Konferensi Warisan Otoritarianisme: Demokrasi Indonesia dan Tirani Modal
Terms of Reference
Latar Belakang
Proses demokrasi dan pembangunan ekonomi yang berjalan selama 10 tahun reformasi di Indonesia ternyata belum dapat memberikan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Pemilihan umum langsung, otonomi daerah dan pilkada, ternyata tidak dapat memberikan solusi atas krisis ekonomi yang dialami rakyat paska krisis moneter 1998. Dalam berbagai diskusi tentang problem ekonomi politik Indonesia muncul analisis yang melihat pengaruh globalisasi sebagai faktor yang turut menghancurkan gerak ekonomi Indonesia. Kemiskinan, kelaparan dan pengangguran dari hari ke hari berkembang kian menguat di tengah masyarakat seiring dengan merosotnya nilai riil pendapatan mereka di bawah aura deprivasi nilai-nilai kehidupan. Sementara itu, seluruh perangkat politik dan perangkat pemerintahan mengalami kelumpuhan di dalam menghadapi akibat dari globalisasi.
Dihadapkan pada persepsi dan kenyataan seperti itu, pertanyaan terbesar yang harus dijawab saat ini adalah apa sesunguhnya yang menganjal dalam demokrasi Indonesia? Ini masalah yang coba dijawab pada tahun 2005 oleh ELSAM, Pusdep-Universitas Sanata Dharma dan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) dengan mengelar sebuah konferensi untuk mengenali permasalahan yang dihadapi demokrasi Indonesia dengan menelaah akar-akar otoritarian yang diwariskan oleh sistem otoriter Orde Baru. Hal ini dilakukan dengan pengandaian bahwa otoritarianisme Orde Baru adalah sumber dari segala kemandegan proses demokrasi yang ada di masa reformasi.
Namun setelah dua tahun dari konferensi itu, sepertinya warisan otoritarian tidak lagi memadai untuk menjelaskan loyonya perangkat politik dan pemerintah dalam menjalankan demokrasi. Cara pandang yang menilai tersendatnya demokrasi disebabkan oleh warisan otoritarian semata tidak mampu menjawab masalah-masalah kekinian yang tidak bisa langsung dilihat hubungannya dengan masa lalu. Artinya, perlu penggeledahan dan konfrontasi analisis yang jauh lebih dalam mengenai cara melihat dan memahami kenyataan-kenyataan dan persepsi yang berkembang sekarang ini, melalui pemahaman yang lebih komprehensif terhadap relasi-relasi modal dan kekuatan-kekuatan politik. Persoalan-persoalan relasi sosial semacam inilah yang membentuk struktur kekuatan dan kekuasaan modal di berbagai bidang kehidupan. Pertanyaan yang ingin dijawab kemudian adalah aspek-aspek penting apa yang membuat tirani modal menjadi seperti tak terpisahkan dari demokrasi Indonesia dewasa ini?
Permasalahan
Untuk bisa melihat adanya keterkaitan antara warisan otoritarian dan selubung demokrasi konsep tirani adalah konsep yang paling tepat. Maka dari itu tema besar yang hendak diusung dalam konfrensi kali ini adalah “Demokrasi Indonesia dan Tirani Modal”. Persoalan Tirani Modal inilah yang absen dari perbincangan selama reformasi berjalan sedari 1998. Apa lagi mengeledah hubungan antar otoritarianisme, demokrasi dan modal secara lebih rinci. Menjelang 10 tahun reformasi, aspek modal ini harus menjadi perhatian utama dalam menilai kualitas kehidupan demokrasi dan mutu dari perangkat politik dan negara di Indonesia.
Kekuasaan Modal yang dimaksud di sini tidak terbatas hanya pada soal modal dalam pengertian ekonomi semata atau kekuasaan bisnis yang terlalu besar. Ini berkait juga dengan persoalan, reproduksi kekerasan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan hal lain yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Artinya, modal dalam pengertian relasi-relasi sosial yang membentuk struktur kekuatan dan kekuasaannya.
