau mandul.
Royal
jelly memiliki sifat antioksidan. Secara fisik, royal jelly mudah rusak sehingga
harus disimpan dalam keadaan beku atau dicampur dengan madu. Bila rusak, royal
jelly akan kehilangan kandungan nutrisi pentingnya, seperti:
- Protein dan
asam amino yang merupakan komponen terbesar dalam royal jelly.
- Asam lemak
esensial. Asam lemak yang paling banyak terkandung dalam royal jelly adalah
10-HDA (trans-10-hydroxy-2-decenoic acid). Hingga kini belum ditemukan produk
alami lain yang memiliki kandungan 10-HDA, tidak juga pada hasil lebah lainnya.
- Vitamin B
kompleks, seperti: B1, B2, B6, B12, biotin, asam folat dan inositol. Selain
itu juga kaya akan kandungan vitamin B5 atau asam pantotenat, yang dikenal
akan khasiatnya untuk mengurangi tingkat stress.
- Asetilkolin
- Enzim, seperti
glukosa oksidase, fosfatase, dan kolinesterae.
- Gula, seperti
fruktosa dan glukosa.
- Mineral, seperti:
kalium, kalsium, natrium, zink, besi, cuprum, dan mangan.
- Gamma globulin.
- Gelatin.
Kegunaan-kegunaan
royal jelly telah dibuktikan secara ilmiah oleh:
- Sebuah penelitian
di Jepang yang dipublikasikan pada tahun 2007 menyimpulkan royal jelly mampu
memicu proses neurogenesis. Neurogenesis adalah proses pembentukan neuron
dalam perkembangan otak.
- Y. T. Cho,
seorang peneliti dari Cina, menyimpulkan kalau royal jelly bermanfaat menurunkan
kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.
- T. Inoue yang
meneliti penggunaan royal jelly di Jepang sekaligus meneliti kemanjuran
royal jelly secara medis.
Mengenal HD Royale Jelly Liquid dan HD Royal Jelly Tablet
High-Desert
menghadirkan dua pilihan bentuk royal jelly yang masing-masing diolah secara
sempurna untuk menjaga kandungan alaminya.
- HD Royale
Jelly Liquid yang dipanen, diproses, dan diawetkan dengan madu alami dalam
waktu tidak lebih dari 24 jam sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga
optimal.
- HD Royal Jelly
Tablet yang dipanen dan diproses dalam waktu tidak lebih dari 24 jam, kemudian
dikeringkan melalui metode freeze-dried sehingga kandungan nutrisinya tetap
terjaga maksimal.
Dengan
kandungan sekaya itu, tak heran bila HD Royale Jelly terbukti secara ilmiah:
- Memiliki efek
antipenuaan yang membuat terlihat awet muda serta meningkatkan produksi
kolagen sehingga mempertahankan keremajaan dan kelenturan kulit.
- Memperpanjang
rentang hidup karena membuat tubuh lebih sehat.
- Memperbaiki
sistem reproduksi, termasuk meningkatkan kesuburan suami-istri, mengatasi
nyeri haid, dan menjaga kesehatan sistem reproduksi setelah menopause.
- Meningkatkan
daya ingat dan melindungi sistem saraf.
- Mencegah osteoporosis
karena membantu meningkatkan kemampuan tulang menyerap kalsium dan menstimulasi
pembentukan tulang.
Karena
HD mengolahnya secara sempurna, maka HD Royale
Jelly Liquid dan HD Royal Jelly
Tablet menyediakan manfaat royal jelly yang optimal dan terbaik bagi Anda!
Link referensi: http://www.hdindonesia.com/info-produk/serial-hd-mengenal-royal-jelly
|
diposkan pada tanggal 9 Feb 2010 18:14 oleh Homart Info
Tahukah Anda bahwa
laki-laki yang sering melakukan hubungan seks akan berkurang 45 persen
kemungkinannya terkena serangan jantung daripada laki-laki yang jarang
berhubungan seks. Penelitian ini dilakukan kepada lebih dari 1.000 orang, dan
hasilnya menunjukkan bahwa seks memiliki efek perlindungan pada jantung
laki-laki.
Setiap tahun penderita
serangan jantung di Britania mencapai 270 ribu orang. Meskipun seks telah lama
dianggap baik untuk kesehatan fisik dan mental, baru ada sedikit bukti ilmiah
yang menunjukkan manfaat hubungan antara seks dan penyakit jantung.
