posted Feb 5, 2010 9:33 PM by hartanto sanjaya
[
updated Feb 7, 2010 9:44 PM
]
Hari Jumat, 5 Pebruari 2010, dilakukan pemetaan petak pengamatan dengan tujuan sebagai model bagi petak lainnya.
Surveyor: Arwan dan Pak Aris.
Hasil:
Pemetaan Petak OPT-01
1. Alat
dan Bahan
- - GPS yang sudah di upload titik-titik grid yang di
patokkan
- - Kompas
- - Buku gambar
- - Pencil 2B (agar saat terkena air garis2 masih jelas)
- - Penghapus
- - Penggaris
- - Kamera Digital : untuk mendokumentasikan dan merekam
keadaan wilyah sekitar patok dan dalam kotak pengamatan.
- - Aqua
- - Patok
2. Konsolidasi
dan Koordinasi
- - koordinasi dengan pihak BBPOPT mengenai lahan yang akan
diamati
- - titik pengamatan tidak terlalu jauh dari jalan utama
- - titik pengamatan memiliki umur tanaman masih muda dan masa
vegetatif 3-10 MST
3. Deploy
Lokasi
- - di Lokasi GPS telah dicocokkan dengan titik yang akan
diamati
- - sebaiknya menuju titik yang terdekat dengan jalan utama
- - pemasangan patok di usahakan dapat memutari lokasi dan
kembali ke jalan utama lebih dekat
- - pemilihan jalan pematang diperhatikan kelembekan lengas
tanah, agar tidak terperosok
- - hati-hati terhadap ular dan cangkang keong mas
- - Kompas digunakan untuk membantu mengarahkan ke lokasi
- - Pada pemasangan patok di dokumentasikan kedaaan daerah
sekitar patok, digambar dan di telusuri varietas yang ada di sekitar patok
- - Pilihan penempatan patok tidak menyulitkan pengamat dan
bila pato ditempatkan jauh dari titik diinformasikan pada gambar/lukisan
- - Saluran irigasi, petak, dusun, pematang, varietas dan
informasi MST merupakan informasi pada gambar yang dibuat
4. Keadaan
titik
- - titik – titik yang diamati masih merupakan tanaman yang
berumur kuran lebih 3-4 MST, keadaan lengas tanah masih tinggi akibat genangan
air masih berkisar 3-5 cm dari permukaan tanah. Pematang-pematang yang ada
masih labil dan sangat lembek.
- - Pematang-pematang yang ada juga terlihat masih baru
disemprot herbisida kontak, yang menyebabkan tanaman padi disekitarnya
menguning karena stress akibat terkena racun herbisida.
- - Petani yang menggarap lahan juga masih sering terlihat
menyemprot insektisida untuk hama
belalang dan wereng serta pemakaian furadan untuk penggerek batang.
- - Pada waktu pengamatan bila ada penyemprotan sebaiknya
melihat arah angin dan membawa masker agar tidak terkena racun pestisida.
- - Mulai pengamatan sekitar jam 14:30 dan selesai selepas
jam 6.15 dan waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke jalan utama dari tengah
pematang kira-kira 15-45 menit (dengan mengingat keadaan pematang yng masih lembek)
Hasil pemetaan (berupa sketsa): | | Hasil sketch untuk petak OPT-01
|
Sketsa diatas adalah untuk petak OPT-01: - arah Utara adalah arah "keatas" dari kertas.
- tiap titik pojok ditandai dengan patok penanda, dengan ketentuan:
- pojok "kiri-atas" adalah 01-A,
- pojok "kanan-atas" adalah 01-B,
- pojok "kanan-bawah" adalah 01-C,
- pojok "kiri-bawah" adalah 01-D
- garis-garis didalam petak menandakan sungai/irigasi, batas tanam, jalan/pematang, dll (sesuai dengan legenda).
*/ Laporan dari hasil pemetaan dan survey lapang oleh Aditya Kurniawan dan Aris.
*/----------
|
|