Perbedaan Preamp 26plus dan Preamp Pak Paul Kesimpulan Uji Dengar Penurunan Rumus Voltage Vs Impedance Ratio tegangan pada LOT 15kohm/600ohm Saran Dalam Memilih LOT Keunggulan custom made order dari SAP Tepat pada hari sabtu tanggal 29 Nov 08 malam, beruntung sekali saya bisa ngumpul bareng dengan sahabat sahabat baik saya yaitu Mr. Paul Yahya ( Cover Boy dan Kepala Gank Cipinang ) dan Bapak Gunawan Ciptojaya ( Juragan Sembako ), bertempat di rumahnya Gunawan. Kumpul bareng yang kami lakukan pada saat itu adalah untuk membandingkan performa Preamp 112A buatan Pak Paul dengan Preamp 26 plus LOT (selanjutnya saya sebut 26 plus). Konfigurasi system penunjang yang digunakan dalam proses komparasi ini adalah sbb : DVD player : Marantz Power Amplifier : Tubelover 300B, 2A3 Gunawan Power Cord : Kimber Kable, Siltech Speakers : Gunawan Bookshelf 2 Way (Scan Speak Driver) Power Generator : Power 500 Komparasi ini lebih cenderung untuk membandingkan kedua preamp di atas dalam hal selera dengar kami masing-masing dibandingkan perbandingan secara teknis, karena kedua preamp tsb memiliki perbedaan teknis mendasar dalam 2 hal yaitu 1. Perbedaan tabung : Preamp 26 menggunakan tabung 26 dan Preamp Paul menggunakan tabung 112A. 2. Perbedaan Impedansi Trafo : Preamp 26 Gunawan menggunakan LOT dengan impedansi 15kohm primer/15kohm sekunder, sedangkan Preamp Pak Paul menggunakan LOT dengan impedansi 15kohm primer/600ohm sekunder. Walaupun komparasi ini tidak apple to apple namun saya bisa menemukan hal baru yang saya yakin bisa bermanfaat bagi anda yang sedang memilih LOT untuk keperluan membuat preamp. Kesimpulan Uji Dengar Berdasarkan komparasi suara yang kami lakukan ada tiga hal yang menjadi kesimpulan kami : 1. Preamp 26 plus memiliki nada bass yang lebih extend ke bawah dibandingkan dengan Preamp Pak Paul 2. Preamp Pak Paul memiliki karakter mid dan trebel yang lebih transparent dibandingkan Preamp 26 plus 3. Preamp 26 plus memiliki gain yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Preamp Pak Paul. Kesimpulan NO 1 dan 2 di atas adalah hal yang bersifat sangat subjektif, kalau anda ikut hadir mungkin saja anda bisa berbeda pendapat dengan kami, sehingga saya tidak ingin membahasnya secara mendalam mengenai kesimpulan No 1 dan 2 ini karena tidak ada acuan yang jelas untuk membicarakan apalagi memperdebatkannya. Kesimpulan No 3 adalah hal yang paling menarik untuk saya sharing dengan anda dalam tulisan ini karena bisa banyak membantu anda dalam menentukan pilihan LOT yang akan anda beli. Preamp 26 plus memiliki gain yang lebih tinggi karena menggunakan LOT dengan ratio impedansi 15kohm primer/ 15ohm sekunder, atau dengan kata lain 1:1, sedangkan Preamp Pak Paul menampilkan gain yang jauh lebih rendah karena menggunakan LOT dengan ratio 15k primer/ 600ohm sekunder. Dalam kasus dimana digunakan LOT dengan impedansi 15kohm primer/ 600hm sekunder maka tegangan di terminal sekunder adalah hanya 1/5 dari tegangan yang ada di terminal primer. Rumusan Voltage Vs Impedance Untuk bisa memahami mengapa LOT dengan ratio 15k primer/ 600ohm sekunder menghasilkan level keluaran yang jauh lebih rendah maka saya akan mengajak anda menganalisa formula dasar perhitungan trafo berikut ini : Untuk menganalisa rumusan dasar dalam sebuah trafo, pertama kali anda harus memahami dulu Gambar 2 di atas yang merupakan skema dari LOT. Vp= Tegangan Primer Vs = Tegangan Sekunder Ip = Arus primer Is = Arus Sekunder Np = Jumlah Gulungan Primer Ns = Jumlah Gulungan Sekunder Zp = Impedansi Primer Zs = Impedansi Sekunder Dalam sebuah trafo perbandingan antara tegangan pada lilitan primer dengan tegangan sekunder adalah setara dengan perbandingan antara jumlah lilitan primer dengan jumlah lilitan sekunder, rumusan ini secara matematis dapat diformulasikan sbb : Vp/Vs = Np/Ns.................Persamaan 1 Dalam hal arus listrik, pada sebuah trafo perbandingan antara arus pada lilitan primer dengan arus pada lilitan sekunder adalah setara dengan perbandingan perbandingan terbalik antara jumlah lilitan primer