Dalam studi terbaru,
ilmuwan di New England Research Institute di Massachusetts, dilacak aktivitas
seksual pria berusia antara 40-70. Para peneliti juga memperhitungkan faktor
risiko lain seperti umur, berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol.
Hasilnya, orang-orang yang bercinta setidaknya dua kali seminggu cenderung jauh
lebih kecil memiliki penyakit jantung ketimbang mereka yang bercinta sekali
sebulan atau kurang, seperti dilansir The
Telegraph, Jumat (8/1).
Menurut peneliti, manfaat
seks bisa memberikan efek pada tubuh, yakni fisik dan emosional yang baik. Pria
yang sering melakukan aktivitas seksual lebih sehat dibanding yang tidak
sering, karena seks bisa mengurangi tingkat stres dan memberikan dukungan
sosial. Pun, seks dalam beberapa bentuk memiliki komponen kegiatan fisik yang
dapat langsung berfungsi untuk melindungi kesehatan jantung.
Sebuah studi awal di
National Cancer Institute di AS menunjukkan pria yang mengalami ejakulasi
melalui hubungan seks atau masturbasi, setidaknya lima kali seminggu, punya
kemungkinan jauh lebih kecil terkena kanker prostat.
Sementara, seks sekali
atau dua kali seminggu di musim dingin dapat meningkatkan sistem kekebalan
tubuh dan mengurangi kemungkinan terkena pilek dan flu, menurut para peneliti
di Wilkes University, Pennsylvania. Mereka menemukan hal itu dapat meningkatkan
kadar imunoglobulin A atau IGA untuk mengikat organisme yang menyerang
tubuh dan kemudian mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan
mereka.
Selain itu, seks teratur
bahkan dapat mendorong indera penciuman seorang wanita dengan memicu pelepasan
hormon yang disebut prolaktin, menurut para ilmuwan di Universitas Calgary di
Kanada. Ini mungkin sebuah mekanisme untuk membantu mengikat ibu dengan bayi
yang baru lahir.(YUS)
Sumber: Liputan6.com, 10/01/2010
HD Everec, Formulasi Istimewa Khusus Pria! Sehat, Kuat, dan Segar
Kesegaran
fisik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keharmonisan
suatu keluarga. Tanpa Anda sadari, menurunnya stamina serta masalah
disfungsi ereksi dapat menggangu keharmonisan keluarga Anda. Disfungsi
ereksi atau dikenal juga dengan impotensi adalah ketidakmampuan pria
untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam aktifitas seksual.
Faktor penyebabnya bermacam-macam seperti penuaan, gaya hidup yang
buruk (merokok, minuman beralkohol, obesitas), stres, dan faktor
penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Resiko
terjadinya disfungsi ereksi atau Erectile Dysfunction (ED) bertambah
seiring dengan usia dan pada umumnya terjadi ketika pria mencapai usai
40 tahun. Namun perlu dipahami oleh semua kaum pria bahwa ED dapat
diatasi pada usia berapa pun. Bagi
beberapa pria, meningkatkan kualitas seksual dapat dicapai hanya dengan
mengubah gaya hidup mereka, seperti berhenti merokok atau mengurangi
berat badan, yang mungkin merupakan faktor penyebab dari masalah
seksual mereka. Sedangkan untuk mengatasi kasus ED yang lebih serius,
perlu dilakukan terapi obat seperti mengonsumsi obat atau melalui
suntikan dengan dosis yang dianjurkan. Pengobatan ED dapat dikatakan
sukses jika pria dapat kembali berfungsi secara seksual dan dapat
melakukan aktiftas seksual dengan normal.
Apa HD Everec itu? Tidak
seperti produk-produk lain di pasaran, HD Everec diformulasikan khusus
untuk meningkatkan kesehatan para pria aktif masa kini. Terbuat dari
bahan-bahan alami yang dikenal akan khasiatnya dalam meningkatkan
stamina serta membantu mengatasi masalah seksual dengan efektif dan
aman.
Manfaat HD Everec Dengan
kandungan Ashwaganda, Gingko biloba, Ekstrak Yohimbe, Avena sativa,
Tribulus terrestris, Ginseng Korea, Vitamin E, serta mineral Zinc, HD
Everec bermanfaat untuk:
- Ashwagandha
membantu meningkatkan produksi sperma, seperti layaknya hormon
testosteron, sehingga dapat membantu meningkatkan performa seksual.