Sejalan dengan itu, tema Demokrasi Indonesia dan Tirani Modal tersebut akan diperbincangkan dalam beberapa sub-tema dan sesi panel sebagai berikut (untuk informasi lebih lengkap tentang kerangka acuan panel silahkan lihat website konferensi di http://konferensi-otoritarianisme2008.blogspot.com/ ):
- Tirani Modal dan Peluruhan Kedaulatan Rakyat
Mengapa ditengah kehidupan multi partai aspirasi rakyat tetap terpinggirkan? Apakah otonomi daerah dapat memberikan kepastian akan hak asasi manusia maupun aspirasi politik di tingkat lokal? Bagaimana dinamika gerakan rakyat dalam euphoria demokrasi parlementarisme?
Sesi panel:
· Reformasi Politik dan Penggerusan Kedaulatan Rakyat (Puskapol UI)
Tentang hilangnya esensi demokrasi yang sebenarnya karena tertutup oleh pendekatan demokrasi prosedural formal
e-mail : ayu_slw@yahoo.com
· Inisiatif Perlawanan Lokal (JKB dan Perkumpulan Praxis)
Kekayaan inisiatif masyarakat di dalam menghadapi problem-problem perkembangan reform sosial, ekonomi, politik dan budaya.
e-mail : hilmar_farid@yahoo.de
· Hukum dan Ketatanegaraan (Pusham-UNAIR dan KRHN)
Seiring bersama dengan gerakan reformasi yang dilakukan oleh mahasiswa tahun 1998, ratusan juta dolar dikucurkan untuk pemerintah dalam membiayai pembaruan kebijakan dan institusi politik, hukum dan ekonomi. Good governance menjadi arus utama pembaruan birokrasi dan hukum sebagai penopang proyek ketatapemerintahan tersebut.
e-mail: herlambang_perdana@yahoo.co.id
- Tirani Modal dan Pelumpuhan Ketahanan Ekonomi
Ketahanan ekonomi sejak krisis 1998 semakin ditentukan oleh logika pasar. Kendala politik seperti apa yang melemahkan strategi ekonomi kerakyatan di Indonesia? Bagaimana Indonesia dapat menghadapi tekanan ekonomi global sekaligus mengatasi beban ekonomi paska krisis 1998?
Sesi panel:
· HAM dan Perburuhan (TURC dan PRP)
Potret baru perburuhan Indonesia di tengah tekanan neoliberalisme, tidak terbatas pada masalah yang ditimbulkan oleh kebijakan penanaman modal saja.
e-mail : surya@turc.or.id
· Reforma Agraria (Karsa dan KPA)
Perumusan kembali persoalan-persoalan monopoli atas tanah untuk kepentingan bisnis dalam konteks neoliberalisme.
e-mail : iwan_selamat@yahoo.com
· Kebijakan Ekonomi (Reform Institute)
Strategi pembangunan yang seharusnya diorientasikan kepada pemenuhan kebutuhan dasar kelompok-kelompok miskin dan terpinggirkan (pro poor strategy) justru lebih diarahkan kepada pengejaran kepada indikator- indikator makro ekonomi secara agregat. Akibatnya, persoalan pengangguran, kemiskinan tinggi sementara kondisi ekonomi makro tetap saja rentan.
e-mail: busan_228@yahoo.com
· Hukum dan Ekonomi (ELSAM, INFID, Sawit Watch, Huma, Walhi, KRUHA, ICEL, YLBHI)
Tentang penyingkiran kepentingan publik di dalam proses proses perumusan kebijakan negara yang lebih mengabdi pada kepentingan pemilik modal.
e-mail : supi@elsam.or.id
· Gerakan Perlawanan Lokal Perempuan (Kalyanamitra dan Lingkar Tutur Perempuan)
Tentang kesadaran perempuan dalam politik reproduksi sosial, khususnya di level komunitas atau di tingkat lokal.
e-mail : pudakwangiku@yahoo.co.id
- Tirani Modal dan Pelumpuhan Daya Kreatif
Media massa memang tidak lagi dibredel, tapi serangan terhadap media justru muncul dalam kekerasan fisik. Kontrol terhadap kebebasan ekspresi justru muncul dalam kebijakan dan peraturan yang menghakimi moral masyarakat. Mungkinakah kesenian sebagai media ekspresi dapat menjadi hak masyarakat yang dilindungi?
