Bismillaah, Assalamu'alaykum ikhwani fiddiin, Sejenak kita renungi dua hikmah berikut ini: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman -yang artinya: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Al Qur'an surah At-Taubah: 100) kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, no. 3650) Jika kita perhatikan keadaan kaum muslimin pada zaman ini sungguh sangat memprihatinkan. Begitu banyak kerusakan dilakukan, baik itu berupa syirik, bid'ah dan maksiat. Kerusakan tersebut mulai dari kota dan desa, orangtua dan anak muda. Akar kemunduran kaum muslimin adalah jauhnya mereka dari pemahaman agama Islam yang benar, yakni pemahaman 3 generasi terbaik dari ummat ini -yakni generasi shahabat Nabi, tabi'in dan tabi'ut tabi'in- . Sebagian besar kaum muslimin berpegang pada al-Qur'an dan as-Sunnah namun dengan pemahamannya masing-masing. Mereka tidak memahami al-Qur'an dan as-Sunnah seperti apa yang difahami oleh para shahabat Nabi Muhammad 'alaihi sholawatu wa sallam. Sebagai contoh extreme, ada firqah/kelompok yang menghalalkan bom bunuh diri atas nama Islam dengan mendasarkan pada ayat-ayat Qur'an tentang jihad. Mereka memahami ayat-ayat jihad dengan akal dan hawa nafsu sehingga pemahaman mereka terhadap ayat-ayat jihad sangat jauh dari pemahaman shahabat rodhiyalloohu 'anhum (semoga Alloh meridoi mereka semua). Contoh lain yang sekilas terlihat ringan adalah banyaknya orang yang sungguh-sungguh melakukan amalan dzikir dan sholat yang aturannya dikarang sendiri, bukan dari al-Qur'an atau as Sunnah. Akhirnya hanya lelah di lisan dan lelah di badan, menguras waktu dan tenaga, karena amalan yang tidak diajarkan utusan-Nya akan tertolak di sisi Allah Ta'ala. Penyimpangan pemahaman agama, bukan hanya di masalah ibadah, namun juga di banyak sisi agama seperti aqidah,tafsir, muamalah dan akhlaq. Seorang ulama ahlussunnah, Imam Malik , -guru dari Imam Syafi'i rohimahullohu- berkata: "Tidak akan menjadi baik akhir generasi umat ini kecuali dengan perkara yang telah membuat baik generasi pertama umat ini." (kitab Mawaridul Aman karya Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, hal. 265) Sungguh perkataan beliau rohimahulloh di atas pantas ditulis dengan tinta emas dan di dada setiap insan yang mendambakan tegaknya izzah Islam. Islam tidak akan tegak kecuali setelah kaum muslimin mempelajari ilmu agamanya dan mengamalkan ilmu tersebut dengan kaffah. Sebagai usaha menyebarkan ilmu agama, dibuatlah situs kecil ini. Saya mengakui bahwa sebagian besar materi yang ada di situs ini adalah hasil copy dan download dari situs lain, seperti Islamhouse.com . Saya tidak meng-klaim materi tersebut sebagai hasil karya saya. Sebagian mirror atau backup materi dari situs aslinya dapat anda temui di situs ini.Hal tersebut dilakukan untuk memperluas manfaat, baik bagi penulis asli maupun pembacanya. Silakan anda sebarluaskan dengan tanpa mengkomersilkan dan menjaga amanat ilmiah yang ada di dalamnya. Semoga situs ini bermanfaat bagi bagi pembuatnya dan kaum muslimin, mudah-mudahan Allah Tabaraka wa Ta'ala memperberat mizan dengan amal sederhana ini. Saran dan kritik membangun sangat diharapkan. Silakan hubungi saya di email abdurahiim et gmail.com . wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuhu, Hamba yang memerlukan ampunan Rabb-nya, 'Abdurrahiim |