- Gingko
biloba, Ekstrak Yohimbe, dan Ginseng Korea membantu memperbaiki sirkulasi
darah, sehingga dapat membantu mengatasi masalah impotensi yang disebabkan
oleh lairan darah yang kurang lancar.
- Tribulus
terrestris membantu memperbaiki fungsi ereksi dengan meningkatkan serum
DHEA. Berbagai penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara
terjadinya ED dengan jumlah serum DHEA yang mana seiring bertambahnya
usia, jumlah kasus ED meningkat dan jumlah serum DHEA menurun. Selain itu
juga dapat membantu meningkatkan gairah seksual (libido).
- Ginseng
Korea dapat membantu memperbaiki kesuburan dengan cara meningkatkan
pergerakan sperma. Ginseng Korea juga dapat membantu meningkatkan stamina
tubuh.
Note:
|
diposkan pada tanggal 9 Feb 2010 17:53 oleh Homart Info
[
diperbarui9 Feb 2010 18:10
]
Penyakit DBD (Demam
Berdarah) atau Dengeu Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan
oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala
yang ditimbulkannya cukup serius bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak
diobati. Ada cara yang mudah dan alami untuk mengatasinya yang akan saya
bagikan kepada Anda.
Penyakit ini kian akut di
negara-negara berkembang, ditempat yang penduduknya masih menghuni tempat
tinggal yang tidak layak. Mereka menyimpan air di tempat-tempat yang menjadi
sarang utama nyamuk Aedes aegypti, seperti: bak mandi, ember dan tempat yang
menyebabkan genangan air yang tidak mengalir. Genangan air tersebut merupakan
tempat terbaik bagi perkembangan nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, semakin tinggi
curah hujan berarti semakin banyak jumlah nyamuk Aedes aegypti yang
mengakibatkan semakin cepat pula penyebaran wabah demam berdarah ke berbagai
daerah bahkan negara.
Nyamuk Aedes aegypti tidak
mengenal usia mangsanya, dapat menyerang orang dewasa, anak-anak, hingga
balita. Bahkan tidak jarang penyakit ini menyebabkan kematian.
Gejala
Demam Berdarah
- Biasanya ditandai dengan demam tinggi 2-7
hari, fenomena pendarahan, pembesaran hati dan kegagalan sirkulasi/syok.
- Bisa disertai dengan nyeri kepala, nyeri
otot, timbul ruam/kemerahan di kulit, nyeri tulang, mual, dan nyeri ulu hati.
- Timbul bercak-bercak merah di muka, lengan
tungkai dan langit-langit mulut. Mimisan dan pendarahan gusi juga dapat
terjadi. Keadaan yang lebih berat dapat menyebabkan pendarahan organ dalam
tubuh.
- Angka trombosit kurang dari 100.000/mm3,
hematrokit lebih dari 20% dari normal.
- Fase kritis, antara hari ketiga dan kelima,
disertai dengan suhu tubuh menurun, keringat banyak, gelisah, jari kaki dan
tangan dingin. Pada fase ini, resiko terjadinya syok meningkat dan dapat
menjadi fatal.
Bagaimana
Cara Pencegahannya?
Pencegahan DBD dapat
dilakukan dengan cara melakukan 3M:
- Menguras
tempat penampungan air secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali.
- Menutup
rapat tempat tempat penampungan air.
- Mengubur/menyingkirkan
barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti misalnya kaleng
bekas, plastik, dan lain-lain.
Dan tidak hanya itu, kita
juga perlu mencegahnya dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita dengan
menjalankan pola hidup sehat melalui istirahat cukup, olahraga teratur, pola
makan seimbang, serta asupan nutrisi tambahan dari suplemen. Saya sendiri
pernah berulangkali digigit nyamuk DBD, tapi tidak mengalami infeksi (sakit)
oleh karena daya tahan tubuh saya yang kuat.
Bagaimana
Produk Perlebahan dapat Membantu?
Untuk suplemen yang bisa
membantu Anda mencegah dan menyembuhkan DBD, saya merekomendasikan suplemen
produk perlebahan seperti misalnya propolis, bee pollen, dan madu. Bee Propolis
atau yang dikenal juga sebagai Russian
Penicilin merupakan antioksidan yang kuat dan antibiotik alami yang
dihasilkan oleh lebah. Namun tidak seperti antibiotik pada umumnya yang dapat
melemahkan sistem kekebalan tubuh, bee propolis justru meningkatkan sistem
pertahanan tubuh secara alami.