Sesi panel:
· Privatisasi Pendidikan (Center for Betterment of Education)
Tentang penetrasi gagasan-gagasan neoliberalisme melalui institusi pendidikan. Tidak terbatas pada kebijakan privatisasi lembaga-lembaga pendidikan semata.
e-mail : darmaningtyas@yahoo.com
· Media massa dan Reproduksi Ideologi (Lembaga Studi Pers dan Pembangunan)
Peran media massa di dalam menentukan arah perkembangan kesadaran publik dalam menyikapi kondisi ekonomi sosial dan politik di Indonesia.
e-mail : ignh@yahoo.com
· Kebudayaan dan Pengekangan Daya Kreatif (Ruang Rupa, Sanggar Akar, Forum Lenteng)
Tentang kebebasan berekspresi budaya masyarakat di tengah dominasi kekuatan modal atas proses berkesenian. Panel ini mengundang sumbangan presentasi berupa karya seni (call for work).
e-mail : hard2refuse@yahoo.com; ade.darmawan@gmail.com
- Tirani Modal dan Pelumpuhan Modal Sosial
Apakah arti kebangsaan dalam menghadapi tekanan ekonomi global? Bagaimana politik keindonesiaan dapat menjadi strategi dalam menghadapi ekonomi global sekaligus membangun solidaritas kemanusiaan di Indonesia?
Sesi panel:
· Agama dan Fundamentalisme Pasar (PSIK - Paramadina)
Tentang gejolak sosial keagamaan di tengah perkembangan globalisasi dan gerakan-gerakan berbasis identitas primordial dan komunalisme.
e-mail : deni_psik@yahoo.com
- Tirani Modal dan Pelumpuhan Keamanan Manusia
Ancaman apa saja yang menjadi persoalan penting dalam ekonomi global saat ini? Pendekatan militerisme pada masa lalu masih meninggalkan persoalan dalam kebijakan negara saat ini, apa tantangan untuk mengubah strategi ini?
Sesi panel:
· Reformasi Sektor Pertahanan dan Keamanan (IDSPS dan ResPublika)
Tentang stagnasi proses reformasi TNI dan Polri, khususnya berkaitan dengan perubahan peran mereka dalam penyelenggaraan negara dan administrasi pemerintahan.
e-mail : gusduroke@yahoo.com
Pendekatan
Berbagai pendekatan bisa dipergunakan untuk menelaah persoalan-persoalan yang terungkap di muka. Apakah itu melalui metode genealogis, metode dialektika basis dan suprastruktur, metode retrospektif, dan lainnya. Tujuan utamanya jelas untuk melihat masa lalu secara strategis untuk menjelaskan masa sekarang. Artinya bagaimana warisan otoritarian diproduksi dan direproduksi di dalam kesadaran masyarakat. Ingatan akan masa lalu menjadi penting guna memaknai kesejarahan Indonesia dan tantangan Indonesia dimasa kini.
Pertanyaan-pertanyaan besar yang diharapkan bisa dijawab dalam konferensi ini diantaranya adalah: Mengapa setelah masa Orde Baru demokrasi yang berkeadilan sosial tetap tidak bisa berjalan? Apa makna yang demokrasi bagi Indonesia dalam konteks globalisasi saat ini?
Tujuan Konferensi
Adapun yang menjadi tujuan konferensi ini adalah:
- membicarakan, merumuskan, menyimpulkan langkah perlawanan terhadap tirani modal, sebagai bagian dari usaha membangun gerakan di kalangan akademik dengan prasyarat pembangunan organisasi-organisasi komunitas.
