WELCOME TO RONNY SUSANTO LIVE


BERPIKIR BIJAK DAN BERTINDAK BIJAKSANA

 

Sebuah kalimat yang sederhana dalam kata, akan tetapi akan memiliki arti seluas samudra tanpa batas apabila sudi untuk ditelaah.

Untuk dapat berpikir bijak kita harus dapat mengesampingkan segala ego dan mengedepankan hal yang dianggap penting terlebih dahulu, baik itu dalam pekerjaan, kehidupan rumah tangga maupun bersosialisasi hidup bermasyarakat.

Bertindak bijaksana akan terlaksana apabila setiap pengambilan keputusan yang kita ambil memenuhi minimal 3 hal :

  • Memohon pertolongan Alloh SWT sebagai penyelesei masalah yang kita hadapi dengan memohon petunjukknya serta meneledani suri tauladan yang baik yang ada pada RosulNya Muhammad SAW
  • Meringankan beban atau masalah tanpa merugikan orang lain apalagi kita.
  • Sanggup menyeleseikan masalah, dengan resiko yang minimal.

Semoga sekelumit pengantar tadi menjadi renungan kita semua.

 

Salam Ta'lim,

 

 

Ronny susanto

 

 

 

FILES

IBU

THENEWRONNYSUSANTO.doc

KHUTBAH TERAKHIR ROSULULLOH

SEBUAH RENUNGAN 

MENEJEMEN IMAN

Frame Of Memory

SYUKUR 

GAME KHUSUS XP

Kesucian Nabi Muhammad SAW. Dari Kelakuan dan Perbuatan-Perbuatan Kaum Jahiliyah

Keadaan pribadi Nabi SAW sebelum menjadi Nabi dan Rosul Allah, adalah bersih dan jauh dari semua kelkuan dan perbuatan kaum jahiliyah. Sejak beliau dilahirkan, beliau hidup dalam masa yang gelap, dan boleh dikatakan berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak berperikemanusiaan. Oleh sebab itu, sejak kecil beliau tidak mendapat pendidikan ahlaq tetapi mempunyai akhlaq yang baik lagi utama.

Sejak kecil beliau hidup di antara orang-orang yang sama menyembah patung-patung berhala, arca-arca, makanan-makanan memuja kayu-kayu, batu-batu dan lain sebagainya, tetapi beliau tidak pernah ikut mengerjakannya, bahkan amat tidak sudi melihat perbuatan semacam itu.

Diriwayatkan, bahwa pada suatu waktu pamannya bersama sanak saudaranya laki-laki dan perempuan hendak meramaikan dan ikut merayakan dalam suatu perayaan yang biasa diadakan oleh bangsa Quraiys pada tiap-tiap tahun di tempat suatu berhala. Dan beliau diajak oleh mereka pergi ke tempat itu. Tetapi beliau sekali-kali tidak mau turut pergi ke tempat itu, sehingga para paman beliau sangat marah dan murka kepada beliau, sehingga mendapat ancaman keras dari para pamannya, antara lain jika beliau tidak mau turut menghormati dan menyembah berhala itu, beliau akan mendapat kutuk dari berhala itu, dan selama hidupnya tidak akan mendapat bahagia. Tetapi beliau tetap tidak mau turut sekalipun dipaksa dengan cara apa saja.

Nabi Muhammad Saw, sejak kecil hidup di tempat ytang orang-orangnya gemar berselisih, bercekcok dan bertengkar, gemar menumpahkan darah lantaran perkara kecil saja, gemar bermegah-megahan tentang kekayaan duniawi dan kemewahan hidup. Tetapi beliau tidak menyukai kelakuan-kelakuan dan perbuatan-perbuatan semacam itu.

Nabi Muhamad sejak kecil hdup di tempat yang orang-orangnya gemar berzina, gemar berebut perempuan, gemar berbuat riba, gemar berjudi dan taruhan, gemar memakan barang yang haram, gemar meminum minuman keras, gemar membunuh anak perempuannya sendiri untuk kepentingan dan kehormatan dirinya dan gemar menjalankan perbuatan-perbuatan yang nista. Tetapi beliau sama sekali tidak pernah ikut menjalankan perbuatan-perbuatan semacam itu. Bahkan beliau sangat menjauhkan diri dari semua perbuatan yang keji dan buruk itu, karena beliau sangat jijik dan tidak sudi.

Berzina, berjudi, minum-minuman keras dan sebagainya adalah diantara kesenangan yang sangat digemari oleh umumnya para pemuda Quraiys di makkah pada masa itu. Tetapi pribadi Nabi Muhammad di kala sebagai seorang pemuda tidak pernah mengerjakannya sama sekali, meskipun beliau diejek dan diperolok-olok oleh para pemuda di kala itu.

Dan sebagaimana telah diuraikan, bahwa ketika pribadi Nabi SAW pergi berdagang di negeri Syam, dalam perjalanan dan cara menjual dagangan, beliau tidak mengikuti kebiasaan yang berlaku. Inipun telah menunjukkan juga, bahwa beliau di kala itu sudah tidak sudi mengikuti kelakukan dan perbuatan orang-orang yang sedang dalam kesesatan.

Demikianlah di antara riwayat yang menunjukkan bahwa pribadi Nabi SAW sebelum diangkat dan ditetapkan menjadi Rosul Allah adalah bersih dan jauh daripada kelakuan-kelakuan dan perbuatan-perbuatan jahiliyah.

Adapun kegemaran Nabi SAW pada masa itu ialah menyendiri.

Dan Perlu diketahui pula, bahwa keempat putri beliau yang hidup sampai dewasa dan bersuami serta berumah tangga seperti yang telah diterangkan, mereka itu pada masa kanak-kanak tidak pernah disusukan dan diasuh oleh orang lain sebagaimana adat kebiasaan para bangsawan Quraiys di kala itu. Mereka masing-masing disusui, diasuh, dirawat dan dididik oleh Siti Khadijah sendiri dan dengan pengawasan beliau sendiri.

Peristiwa ini menunujukkan pula bahwa beliau memang memiliki kebiasan dan pemahaman yang berbeda dengan kebiasaan yang telah berlaku dalam lingkungan masyarakat bangsawan Arab pada masa itu

 

LINK

Majlis Tafsir Alquran

My Campus

E-max

 

 

 

Sign in  |  Recent Site Activity  |  Terms  |  Report Abuse  |  Print page  |  Powered by Google Sites