Bee pollen mengandung
lebih dari 200 jenis nutrisi yang penting bagi tubuh sehingga membantu
meningkatkan stamina tubuh semasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan.
Dengan menggabungkannya dengan
madu yang kaya akan enzim dan mineral, proses penyembuhan dari DBD akan lebih
cepat dan pasti. Selain untuk penyembuhan, Anda juga dapat rutin mengonsumsi
ketiga produk perlebahan ini untuk melindungi diri dari serangan DBD dan
penyakit lainnya.
Contoh
Kesaksian
Kesaksian-kesaksian di
bawah ini adalah contoh dari penggunaan suplemen produk perlebahan dari
perusahaan High Desert seperti HD Bee Propolis, HD Pollenergy (Bee Pollen), HD HoneybeePollens
(Bee Pollen), dan HD Clover Honey
(madu gurun asli).
Anakku Terbebas Dari
Gejala Demam Berdarah
Fanella Aprilia, 7 Tahun. Bogor
Puteri
saya yang kedua, Flanella, sering sakit-sakitan. Selain itu, nafsu makannya
kurang sehingga kondisi tubuh dan daya tahannya pun lemah. Keadaan ini sudah
berlangsung cukup lama. Saya, sebagai orang tuanya, sudah sering kali membawa
Flanella berobat ke rumah sakit, berkonsultasi dengan dokter dan paramedis
setempat.
Dari
hasil pemeriksaan dokter diketahui bahwa Flanella mengalami gangguan pencernaan
dan harus banyak mengonsumsi vitamin dan suplemen yang dijual bebas di pasaran.
Setelah dicoba, tidak ada satu pun vitamin dan obat-obatan yang cocok
untuk Flanella. Kondisinya sama sekali tidak berubah.
Selang
beberapa hari kemudian, puteri saya terkena gejala demam berdarah. Saya segera
membawanya ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa, puteri saya harus
menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan diagnosis, trombosit Flanella
mengalami penurunan. Suhu tubuhnya pun meningkat menjadi 39.7°C. Saat itu,
sebagai orang tuanya, saya sungguh sangat panik.
Di
tengah-tegah kepanikan itu, saya teringat rekan saya, Pak Anthony, yang pernah
menawarkan produk High-Desert. Saya membeli 1 paket produk HD dan sesuai
petunjuk dan dosis pemakaian, saya memberikan Clover Honey, Royale Jelly
Liquid, dan Honeybee PollenS kepada Flanella. Hasilnya sungguh luar biasa. Tiga
hari setelah mengonsumsi produk-produk High-Desert tersebut, suhu tubuh
Flanella kembali normal, dan trombositnya kembali meningkat (dari 130.000 mm3
menjadi 150.000 mm3). Bintik-bintik yang ada di permukaan kulit pun
turut hilang.
DBD,
Tifus, Gangguan Lever
Thomas Supriyadi, 46 Tahun. Semarang
Pada 18 Mei 2006, saya merasakan gejala-gejala
seperti cepat lelah, mengantuk, tubuh lemas, badan terasa demam (dari pinggang
hingga telapak kaki terasa panas), dan buang air besar setiap sehabis makan.
Pada 19 Mei 2006, saya memeriksakan diri ke dokter, namun tidak melakukan tes
laboratorium, hanya diberi obat antibiotik dan vitamin, serta obat penurun
panas dan penghilang rasa mual. Namun,
kondisi tubuh saya tidak membaik. Rasa haus, mual semakin meningkat dan diikuti
muntah, sehingga pada 21 Mei 2006, pukul 21.30 WIB saya memutuskan untuk
kembali memeriksakan diri ke rumah sakit. Kali ini saya menjalani tes
laboratorium. Kesimpulan sementara hasil laboratorium menunjukkan bahwa saya
diduga terkena demam berdarah. Namun, dokter masih mengizinkan saya pulang. Di
rumah, saya mengalami rasa mual dan muntah setiap sehabis makan/minum (3x dalam
waktu satu malam).
Karena
keadaan tetap tidak membaik, saya masih mual dan muntah, bahkan panas badan
saya mencapai 38,5º C. Pada 22 Mei 2005, pukul 05.45 WIB, saya kembali ke rumah
sakit dan diharuskan untuk rawat inap. Saya kembali melakukan tes laboratorium
dan disimpulkan bahwa saya terkena tifus, demam berdarah, serta gangguan fungsi
hati. Selama dirawat di rumah sakit selama 4 hari (22-26 Mei 2006), pengobatan
yang saya dapatkan diprioritaskan untuk mengobati demam berdarah dan menjalani
tes laboratorium yang dilakukan secara rutin setiap pagi hari.