dengan jumlah lilitan sekunder, rumusan ini secara matematis dapat diformulasikan sbb : Ip/Is = Ns/Np..................Persamaan 2 Tengangan adalah hasil perkalian antara impedansi dengan arus, secara matematis dapat dirumuskan dengan persamaan sbb : V = Z x I atau Vp = Zp x Ip ----> Ip= Vp/Zp...................Persamaan 3 atau juga Vs = Zs x Is ----> Is= Vs/ Zs...................Persamaan 4 Untuk bisa menemukan rumus yang memberikan korelasi antara perbandingan tegangan dengan perbandingan impedansi dalam sebuah trafo, kita harus mulai terlebih dahulu dari hukum kekekalan energi dalam sebuah trafo yang secara matematis dapat dirumuskan dengan cara sbb : Daya masuk di primer = Daya keluar di sekunder Vp x Ip = Vs x Is <------------( daya = tegangan x arus) Substitusi Ip dengan Persamaan 3 shg menjadi dan juga Iz dengan Persamaan 4 sehingga formula menjadi Vpx(Vp/Zp) = Vsx(Vs/Zs) Atau bisa juga ditulis ------------> (Vp)2 /Zp = (Vs)2 / Zs Atau bisa juga ditulis ------------> (Vp)2 /(Vs)2 = Zp/Zs.................Persamaan 5 Untuk bisa mengetahui rasio tegangan terhadap rasio impedansi maka Persamaan 5 dapat dimodifikasi menjadi : Vp/Vs = akar (Zp/Zs)................Persamaan 6 Persamaan 6 adalah kunci untuk memahami mengapa Preamp Pak Paul yang menggunakan LOT dengan impedansi 15kohm/600ohm Anda tinggal memasukan ke persamaan 6 nilai 15k untuk menggantikan Zp dan nilai 600 untuk menggantikan Zs, sehingga persamaan tersebut menjadi. Vp/Vs = akar ( 15000/600) atau Vp/Vs = 5 Dari hasil tersebut bisa anda lihat bahwa tegangan primer Vp adalah lima kali daripada tegangan sekunder Vs, atau dengan kata lain tegangan sekunder yang dalam hal ini adalah output hanya seperlima dari tegangan primer yang merupakan keluaran dari Preamp. Tidak mengherankan output level dari Preamp Pak Paul terdengar lebih kecil. Dari uji dengar yang kami lakukan, walau potensiometer level dari Preamp Pak Paul sudah di set pada posisi maksimum , suara yang terdengar dari speaker belum terlampau besar. Formula yang ada persamaan 6 di atas bisa anda gunakan untuk menghitung rasio antara tegangan primer dan sekunder sejauh anda mengetahui berapa rasio imepdansi dari LOT yang anda gunakan. Saran Dalam Memilih LOT Dalam hal kualitas suara penggunaan LOT dengan rasio impedansi 15k/600 ohm memberikan kualitas suara yang lebih transparen, dikarenakan jumlah lilitan yang lebih sedikit pada sekunder trafo membuat nilai total dari kapasitansi interleave menjadi lebih kecil sehingga otomatis bandwidth juga menjadi lebih lebar. Namun jika anda menggunakan tabung dengan mu lebih kecil dari 10 , maka sebaiknya tidak menggunakan LOT dengan rasio impedansi 15k/600, karena LOT seperti ini akan mereduksi tegangan dari penguat menjadi 1/5 nya. Sehingga menampilkan sebuah preamp yang memiliki karakter kombinasi antara Preamp Aktif dan Pasif. Dengan tabung 112A ( sekeluarga dengan 26, 00a, 200A, 300A, 01A, 201A 12A, 112A, dll ) yang memiliki mu sekitar 8, total penguatan ahir bisa mendekati ataupun lebih kecil dari satu (minus db), karena adanya reduksi sebesar 80% dari nilai tegangan keluaran penguat, dan situasi ini akan membuat Preamp anda berubah fungsi menjadi preamp pasif dan bukannya preamp aktif lagi, penjelasan hal ini bisa anda lihat pada gambar kalkulasi untuk preamp 26 di bawah ini. Gambar 3 Kalkulasi Gain untuk Preamp 26 dan keluarga Lain halnya jika anda menggunakan tabung dengan mu sekitar 20, karena walaupun dengan reduksi sebesar 80% anda masih mungkin mendapatkan sebuat preamp dengan gain sekitar 2x (6db) seperti pada analisa kalkulasi di bawah ini, sebuah transcopled preamp dengan tabung 6SN7. Gambar4, Contoh Kalkulasi Gain untuk Preamp dengan tabung 6SN7 transcoupled LOT adalah part yg sangat menentukan kualitas sonic pada awal stage, dan tingkatan kualitas tersebut akan terus terbawa/ter amplifikasikan dengan tiada ampun lagi..... Custom Made Order Semoga tulisan ini bisa membantu anda dalam mempertimbangkan pemakaian LOT Gambar 5, Preamp Pak paul Gambar 6, Preamp 26Plus Kembali ke halaman utama |