- memberi gambaran politik tentang kerja modal dalam politik Indonesia saat ini
- memberikan ancangan pemikiran bagi perumusan kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat.
Penyelenggaraan
Konferensi Demokrasi Indonesia dan Tirani Modal ini akan diselenggarakan pada tanggal 5-7 Agustus 2008, bertempat di Kampus FISIP-UI, Depok.
Konferensi ini akan dimulai dengan sebuah seminar umum membahas tema besar “Demokrasi Indonesia di Bawah Tirani Modal” melalui pendekatan lima sub-tema tersebut di atas sebagai pengantar. Peserta konferensi kemudian diajak secara berkelompok untuk memahami dan menganalisa permasalahan lebih lanjut melalui diskusi panel berbasis pada tema spesifik di atas. Di akhir konferensi akan diadakan sesi pleno (plennary session) untuk menghasilkan simpulan dan rekomendasi.
Call for Papers and Work
Untuk itu kami mengundang segenap civitas akademika dan para pemerhati masalah masalah sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan untuk berpartisipasi dan berlibat dalam konferensi ini dengan mempresentasikan ide-ide, gagasan maupun pengalaman dalam bentuk karya tulis sepanjang 5.000-10.000 kata, maupun karya seni (film, tari, instalasi, musik, dll)
Abstraksi dari karya tulis (maksimal 1.000 karakter) dan karya seni diserahkan paling lambat tanggal 30 Mei 2008, dialamatkan langsung ke contact person masing-masing panel (jika sudah menentukan akan berpartisipasi di panel tertentu), dan di cc ke andi-yuwono@praxis.or.id atau dikirim ke:
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
Jl. Siaga II no.31 Pejaten Barat
Jakarta Selatan 12510
Telp. (021) 7972662, 79192564
Facs. (021) 79192519, 7996681
Email: rini@elsam.or.id
Panitia penyelenggara kemudian akan menyeleksi abstraksi karya tulis dan karya seni yang masuk, dan akan mengumumkan hasilnya pada tanggal 7 Juni 2008.
Penyumbang karya tulis dan karya seni diharapkan telah menyelesaikan karyanya pada tanggal 15 Juli 2008, untuk kemudian dengan dibantu panitia penyelenggara, menyiapkan presentasi karya-karya tersebut dalam konferensi.
Peserta Konferensi
Konferensi ini diarahkan pada kelompok-kelompok intelektual atau kaum muda di berbagai bidang, khususnya kalangan intelektual sosial yang bekerja di organisasi-organisasi non pemerintah, lembaga-lembaga akademik, dan para penggiat seni di berbagai komunitas.
Peserta konferensi, baik dari kalangan umum maupun akademisi akan diberikan sertifikat. Biaya sertifikasi bagi pelajar dan mahasiswa adalah Rp. 50.000,- dan bagi kalangan umum dan pengajar perguruan tinggi ini adalah Rp. 150.000,-
Penyelenggara dan Pendukung
Acara ini diselenggarakan oleh:
· Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
· Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Universitas Indonesia (FISIP-UI)
· Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Universitas Paramadina
· Pusat Studi Sejarah dan Etika Politik (PuSDEP) Universitas Sanata Dharma
· Jaringan Kerja Budaya (JKB)
· Pusat Kajian Politik (Puskapol – FISIP UI)
· International NGO Forum for Indonesia Development (INFID)
· Trade Union Research Center (TURC)
· Perkumpulan Praxis
· Reform Institute
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi sekretariat konferensi di:
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
Jl. Siaga 2 no.31 Pejaten Barat
Jakarta Selatan 12510
Telp. (021) 7972662, 79192564
Facs. (021) 79192519, 7996681
Email: rini@elsam.or.id
Website: http://konferensi-otoritarianisme2008.blogspot.com/