Selama
menjalani perawatan di rumah sakit, selain mengonsumsi obat yang diberikan oleh
dokter, saya juga mengonsumsi produk High-Desert, seperti Pollenergy 520 , Bee
Propolis, Royal Jelly Tablet, dan Clover Honey. Ternyata trombosit saya
mengalami peningkatan yang cukup pesat, dari yang sebelumnya hanya tinggal 88
K/μl menjadi 210 K/μl.
Karena
dokter menganggap kondisi saya sudah cukup membaik, saya diizinkan pulang, dan
melanjutkan terapi pengobatan dengan tetap mengonsumsi obat dokter dan produk
HD selama 10 hari. Setelah persediaan obat dokter habis, saya kembali melakukan
kontrol ke dokter didahului dengan tes laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa
saya masih terkena gangguan fungsi hati (nilai SGOT, SGPT, dan Gamma GT masih
sangat tinggi). Selain itu, saya memang masih mempunyai keluhan yang lain,
seperti selalu ingin buang air besar setiap sehabis makan (3x sehari), dan
kotoran yang keluar seperti sedang mengalami diare. Kemudian, dokter kembali
memberikan resep obat.
Saya
juga berkonsultasi dengan dr. Idawati, konsultan medis HD Semarang. Saya
memutuskan hanya mengonsumsi produk HD, seperti Pollenergy 520, Propolis,
Royale Jelly Liquid. Empat hari setelah itu, buang air besar saya sudah kembali
normal dan hanya 1 kali pada pagi hari. Kondisi fisik terasa normal, rasa
kantuk dan lemas pada persendian sudah hilang. Dua belas hari kemudian, saya
kembali melakukan tes laboratoium dan pemeriksaan dokter. Disimpulkan bahwa
kondisi saya sudah sehat dan disarankan untuk tetap berhati-hati terhadap
makanan yang dapat memicu kambuhnya penyakit saya.
Kini,
setelah rutin mengonsumsi produk HD, saya sangat merasakan manfaatnya. Badan
terasa lebih sehat dan bugar. Terima kasih banyak HD.
Gejala
Tifus dan Gejala Demam Berdarah
Yonathan Sebastian, 14 Tahun. Semarang
Pada
tanggal 26-28 Januari 2006, putera kami Yonathan Sebastian mengalami panas yang
tinggi. Kami berinisiatif membawanya ke dokter untuk diperiksa dan dokter
memberinya obat.
Pada
tanggal 30 Januari 2006, kami membawa Yonathan ke laboratorium untuk melakukan
pemeriksaan darah. Hasil laboratorium tersebut menunjukkan bahwa Yonathan
terkena gejala tifus dan gejala demam berdarah, dengan tingkat trombosit hanya
71.000 sedangkan angka normal trombosit adalah 150.000–400.000. Untuk itu,
dokter menyarankan agar Yonathan dirawat.
Walaupun
trombositnya rendah, kami tidak merawat Yonathan karena keterbatasan biaya.
Kami hanya memberikan Dynamic Trio (Pollenergy, Propolis, Royale Jelly Liquid)
dan Clover Honey per 30 Januari 2006 pada pukul 07.00 malam, karena Yonathan
tetap terlihat sehat walaupun trombositnya rendah (Yonathan juga rutin
mengonsumsi Honeybee PollenS). Saat itu suhu tubuhnya 39 derajat, tetapi pada
pukul 12.00 malam, sudah turun menjadi 37 derajat.
Pada
tanggal 31 Januari 2006, Yonathan melakukan pemeriksaan darah lagi dan
trombositnya mengalami kenaikan menjadi 112.000. Namun, pada 2 Februari 2006
trombosit Yonathan turun lagi (88.000) karena Yonathan terlalu banyak melakukan
aktifitas. Sambil mengontrol aktifitas Yonathan dan memberinya produk HD,
tanggal 6 Februari 2006, Yonathan melakukan pemeriksaan darah lagi, dan
trombositnya telah kembali normal menjadi 272.000.
Note:
- Untuk
berkonsultasi lebih lanjut mengenai DBD atau kasus serupa, silahkan KLIK
DI SINI.
- Untuk
mengetahui lebih detail mengenai produk-produk perlebahan High Desert, silahkan
kunjungi situs http://homart.co.nr
Healindonesia, Awan
(Andreas Hermawan) |
|